Dikirim: November 29th, 2005 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Serba-serbi | 4 Komentar »
Uff! Setelah beberapa kali rencana jadwal sidangnya berubah , akhirnya sampai juga dihari penentuan kelulusan program Master Komputer yang saya ikuti sejak tahun 2004.
Supaya gak kena macet dan terbebas dari kepanikan, jam 15:00 sudah berangkat dari rumah, mana hujan besar, padahal sidangnya dijadwalkan setelah maghrib… Sekitar jam 15:30 sudah tiba di kampus dengan selamat. Ketemu Toto yang dapet jadwal di jam 16:00.
- Jam 16:25 akhirnya Toto sidang… wah alamat mundur nih. Gue gak nonton sidang Toto, sambil menunggu giliran, charge baterai laptop dan review materi yang mau dipaparkan.
-
Sekitar jam 18:15 Toto baru keluar, dan gak lama dinyatakan lulus… wah selamat ya To! Abis ini giliran gue deh. So mempersiapkan semuanya sambil menunggu penguji rehat.
- Jam 19:00 duh kok belum masuk juga nih para penguji. Bu Julia yang akan sidang setelah giliranku sudah sampai, dia malah mengira aku sudah selesai… weleh…
… … … … … menunggu … …
Jam 19:10 Akhirnya sidang dimulai, walah presentasi kok jadi nervous gini… kelamaan nunggu kali yah. Untung bisa segera menenangkan diri. Mana recorder yang ku bawa baterainya ternyata habis, gak jadi lagi deh merekam saat presentasi, untung bawa baterai cadangan untuk merekam saat diuji.
Sekitar jam 20:20 hasil sidang diumumkan Alhamdulillah dinyatakan lulus dengan nilai 3,42 (hope my ears not cheats me) dengan waktu untuk memperbaiki tesis selama 2 minggu. Tools metode penelitian yang aku pakai untuk pengambilan dan analisis data, dinilai sebagai keunikan dari penelitian tesisku. Pak Dana bilang keunggulan tesisku pada Focus Group Discussion yang kupakai sebagai metode penelitian. Terima kasih buat Pak Marsudi, pembimbingku, yang sudah mengenalkan metode tersebut. Thanks, Gods!
20:30 telpon yayang “Halo, mau jemput MKom gak?” , satu kalimat untuk ngasih tau hasil sidangku barusan, ternyata dia menunggu di tempat Tommie. Sambil menunggu, langsung telpon Mama-Papa dan Yahku, senangnya bisa memberikan kabar baik buat mereka. “Sudah telpon Yahku…?” komentar Mama setelah bersyukur, “yah Mama, Mama duluan lah baru Yahku“, greget jadinya. Dan ternyata Mama langsung ngasih bocoran ke Yahku, soalnya waktu nelpon, langsung dikasih selamat sama Uchu… he…he…
Begitu si Kasep sampai trus telpon Ibu di Bandung, lalu langsung cari makan… naga-naga di usus sudah pada demo nih. Dan akhirnya kita ke Abuba Steak di Fatmawati. “Ditepatin kan janjinya…” … asal tahu aja, waktu jadwal sidang awalnya direncanakan pada hari sabtu, sayangku itu janji pulang sidang makan di Abuba. Love You!
Sambil makan, sambil cerita dan meng-sms keluarga dan beberapa teman yang dilanjutkan begitu sampai di rumah. Maaf ya, ngabarin-nya malam-malam… setidaknya kalau tidak terbangun itu jadi berita terpagi buat penerimanya
Terima kasih ya Allah, atas rahmat yang Engkau limpahkan bagiku hari ini.
Dikirim: November 29th, 2005 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Serba-serbi | 5 Komentar »
Sabtu-Minggu 26-27 November 2005
- Ceritanya “cooling down”, berhubung hari juga hujan terus **gak nyambung banget gak sih.
