Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Posting kontributor

Dikirim: September 11th, 2015 | Oleh: | Kategori: Serba-serbi | 2 Komentar »

 

Posting ini nantinya harus di review dulu oleh editor apakah layak atau tidak untuk di terbitkan (publish).

Jika posting ini muncul di situs blog ini, artinya posting ini sudah disetujui oleh editor untuk diterbitkan.

Jika editornya baik, mudah-mudahan ditambahkan gambar/foto saya :)

hmmm…

Test tabel Kolom 2
Baris 2 Kolom 2

Posting dengan role Author

Dikirim: September 1st, 2015 | Oleh: | Kategori: Serba-serbi | Belum Ada Komentar »

Posting ini memang dibuat untuk melihat efek dari role yang dilekatkan pada seorang user.


Sri Lassini

Dikirim: August 11th, 2015 | Oleh: | Kategori: Serba-serbi | 2 Komentar »

Ibu, perempuan yang melahirkan lelaki yang menjadi suami saya. Pertama kali bertemu saat beliau dan Bapak almarhum datang ke Bekasi, kala mereka mengunjungi putra tertuanya. Bersama Bapak, beliau menyambut saya dengan hangat, membuyarkan kekhawatiran saya yang was-was bertemu orang tua pacar. Masih pacar ya…belum genap setahun saya kenal dengan putranya, belum berani bilang calon mertua, walau pacar saya sudah declare kalau dia cari calon istri bukan pacar. Dipertemuan itu, Ibu juga menyambut saya dengan terbuka, bahkan saya, sambil ngobrol macam-macam, didaulat melanjutkan memotong-motong kacang tanah untuk dibuat kasreng, rempeyek kalau kata saya. Tapi rasanya sore itu Ibu gak menggoreng kasreng, mungkin untuk besoknya. Hmm, jangan-jangan lagi di-tes cocok gak jadi bakal calon mantu nih.

Baca Selengkapnya »


Next Jump: Catatan Agha jadi Anak TK

Dikirim: June 25th, 2015 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Kenangan | Belum Ada Komentar »
Topeng Ironman

“Hari Bawa Mainan” memakai Topeng Ironman-Transforman buatannya untuk jadi mainan bawaannya hari itu

Waktu ternyata cepat berlalu. Rasanya baru kemarin saya dan Yahyo gegar perasaan mengantarkan Agha bersekolah taman kanak-kanak. Tapi saat ini nyatanya dia sedang menikmati liburan lulus TK.

Menjadi anak TK nampaknya bukan hal yang sulit bagi Agha, kecuali mungkin pada episode mandi setelah kegiatan berenang di sekolah. Yah, sekolah Agha ada kolam renangnya yang dikunjungi setidaknya 2 minggu sekali, bergantian dengan kakak-kakak SD. Agha pada dasarnya suka berenang, tapi tidak suka mandi air dingin jadi tidak ada shower air panas sering membuatnya enggan bersemangat di hari berenang.

Dengan teman-temannya dia juga selalu bersenang hati menikmati hari, kecuali satu-dua kali terjadi gesekan kecil ala anak-anak yang kadang heboh…. heboh layaknya masalah pelik yang membuat kami senyam-senyum mendengarnya sembari sesekali membuat jantung tersentak juga. Namun semua itu dilewatinya dengan baik.

Baca Selengkapnya »


Next Jump: Catatan Sebelum Agha Sekolah TK

Dikirim: October 8th, 2014 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary | Belum Ada Komentar »

6 Oktober 2014

photo6631472910936203

Tidak terasa hari ini Agha sudah mulai bersekolah. Tentunya sebagai orang tua kami berharap dia akan memperoleh banyak hal baru disana. Termasuk dalam hal berkomunikasi. Rasanya baru kemarin mendengar tangis pertamanya yang khas, berbeda dengan oek-oek umumnya bayi yang baru lahir.

Lalu berbagai celotehan yang satu persatu muncul dari mulut mungilnya, dari gumam yang tak jelas sampai akhirnya kata-kata yang rasanya tidak pernah diucapkan anak seusianya. Semuanya sedikit demi sedikit menambah perbendaharaan katanya sejak umur 1 tahun.

Mulai dari “abbah” yang dimaksudkannya berdoa setiap kali akan nenen atau makan, sampai akhirnya sekarang sudah bisa membaca basmalah, doa mau makan dan hamdalah. Bahkan sebulan puasa kemarin akhirnya dapat membaca doa berbuka puasa sendiri.

Mulai dari “Yayoooo dan Abuuuu” untuk memanggil kami orang tuanya, sampai akhirnya bisa memanggil nama panggilan saya dengan benar. Juga bisa menyebutkan nama lengkapnya sendiri dan nama orangtuanya.

