Kemuliaan Seorang Tua Dibalik Sebuah Burger
Dikirim: January 16th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Renungan | 5 Komentar »Tadi sore saya dan suami mencoba ikutan antri untuk mencicipi Blenger Burger yang menurut referensi rasanya lezat hingga siapapun ketagihan… Memang, begitu kami sampai di perempatan Bintaro dari arah kolam renang, antrian sudah mengusik pandangan. Diantara mereka yang antri, ada seorang bapak tua ikut melongok antusias ke arah kedai burger yang ada dipojok area jajanan tersebut, seorang bapak penjual pisang.
Saya gak perlu menceritakan kronologis yang terjadi… yayang sudah posting tentang itu lebih dulu di catatan-nya. Saya cuma mau cerita bahwa ternyata masih tersisa kemuliaan di Jakarta yang semakin tak acuh ini. Sosok seseorang yang mungkin kerap tak teracuhkan oleh kita, ternyata masih memiliki kemuliaan harga diri. Tidak mau hanya sekedar menerima, beliau ikhlas memberikan barang dagangannya yang terbaik kepada kami.
Mengapa saya yakin beliau memberikan yang terbaik…, karena saya tak sengaja melihatnya mempertimbangkan sesuatu …, sebelum beberapa menit kemudian menyodorkan dengan tulus sebuah bungkusan kepada suami saya. Kami tidak tahu, apakah hari ini langkahnya berjualan baru dimulai atau hampir selesai, kami tidak tahu… sudah berapa banyak dagangannya yang laku atau belum sama sekali. Tapi kami yakin, bahwa beliau mengikhlaskan apa yang semestinya menopang hidup keluarganya, untuk sesuatu yang bagi kebanyakan orang mungkin hanya menjadi kudapan selingan sebelum makan. Dan kami tak akan tega menerimanya.
… …
Dan bapak itu berlalu entah kemana, membiarkan burger tersebut tergeletak aman dalam pikulannya. Kami rasa pasti beliau tergesa-gesa membawanya pulang untuk keluarganya, mungkin istrinya, mungkin anaknya atau mungkin cucunya. Kemuliaan seorang bapak tua penjual pisang yang ingat untuk berbagi dengan keluarganya, tak mau egois menikmati apa yang diimpikannya sore ini.
Terima kasih Bapak tua, telah mengingatkan kami indahnya sesuatu yang dengan tulus dinikmati bersama orang-orang tercinta. Terima kasih telah membukakan mata kami betapa kemuliaan Allah terpancar dari dalam hatimu.
berkomentar pada jam 10:47 am
tanggal 18 January 2006
hiks.. hiks.. waktu di JKT kaga sempet ngerasain.. padahal deket rumah.. males banget antriannya panjaaaaang.. mudah² lain kali sempet
berkomentar pada jam 3:53 pm
tanggal 8 February 2006
jadi penasaran nih sama Blenger Burger
di bintaronya sebelah mana mbak? kalo di blom M dimananya
btw, salam kenal ya mbak dari kel blogfam
berkomentar pada jam 5:02 pm
tanggal 8 February 2006
Salam kenal juga Linda.
Blenger Burger Bintaro ada diperempatan sektor 2, dipertemuan dr jalan masuk utama (yang ada Bank Mandiri) dengan jalan dari arah kolam renang. Posisinya dikiri jalan setelah perempatan (kalau dr arah jl. Kesehatan) jam 5-an dah abis.
Kalau yang di Blok M aku ndak tahu.
berkomentar pada jam 10:46 pm
tanggal 6 April 2006
deket ama Papa’s Kitchen gak…???
berkomentar pada jam 12:27 am
tanggal 11 April 2006
Mbak Hera…, setelah Papa’s Kitchen, di perempatan dari arah kolam renang belok kanan **saya baru aja ngeh lokasi Papa’s Kitchen itu depannya kolam renang :D