Mengerjakan segala sesuatu yang gak ada hubungannya sama tesis. Kerjaan rumah, bikin cah kangkung sama bakwan jagung. Sampai nonton midnight “Zathura” … film-nya bagus, seru, lucu, cerita yang sebenarnya sederhana tapi TOP, moral yang diangkat bagus.
Plus chomp the double cheeseburger -nya McD as my supper …
- … … …
Senin 28 November 2005
- 9:00 WIB : mau telpon sekretariat kayaknya masih kepagian. Kata Tea bentaran lagi aja…
- 10:57 WIB: telpon deh… gak sabaran, mumpung hujan dan terdampar di lab, habis ngajar. **gak nyambung lagi kan.
Akhirnya bicara sama Mbak Rini & Mas Iwan : sidang Selasa besok jadinya aku habis maghrib. Karena Pak Hamam, pembimbingnya Toto (saingan gue :P ) bisanya jam 16:00
- 11:30 – 22:00 WIB : ngasih kabar ke penjuru dunia, mulai dari :
- Yayang, lega deh dia akhirnya istrinya sidang juga
- Mama-Papa (include adek-adek
)
Kata Mama “Kalau orang Jawa bilang hari pasar-mu, …” sambil ngasih buncahan do’a pas aku bilang sidangnya tgl 29 hari Selasa ini habis maghrib pula… kayak lahir aja, cuma beda bulan :D
- Mbak Dina, satu-satunya Riyo perempuan dalam “trah” Riyono Pratikto, yang semester ini juga mau mulai nyusun tesis di Komunikasi Sahid.
ngepas aja, aku lewat ruangannya, eh beliau ini pas keluar ruangannya
- Yahku (Kakek dari Mama), yang nota bene nanyain mulu kapan aku sidang sejak ngasih tau sidang proposal September yang lalu.
“Ayah do’ain terus setiap shalat fajar, jangan lupa ngasih tau, ntar ujiannya sudah tapi Ayah masih do’ain buat sidang lagi …”, katanya setiap kali ketemu aku atau Mama. Makasih do’anya ya Yah…
- Temen-temen yang pada tau aku mau sidang
- Anak PMB, “adek-adek” di pos gue sebelum pindah ke fakultas
- Alni, sepupuku di Singapura, yang lagi hobby curhat lewat YM dan pengen nerusin S2 juga
- Ibu, mertuaku di Bandung, sayang Bapak udah gak ada, kalau masih ada pasti ngasih support juga
- Te Un, Kakak sulung Mama di Padang –ralat sekarang harus dipanggil Ma’ Uwo–
cuma di halo-halo gak kedengaran disana.. sampai sewot tuh kedengeran suaranya. Ke HP-nya Pa’ Uwo juga sama, akhirnya sms dan laporan ke mama aja deh.
Pokoknya semua yang sempat dikasih tau, yang gak/belum pokoknya dari hati yang paling dalem aku minta do’anya yah… Makasih banyak…
- Bikin testimoni buat Toto, ini penting, soalnya dia “saingan terberat” gue… wakakaka
- Minum panadol… ada gejala bakal flu nih
Selasa 29 November 2005
- before 6:00 WIB : pagi-pagi telpon sudah kring-kring, cuma gak sempet diangkat.
Dari Ma’ Uwo , sedikit sewot, kedengeran suaranya di mesin penjawab. Trus Echi nelpon bilang kalau Ma’ Uwo komplain nelpon gak diangkat… kata Mama “balas dendam kali…. ha..ha… semalam gak bisa di telpon..” sambil nyampain titipan doa dari Ma’ Uwo dan Pa’ Uwo
- 6:00 (kurang dikiiiit) WIB : Akhirnya Ma’ Uwo sukses nelpon ke HP-ku… tuh kan sewot waktu masih manggil Te Un –kebiasaaan booo, hampir 25 tahun manggilnya gitu :D Makasih do’anya yah…
- 7:00 WIB : memutuskan untuk tidak ke kampus pagi ini… pengaruh Panadol Night-nya masih berasa boo, ngantuk euy. Plus persiapan buat sidangnya di rumah aja, karena bahan-bahan referensinya di rumah semua
- “Perang” testimoni FS plus YM sama Toto… he..he judulnya saling mencela dan mendo’akan… Good luck buat kita berdua!