Kemampuannya untuk menjelaskan sebuah kata yang dimaksudnya dengan menggunakan kata atau kalimat lain yang bermakna sama sudah bisa dilakukannya sejak umur 3 tahun. Walau sempat membuat Yahyo-nya kebingungan saat Agha ngotot membincangkan kata “Tasuk” yang ternyata maksud dibenaknya “Macet” yang biasanya dilafalkan olehnya “Tachet” , hahahaha. Jadi hot topic di keluarga kami gara-gara si Tasuk ini.

Agha juga lebih suka memilih menggunakan kata “Tidak” dibandingkan kata “nggak” yang umumnya kerap digunakan anak sebayanya. Dalam berkalimat pun dia terbiasa menggunakan aturan bahasa Indonesia baku…. 

Yang akhirnya setelah berproses panjang, Agha berhasil memperbaiki pengucapan sebuah istilah seperti:

  • mobil kikaran menjadi mobiwl pemadam kebakawran
  • ototatis akhirnya sudah betul menjadi otomatis

 

Yang sudah bisa menggunakan dengan benar penggunaan kata

  • mungkin
  • perlu
  • pantas
  • cocok
  • konsentwrasi
  • sewrius
  • gagal
  • sukses
  • alternatif
  • cadangan
  • dewasa
  • otomatis
  • dan sebagainya


Jadi ingat waktu dia pertama menggunakan kata dewasa untuk menegaskan bahwa dia sudah jauh lebih besar dari tingkatan “sudah kakak-kakak” saat Eyangnya mengingatkannya untuk menggunakan kaus kaki agar tidak kedinginan ketika bermain. “Agha kan sudah dewasa bun, sudah tidak pewrlu pakai kaos kaki” katanya serius, saat saya membahas pertanyaan Eyangnya. Asli kami semua serta merta terbahak mendengarnya…. 

 

Ah, entah apa lagi yang akan mengejutkan kami melihat perkembangannya setelah ini. Kita tunggu cerita-ceritanya sepulang sekolah  :smile:


Galaxy Note 10.1 untuk Homeschooling-nya Agha

Dikirim: September 12th, 2012 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi, Special, Teknoblogia | Belum Ada Komentar »

Akhir Agustus 2012 kemarin, saya dan suami menghadiri acara Workshop Blogger dengan Galaxy Note 10.1 di Main Atrium Grand Indonesia. Acara yang membuat saya akhirnya kopdar lagi dengan rekan-rekan blogger ini menyajikan ulasan tentang produk Samsung yang memiliki banyak fitur yang menggoda. Yang paling menarik adalah Multiscreen Real MultitaskingEmbedded S Pen dan S Note . Begitu melihat demo-demo yang ada kepala langsung berdenyut-denyut membayangkan Agha anak kami… Lho? Yaaaaa, karena selama ini kami sering rebutan Samsung Galaxy Tab dengan Agha *baca sharing pakai :D*

Agha serius main Triple Town di Gtab Bunli

Jagoan kecil kami yang berusia 3,5 tahun ini sudah familiar dengan gadget dari Samsung termasuk Galaxy Ace yang mendampingi si Gtab. Aneka permainan, aplikasi edukatif, buku anak-anak, browsing video di YouTube  bahkan memotret pun jadi santapannya setiap ada kesempatan. Bahkan tidak jarang dia “membantu” solving the puzzles dari permainan “asah-otak-aman-untuk-anak” yang sedang saya ataupun Yahyo-nya mainkan. Tentu seringkali beda cara sehingga hasilnya jauh dari skor tertinggi, tapi tidak jarang pula Agha sanggup mendapatkan 3 bintang yang membuat kami terbelalak kagum melihatnya, hihihi. Jadi pasti dia lebih cinta kalau melakukan aktifitas2 kegemarannya itu di Galaxy Note yang layarnya sangat legaaa dan lebih canggih ini.

 

Balik lagi ke masalah gadget, Galaxy Note 10.1 bisa jadi sarana yang pas untuk Agha menjalani homeschooling yang kami rencanakan. Dengan layarnya yang lebih besar dari tablet yang dikenalnya pastinya akan jauh lebih mudah bagi Agha untuk belajar. Apalagi fitur Multiscreen Real Multitasking, pasti akan makin mendukungnya meningkatkan kreativitas dan daya tangkapnya dalam memahami berbagai hal yang akan dipelajarinya. Seru membayangkan ekspresinya Agha saat serius atau tertarik akan sesuatu… I’ve excited dreaming of it!Yang paling melegakan adalah S-Pen yang jadi solusi untuk Agha nanti belajar menulis. Saya gak kebayang bagaimana belajar menulis (apalagi tulis sambung) jika hanya menggunakan jari di tablet. Gak mungkin kan anakku cuma bisa mengetik dengan keyboard, gak bisa menulis dengan pena/pensil, gak mungkin kaaan? Sedangkan fitur-fitur lainnya akan bermanfaat untuk Agha belajar seiring dengan bertambah usianya.

