Angku ‘Aji
Dikirim: January 9th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Kenangan | 1 Komentar »Abdullah… itu nama kakek dari sepupuku, dan saya sejak kecil memanggilnya Angku ‘Aji (Karena dulu satu-satunya Angku/kakek yang sudah naik haji) atau Angku Radio Dalam (karena sepanjang hayatnya beliau tinggal di Radio Dalam). Ya Angku ‘Aji sebelum menjadi mertua dari Om Jang, adeknya Mama, sebenarnya memang ada hubungan keluarga dengan kami.
Semalam, 8 Januari 2005 beliau meninggal dunia pada pukul 21.15 WIB, dilepas oleh keempat anaknya beserta cucu-cucunya. Om Jang kebetulan alhamdulillah sedang menunaikan rukun Islam yang ke-5, sedang istrinya sudah menunaikan setahun yang lalu.
Saat saya dan suami melayat pagi tadi, tampak almarhum seperti orang yang sedang tidur dengan sangat nyenyak, tenang dan damai… seperti almarhum mertuaku hiks… jadi inget Bapak
Tanteku bilang tidak ada firasat apa-apa…, semalam Angku malah menghabiskan teh botol (bahkan menanyakan berapa harga teh botol sekarang) dan sepiring nasi goreng.
Mengingat Angku ‘Aji adalah mengingat sesosok kurus yang tinggi berpeci yang mengendarai sepeda kumbang besar kemanapun ia pergi. Kegemarannya memakai kaos oblong Swan dengan celana hitam atau sarung. Dulu jika mampir ke rumah, saat sedang tidak menjaga tokonya di Pasar Mayestik, pasti dengan sepeda kesayangannya itu.
Kadang Angku datang sambil membawa jambu air yang berbuah lebat di rumahnya. Kalau kami berkunjung kesana, pasti ada acara menjolok jambu dengan bambu berjaring kain buatannya, seperti ring basket. Hmmm, manis dan segar!
Angku juga memiliki kegemaran merokok daun enau… sejumput tembakau digulung dalam daun enau menjadi lintingan kecil. Dan dulu kita pasti dapat jatah “merokok” satu batang dari angku… merokok daun enaunya saja
… wah dulu rasanya gaya banget… padahal setelah beberapa detik “rokok” kami dinyalakan, pasti rokoknya mati :P
Kenangan rokok enau ternyata bukan hanya milik saya dan adek-adek… ternyata sepupuku di Kumango juga memiliki kenangan yang serupa. Saya baru tahu setelah chatting dengan Alni yang ada di Singapura barusan:
Yuliazmi (1/9/2006 9:05:39 PM): Dek, ada kabar duka, inget sama angku Haji yg di radio dalam?
Yuliazmi (1/9/2006 9:06:08 PM): beliau meninggal semalam jam 21.15 .. dan dimakamkan tadi siang
Alni (1/9/2006 9:07:00 PM): iya
Alni (1/9/2006 9:07:03 PM): uda adi tadi sms
Alni (1/9/2006 9:07:10 PM): angku robi…
Alni (1/9/2006 9:07:36 PM): *alni manggil beliau angku robi* dan sampai alni ke jakarta kemaren beliau masih inget
Yuliazmi (1/9/2006 9:07:37 PM): kok robi?
Alni (1/9/2006 9:07:55 PM): iyaa, alni yg manggil begitu waktu kecil2
Alni (1/9/2006 9:08:17 PM): soalnya kalau ada sesuatu yg aneh beliau bilang ” Ya Robbi…”
Yuliazmi (1/9/2006 9:08:35 PM):
Yuliazmi (1/9/2006 9:08:45 PM): anak kecil sekalii…
Alni (1/9/2006 9:09:58 PM): iya…dan beliau jadi selalu inget tiap pulang bilang ” Maa cucu si Robbi”
Yuliazmi (1/9/2006 9:10:25 PM): iya tadi pagi ulli sama mas riyo melayat…. seperti orang tidur saja… tenang, seperti waktu bapak almarhum meninggal
Alni (1/9/2006 9:11:03 PM): iya…alni sempat kaget bentar juga di sms uda…kerasa ada yg hilang, jd inget yg lama2
Alni (1/9/2006 9:11:26 PM): beliau kan yg paling sering pulang, paling deket sama kita, paling sering bagi rokok daun enaunya
Alni (1/9/2006 9:11:43 PM): kita berempat, di kasi rokok sejak kecil
Yuliazmi (1/9/2006 9:11:50 PM): iya…. dulu aku juga suka ngerokok nya angku
Yuliazmi (1/9/2006 9:12:04 PM): bukannya daun jagung yak ??
Alni (1/9/2006 9:12:10 PM): bukan
Alni (1/9/2006 9:12:12 PM): daun anau
Alni (1/9/2006 9:13:40 PM): rokok daun anau
Alni (1/9/2006 9:13:51 PM): kalau angku sih di gulung2 trus di isi tembakau
Alni (1/9/2006 9:14:04 PM): tapi kalau buat kita di kasi daun anau nya aja
Yuliazmi (1/9/2006 9:14:10 PM): emang :D
Yuliazmi (1/9/2006 9:14:28 PM): dulu kayaknya gaya banget ngerokok :P
Yuliazmi (1/9/2006 9:15:22 PM): kalau ke seskoal… biasanya naik sepeda besarnya… kayaknya unik aja gitu….
Alni (1/9/2006 9:15:52 PM): sampai kapan angku masih sepeda2an?
Yuliazmi (1/9/2006 9:15:55 PM): trus kadang bawa jambu air… hasil metik pake jaring kain buatannya
Alni (1/9/2006 9:16:05 PM): iya…angku suka yg begitu2
Alni (1/9/2006 9:16:13 PM): jadinya deket kalo sama cucu2
Yuliazmi (1/9/2006 9:16:27 PM): mmmmm, lupa… kayaknya th 2000 kali ya
Yuliazmi (1/9/2006 9:17:02 PM): tapi kadang kita serem juga sih sm angku…. kayaknya tampangnya gimanaaaa gitu…. apalagi klo lagi serius
Yuliazmi (1/9/2006 9:17:14 PM): tapi kalau ketawa… lucu terkekeh2
Alni (1/9/2006 9:18:23 PM): iya
Ya, saya waktu kecil kadang agak seram melihat sosok Angku, bukan karena orangnya menyeramkan. Angku adalah sosok yang saat serius menjadi tegas dan tak dapat ditawar dan bila ada yang tidak biasa pasti berguman “Ya, Robbi…” dengan intonasi yang khas. Namun saat santai, beliau sanggup bergurau dengan tawa dan senyumnya yang khas.
Angku adalah sosok seorang kakek yang ulet, pedagang yang giat dan berhasil serta mandiri hingga akhir hayatnya. Selamat jalan Angku…
berkomentar pada jam 6:08 am
tanggal 10 January 2006
Selamat jalan angku…tapi sosok angku kayaknya akan melekat selama2nya buat kita. Unik.