Udah ya… beneran mo siap-siap nih… mudah-mudahan lancar, tenang, dan berhasil baik… jadi inget kata Si Kasep sebelum berangkat “sukses yah Yang, aku do’ain terus… … anggap aja pengujinya bunga-bunga yang indah…” **gak nyambung banget kan … :D
Dikirim: November 25th, 2005 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Serba-serbi | Belum Ada Komentar »
Kamis 24 Nov 2005
- menjelang siang : gak sabaran pengen tahu kapan jadinya sidang, telp sekretariat tapi katanya Pak Moedjiono belum sampai di kampus ….
- sekitar 14:00 WIB : penasaran, masak belum sampai sih. Telp sekretariat lagi, dan bicara sama Pak Bandi. Ternyata Pak Moedjiono baru setelah jam 16:00 ke kampus. But… it seems that I can’t do it on this saturday
Di UI ada acara, sehingga semua dosen UI yang rencananya mau diundang rapat dosen sabtu ini (juga) tidak bisa hadir. Rapatnya aja bakal delay. So mungkin disalah satu hari kerja minggu depan. Akan dikabari secepatnya, Pak Bandi’s promise.
Jum’at 25 Nov 2005
- sekitar 10:00 WIB : kok belom di telfon juga yah? telpon ah… yang terima Mas Iwan… katanya rencananya Selasa ini, jam 16:00 cuma, tepatnya gue urutan ke berapa belum tahu…tergantung siapa yang duluan, Pak Hamam atau Pak Marsudi. Pak Marsudi pembimbingku baru mau mereka hubungi. waks. Ya sudah mesen supaya di dahului.
… be prepared girl
Dikirim: November 24th, 2005 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Serba-serbi | 1 Komentar »
Lagi musimnya virus Brontok nih… dan laptopku juga kena imbasnya… Dua hari yang lalu sih masih tenang karena si Norton AV (NAV) bisa mendetect keberadaannya walau gak sepenuhnya sukses membasmi virus ini. Minimal dah masuk daftar Quarantee.
TAPIIIII kemarin sore serangannya bertubi-tubi. Iya sih gak parah sampai nge-restart (the worst thing from Brontok), tapi kan pegel aja harus klik tombol Ok dari virus alert-nya NAV…. mana gak bisa dicuekin lagi, soalnya tuh window alert-nya always on top, nutupin pemandangan GRRR. –Meanwhile aku install NOD32, anti virus rekomendasi dari Dyah, F1 di kampus– mana ngantuk banget lagi…. huuh.
Karena belum selesai dari penderitaan tadi, so pas di jemput yayang diputuskan untuk meneruskan di rumah… having dinner then do the buster work…
Dengan bantuan dan dukungan suami tercinta –yang ikutan install NOD32 di kompie-nya dan melakukan analisa atas anti virus ini– akhirnya selesai juga membersihkan Brontok, plus memproteksi laptop dari kemungkinan serangan Brontok selanjutnya di kampus besok. Juga selesai meng-uninstall NAV yang memang sangat berat dibandingin NOD32. Yup, NOD32 sangat lebih enteng dari NAV, bisa ngasih alert via email lagi…
So semalam akhirnya NAV2005 yang selama ini jadi andalan kita, diuninstall dari kehidupan kompie kita, mungkin untuk selamanya. Tapi gak tau juga deh kalau NAV2006 muncul dan ternyata memberikan fasilitas yang menjanjikan :P
BYE BYE NAV…
Dikirim: November 24th, 2005 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Kenangan | 8 Komentar »
10 tahun! …… Tak terasa sudah 10 tahun saya melewati tanggal 24 November….. wah sudah 10 berkeluarga? Tidak juga…. 10 tahun itu terdiri dari 4 tahun 7 bulan 14 hari pacaran dan 5 tahun 4 bulan 15 hari jadi istri sang mantan pacar
Sangat banyak yang terjadi dan berubah dalam kurun waktu selama itu…… kesenangan dan kerikil-kerikil kecil yang menghiasi hidup kami berdua. Dan Alhamdulillah kerikil-kerikil kecil tersebut dapat kami jadikan pasir lembut yang halus disepanjang jalan kehidupan yang kami pijak. Mudah-mudahan begitu selamanya, Amin.