Buat Agha ya Galaxy Note 10.1 nyaaa

Oh ya, Agha juga suka menggambar, selama ini kami membelikan kertas dan crayon karena dia tertib hanya menggambar di kertas atau di whiteboard. Setiap selesai menggambar pasti dia kumpulkan dan disimpan, hingga saya membelikan tas document keeper khusus buat menyimpan gambar-gambarnya yang tiap saat makin bertambah banyak. Tidak jarang kertas gambarnya sudah terlipat-lipat saking seringnya dia lihat, ditambah gambar baru bahkan digulung jadi peta yang di”update” gambarnya berkali-kali. Jika menggunakan S-Pen di Galaxy Note 10.1 pasti kegiatan menggambar Agha jauh lebih realistis dibandingkan menggambar dengan jari di tablet 7.0 yang selama ini dia pakai. Gambar-gambarnya juga akan lebih aman tersimpan secara digital, sehingga dia bisa melihat kembali hasil karyanya kapanpun dia mau saat sudah besar nanti.

Ah, seandainya kami mempunyai Galaxy Note 10.1, pasti kami peruntukkan buat Agha untuk belajar secara Homeschooling, meng-explorasi bersama untuk mengajarkan berbagai hal yang berguna bagi dirinya kelak, mengembangkan bakatnya, mendokumentasikan hasil kreatifitasnya… Bahagianya kalau  kami memiliki Galaxy Note 10.1


Lagu Pohon Karangan Agha

Dikirim: July 27th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | Tags: , , , , | Belum Ada Komentar »

Agha sangat suka bernyanyi, lagu yang dia suka pasti dinyanyikan berulang-ulang dengan kata-katanya yang kadang masih tidak tepat. Belakangan dia suka berdendang lagu karangannya sendiri, entah beberapa lagu dicampur jadi satu atau improvisasi dari lagu yang dikenalnya.

Pagi itu 12 Juli 2012, saat siap-siap sebelum saya berangkat kerja,  Agha asyik bernyanyi ditemani Yahyo. Ternyata dia menyanyikan lagu sendiri berkali-kali dan berhasil direkam Yahyo… Anakku sudah bisa mengarang lagu sendiri di usia 40 bulan! Dan lagunya menurut kami adalah lagu yang penuh makna

Pohon di langit
Kalau disiram
Dia jadi tumbuh

Dia jadi … jadi tinggi
Dan dia jadi gede
Diantara pohon

*Suara peluit itu suara ketel air yang saya pakai untuk menjerang air mandi Agha, mau direkam ulang tapi Agha tidak mau, ya sudahlah*


Kecolongan Gigi

Dikirim: November 3rd, 2011 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary | 1 Komentar »

Ups!… ternyata Bunli kecolongan!

Seiring dengan makin besarnya Agha, makin banyak tingkah polahnya yang membuat saya terpana… hingga saya kecolongan dengan perkembangan gigi geliginya. Yap, seingat saya, gigi Agha terakhir sudah tumbuh sebanyak 16 buah… Tapi beberapa waktu lalu saat saya berhasil melongok mulut mungilnya rasanya saya mendapati jumlah 18 gigi susu yang putih lucu menghiasi senyumnya.

 

Baca Selengkapnya »


Foto: Batik Kebesaran di tahun ke-2

Dikirim: November 2nd, 2011 | Oleh: | Kategori: Agha, Special | 3 Komentar »

Foto yang belum dipload sejak berhasil memotret Agha kembali dengan baju batik kebesarannya. Fotonyapun tidak jadi diambil saat Agha tepat berusia 2 tahun. Baru bulan Agustus momen ini berhasil diabadikan.

Gak mudah mendapatkan foto Agha dengan pose tenang seperti ini… My adorable-boy ini aktif sekali sih.


Topi Baru Agha

Dikirim: February 18th, 2011 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | 2 Komentar »

Topi pet baru Agha

Sudah dua bulan terakhir ini Agha senang pakai topi. Di rumah nenek pakai topi haji kecil, kadang pakai pecinya Kakek,  kalau di rumah pakai peci Yahyo. Saking senengnya pakai topi kadang dirumah pakai topi renangnya sambil bilang “aaphiii” (maksudnya topi)

Akhirnya, waktu 12 Rabiul Awal kmrn (15 Feb 2011) pas ultah 2 th Hijriyah Agha dapat Topi Pet Crocodile bahan Jeans warna biru. Pertamanya gak mau, belakangan setelah diajak coba topi sambil berkaca di ruang ganti jadi kemaningen deh. Pakai buka topi sambil bergaya dan joget-joget depan kaca, hehehe.

Sttt, sebenarnya Agha memilih topi warna hijau yang matching sama baju hijaunya yang dipakai di foto. Hanya ternyata modelnya beda, lebih bagus yang jeans ini dan lebih netral untuk baju warna apapun. Akhirnya Agha setuju beli topi yang ini, bawa sendiri ke kasir *dia ngikutin tante SPG yg nunjukin lokasi kasir* Bersabar nunggu pembayaran lalu bilang Achyiiii (terimakasih)

Belakangan topinya dia buka dan dipakai terbalik. Ini dia sendiri yg gaya, pakai topinya dibalik :D