Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Sambal Ati Masak Hidup

Dikirim: December 19th, 2005 | Oleh: | Kategori: Hobi, Serba-serbi | 6 Komentar »

Hari ini pulang duluan, biasanya kan nunggu di jemput yayang. Sampai rumah pengen masak apa yah? Di kulkas ada hati sapi, hmm biasanya sih dibikin “Hati masak hidup” seperti buatan mama, tinggal pilih pakai cabai hijau atau gak.

Periksa kulkas, ternyata cuma ada cabe merah giling *-:) *-:) enak kali yah cabe hijaunya diganti cabe merah, tapi cara masaknya harus dimodifikasi dikit nih, supaya cabai merahnya benar-benar masak. ;)

Bumbu dasar tetap bawang putih, garam dan minyak. Karena kali ini pakai cabai merah, maka bumbu-bumbu harus ditumis dulu, ditambah daun jeruk supaya wangi, kan yang ini pakai cabe merah. Begitu cabe merahnya sudah masak *gak kecium bau pedesnya gituu* baru potongan hati sapinya dimasukkan. Kasih sedikit gula pasir dan royco.

Aduk sebentar, baru deh dimasak hidup! Tumisan bahan-bahan tadi dikasih air sampai terendam semua dan ditambahkan sedikit minyak goreng. Biarkan mendidih sampai bumbu meresap dan airnya mengering, sehingga tinggal minyak gorengnya yang akan “menggoreng” masakan. Hmmmmm!

Begitu suami pulang langsung nanya dia…”Masak apa Yang? laper nih!” :P * tau aja dimasakin masakan enak *

Dan apa komentar juri kita kali ini ? Kata yayang ini lebih seru dibandingkan Hati Masak Hidup yang biasa :D Tapi tumben nih gak nanyain namanya, biasanya aku harus ngasih nama semua masakan yang dibikin. hi…hi… ntar kalau ditanya aku bilangin deh namanya Sambal Ati Masak Hidup , soalnya pakai cabe merah :))


Narnia

Dikirim: December 19th, 2005 | Oleh: | Kategori: Hobi, Serba-serbi | 3 Komentar »

Nonton lagi nih semalam… film The Chronicles of Narnia yang sebenarnya sudah pengen ditonton sebelum King Kong. Hmmm, singanya keren! ** I love Lion!! :D

Kisah tentang 4 orang anak yang dimulai saat mereka diungsikan dan dititipkan ke rumah seorang profesor karena perang. Peter si sulung, Susan yang pesimis, Edmund yang bersikap memberontak terhadap kakak-kakaknya dan Lucy si bungsu.

Petualangan di negeri Narnia yang beku ini dimulai saat Lucy bersembunyi di sebuah lemari pakaian (wardrobe) dalam sebuah kamar di lantai atas. Ternyata lemari tersebut merupakan portal ke Narnia. Lucy bertemu seorang fraun (manusia berkaki kuda) bernama Mr. Tumnus. Ia merasa sangat senang mendapatkan teman baru walaupun sebenarnya Mr. Tumnus sempat berniat buruk terhadapnya.

Suatu malam, Edmund tidak sengaja melihat Lucy masuk kembali ke dalam lemari tersebut, dan ia mengikutinya. Sayangnya Edmund tidak menemukan Lucy, ia malah berpapasan dan berbincang dengan Ratu Narnia yang ternyata adalah Penyihir Putih yang jahat. Penyihir tersebut mengelabui Edmund untuk membawa seluruh saudaranya kepadanya dengan imbalan akan menjadikan Edmund raja.

Akhirnya suatu hari setelah tak sengaja memecahkan kaca dan merusak patung baju zirah, keempat Pevensie bersaudara tersebut bersembunyi di dalam lemari, masuk ke Narnia. Lucy membawa mereka ke kediaman Mr. Tumnus, namun kaki tangan Penyihir Putih telah menangkapnya. Ditengah kebingungan mereka, Mr. Beaver, seekor berang-berang yang dapat berbicara menceritakan semua yang terjadi dan membawa mereka ke kediamannya. Ternyata, raja Narnia yang sebenarnya adalah Aslan yang saat ini sedang menghimpun kekuatan untuk menggulingkan Penyihir Putih. Dan keempat bersaudara itu adalah penyelamat Narnia, seperti yang telah diramalkan. Namun sayang, diam-diam, Edmund yang sudah terpengaruh, pergi menemui Ratu Narnia. Di istana Edmund akhirnya menyadari bahwa ia telah terperdaya oleh Penyihir Putih dan kini ia menjadi tawanan!

Dapatkah Edmund diselamatkan oleh saudara-saudaranya? Bagaimana usaha Aslan mengembalikan Narnia ke kehidupan yang damai seperti 100 tahun yang lalu? Apakah keempat Pevensie bersaudara selamanya terjebak di Narnia? Wah jawabannya ada dalam film ini. Film yang sangat bagus, animasinya sangat sempurna menampilkan figur hewan-hewan seperti aslinya. Kepahlawanan, kehidupan bersaudara yang sangat alami, kisah heroik yang memikat diselingi dengan kelucuan-kelucuan yang segar tersaji memikat sepanjang film berdurasi sekitar 2,5 jam ini.

Duuuh, jadi pengen koleksi buku-bukunya!!! :D