Banyak hal yang berubah disekeliling kami, harga tiket bioskop, harga McDonald, ongkos angkot, ongkos Patas AC, tempat ngumpul dengan teman, komunitas, kegiatan, banyak hal… Era telpon umum, era pager, sampai era handphone dan internet
Kami juga berubah, timbanganku yang tidak pernah lebih dari angka 36-37-38kg perlahan melampaui angka 45-50 kg he…he…he jadi ndut (sedikiiit). Sedang dia juga tak mau kalah menaikkan bobot pada range 5-10kg dari timbangan awalnya…
Ada juga yang sudah hilang dari peredaran… rumah makan Bu Inah, depan kampus, tempat kita jadian sekarang sudah berubah menjadi tempat fotocopy King, yang sebelumnya berada disebelahnya. Wah kita gak bisa nostalgia di meja 12 kita nih …
“Taman tengah”, “kelurahan”, “kelas unit 2″, Kantin Bude, tempat nasi uduk, tempat nasi goreng “Duk-duk” Arema, juga sudah lenyap dari tempatnya semula…
Kok tanggal 24 yang dirayakan? Bukannya hari pernikahan…. Jangan salah kita merayakan semuanya…, bahkan kalau perlu setiap hari yang ada kami rayakan… Just make our life full of extraordinary things… make us bearing everythings we have, we do, we get, we give to each other.
Selamat “tanggal 24″ Yang, masih ingat hujan-hujan ada yang menunggu jawaban dari lagu ciptaannya. Masih ingat semua cerita menjelang tanggal 24, masih ingat pasukan teman-temanmu yang sok tahu kirim-kirim salam padahal kamu gak tau dan gak nyuruh. Masih ingat kamu cerita bahwa sebelumnya kamu pernah meramalkan sesuatu buatku dan itu jadi kenyataan…
Masih ingat pertama kali nonton dan kamu gak suka kalau aku pakai “baju SMA” itu lagi. Masih ingat ada yang hampir percaya sama “rumah bengkel”, masih ingat ada yang tiba-tiba nganterin foto ukuran 10R… trus ternyata ada kembarannya. Masih ingat ada yang disuguhin indomie hangat sama bakal calon mertuanya waktu nganterin pulang. Masih ingat sekian banyak orang bilang kita mirip kayak adek kakak, …sampai sekarang aku masih heran dimana miripnya? Cakepan aku lagi dari pada kamu :D
Masih ingat sama adek-adek yang dulu masih sepitil minil dan cengeng sekarang sudah pada besar dan menjulang tinggi. Masih ingat ada yang ikutan bebenah waktu ulang tahun adek. Masih ingat ada yang kepanasan jalan jauh banget ke Ulujami gara-gara salah turun bis cuma karena kangen sama pacarnya plus mau ngasih ikat rambut bagus yang dibeli di Bekasi. Masih ingat ada yang sakit di kost-an trus dijenguk dan malamnya dipaksa kedokter di sebelah rumah , masih ingat ada yang subuh-subuh muncul di rumah waktu aku keracunan rajungan, … ingat…ingat…ingat…
Sekali lagi selamat tanggal 24, sangat banyak yang dapat diingat dari 10 tahun ini, terlampau banyak untuk dituliskan tapi rasanya masih terlalu sedikit untuk selalu kita kenang. Mudah-mudahan kita dapat melewati tanggal 24 puluhan tahun yang akan datang dengan sesuatu yang lebih indah dari sebelumnya.
Amo te
Dikirim: November 22nd, 2005 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Kenangan | 7 Komentar »
Bapak…… begitu saya menyebutnya… dari pertama kali bertemu, menjadi menantunya sampai akhirnya beliau berpulang 30 Oktober 2005 yang lalu.
Sosok ramah yang tenang dengan postur tubuh berisi dan senyum simpulnya yang simpatik. Jauh dari kesan menakutkan bagi seorang bakal calon menantu saat pertama kali bertemu. Justru suasana “welcome” yang porsinya untuk menantu yang beliau dan istrinya berikan. Wah selangit rasanya……
Interaksi selanjutnya biasanya via telfon atau saat kunjungan ke Bandung… Selalu ada yang dibincangkan, segala hal, bahkan lelucon…… Dengan pembawaan yang tenang dan teratur berkolaborasi dengan istrinya yang gesit dan random saat kita berkumpul membahas segala sesuatu. Walau kadang terlihat “berebut” untuk unjuk bicara dengan menantu si bungsunya ini :D
Selalu senang hati saat menceritakan atau memperlihatkan koleksi-koleksi masa mudanya… buku, tulisan, uang kuno, foto, cerita, bahkan lelucon. Bahkan saat sakit selama 3,5 tahun akibat stroke, Bapak masih suka melucu walau susah payah kami memahami ucapannya yang pelo.
Lelucon terakhir yang membuatnya geli sendiri, saat kita membahas serangga kecil yang gemar berada didekat nasi atau tapai singkong sembari Bapak menghabiskan makan malamnya. Leburan etnik Jawa, Sunda dengan menantunya dari Padang ini saat menyebutkan nama serangga tersebut membuatnya tertawa terpingkal-pingkal… Mrutu, si serangga disebut Age dalam bahasa Padang. Sekonyong-konyong Bapak mengingat bahwa ada kerabat yang dipanggil Aghe, “…berarti sama dengan Mrutu” gumamnya terbahak…… Bahkan esok paginya dan kemudian setiap saat Bapak teringat, pasti gelaknya akan terbit terbahak.
Satu lagi yang rasanya tidak akan terlupakan dari Bapak. Kebiasaannya melepas anak menantunya pulang setelah berkumpul di Bandung. Lengkap dengan topi kupluk merah biru andalannya untuk menahan dingin akibat rambut putihnya yang sudah sangat menipis. Dengan setia Bapak pasti akan menunggu di jalan depan rumahnya, di ketinggian Jl. Sosiologi yang buntu, sampai kami tiba di perempatan jalan yang menurun dan hilang dari pandangannya.
Dan setiap kali kami menoleh untuk memastikan tebakan kami bahwa Bapak sudah masuk ke dalam rumah, pasti beliau langsung melambaikan tangan sambil tersenyum. Kadang, tebakan kami benar, tapi mungkin Bapak lebih cepat masuk rumah karena panggilan Ibu, karena ada telfon atau mungkin alasan lainnya yang menyebabkan “upacara” tersebut harus selesai.
Bapak … sampai saat terakhir sebelum kafannya ditutup, masih menampilkan wajah yang tenang dan ramah. Walau bobot tubuhnya menjadi ringkih sehingga garis wajahnya menjadi tirus, namun guratan senyum khasnya masih membayang dalam tidurnya yang damai. Ya, Bapak meninggalkan kami tanpa menunjukkan kesan sakit yang menderanya, tapi seolah tertidur lelap dalam buaian mimpi yang indah.
Selamat jalan Pak……
Recent Comments