Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Heran Mode On

Dikirim: January 12th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: HMOn, Serba-serbi | 6 Komentar »

Setelah sekian lama didiamkan hari ini saya sudah gak tahan lagi *kayak sinetron aja :p *

Mulai hari ini saya memutuskan untuk membuat kategori baru: namanya HMOn a.k.a Heran Mode ON! soalnya saya selalu terheran-heran, sebel, gelo, gak habis pikir sambil garuk-garuk kepala yang tentu saja tidak gatal –dan sejenisnya– akan kejadian, kondisi, atau apapun yang ada disekitar saya.

Dan berhubung simpanan HMOn saya sudah over loaded, so hari ini saya kukuhkan sebagai hari lahir kategori HMOn ;))

available soon : HMOn posting, don’t miss it :p

update: PS: HMOn itu untuk segala hal yang bikin saya “heran” dalam segala versi


If You’re Not The One

Dikirim: January 11th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Hobi | 5 Komentar »

Artist  Daniel Bedingfield
Album  Maid in Manhattan

If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does
your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all

I never know what the future brings
But I know you are here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?

If I don’t need you then why am I crying on my bed?
If I don’t need you then why does your name resound in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim my life?
If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?

I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay in your arms?

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
And know my heart is by your side

I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I

 


Angku ‘Aji

Dikirim: January 9th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Kenangan | 1 Komentar »

Abdullah… itu nama kakek dari sepupuku, dan saya sejak kecil memanggilnya Angku ‘Aji (Karena dulu satu-satunya Angku/kakek yang sudah naik haji) atau Angku Radio Dalam (karena sepanjang hayatnya beliau tinggal di Radio Dalam). Ya Angku ‘Aji sebelum menjadi mertua dari Om Jang, adeknya Mama, sebenarnya memang ada hubungan keluarga dengan kami.

Semalam, 8 Januari 2005 beliau meninggal dunia pada pukul 21.15 WIB, dilepas oleh keempat anaknya beserta cucu-cucunya. Om Jang kebetulan alhamdulillah sedang menunaikan rukun Islam yang ke-5, sedang istrinya sudah menunaikan setahun yang lalu.

Saat saya dan suami melayat pagi tadi, tampak almarhum seperti orang yang sedang tidur dengan sangat nyenyak, tenang dan damai… seperti almarhum mertuaku hiks… jadi inget Bapak :( Tanteku bilang tidak ada firasat apa-apa…, semalam Angku malah menghabiskan teh botol (bahkan menanyakan berapa harga teh botol sekarang) dan sepiring nasi goreng.

Mengingat Angku ‘Aji adalah mengingat sesosok kurus yang tinggi berpeci yang mengendarai sepeda kumbang besar kemanapun ia pergi. Kegemarannya memakai kaos oblong Swan dengan celana hitam atau sarung. Dulu jika mampir ke rumah, saat sedang tidak menjaga tokonya di Pasar Mayestik, pasti dengan sepeda kesayangannya itu.

Kadang Angku datang sambil membawa jambu air yang berbuah lebat di rumahnya. Kalau kami berkunjung kesana, pasti ada acara menjolok jambu dengan bambu berjaring kain buatannya, seperti ring basket. Hmmm, manis dan segar! =P~

Angku juga memiliki kegemaran merokok daun enau… sejumput tembakau digulung dalam daun enau menjadi lintingan kecil. Dan dulu kita pasti dapat jatah “merokok” satu batang dari angku… merokok daun enaunya saja :) … wah dulu rasanya gaya banget… padahal setelah beberapa detik “rokok” kami dinyalakan, pasti rokoknya mati :P

Kenangan rokok enau ternyata bukan hanya milik saya dan adek-adek… ternyata sepupuku di Kumango juga memiliki kenangan yang serupa. Saya baru tahu setelah chatting dengan Alni yang ada di Singapura barusan:

    Yuliazmi (1/9/2006 9:05:39 PM): Dek, ada kabar duka, inget sama angku Haji yg di radio dalam?
    Yuliazmi (1/9/2006 9:06:08 PM): beliau meninggal semalam jam 21.15 .. dan dimakamkan tadi siang
    Alni (1/9/2006 9:07:00 PM): iya
    Alni (1/9/2006 9:07:03 PM): uda adi tadi sms
    Alni (1/9/2006 9:07:10 PM): angku robi…
    Alni (1/9/2006 9:07:36 PM): *alni manggil beliau angku robi* dan sampai alni ke jakarta kemaren beliau masih inget
    Yuliazmi (1/9/2006 9:07:37 PM): kok robi?
    Alni (1/9/2006 9:07:55 PM): iyaa, alni yg manggil begitu waktu kecil2
    Alni (1/9/2006 9:08:17 PM): soalnya kalau ada sesuatu yg aneh beliau bilang ” Ya Robbi…”
    Yuliazmi (1/9/2006 9:08:35 PM): :))
    Yuliazmi (1/9/2006 9:08:45 PM): anak kecil sekalii…
    Alni (1/9/2006 9:09:58 PM): iya…dan beliau jadi selalu inget tiap pulang bilang ” Maa cucu si Robbi”
    Yuliazmi (1/9/2006 9:10:25 PM): iya tadi pagi ulli sama mas riyo melayat…. seperti orang tidur saja… tenang, seperti waktu bapak almarhum meninggal :(
    Alni (1/9/2006 9:11:03 PM): iya…alni sempat kaget bentar juga di sms uda…kerasa ada yg hilang, jd inget yg lama2 :)
    Alni (1/9/2006 9:11:26 PM): beliau kan yg paling sering pulang, paling deket sama kita, paling sering bagi rokok daun enaunya
    Alni (1/9/2006 9:11:43 PM): kita berempat, di kasi rokok sejak kecil
    Yuliazmi (1/9/2006 9:11:50 PM): iya…. dulu aku juga suka ngerokok nya angku
    Yuliazmi (1/9/2006 9:12:04 PM): bukannya daun jagung yak ??
    Alni (1/9/2006 9:12:10 PM): bukan
    Alni (1/9/2006 9:12:12 PM): daun anau
    Alni (1/9/2006 9:13:40 PM): rokok daun anau
    Alni (1/9/2006 9:13:51 PM): kalau angku sih di gulung2 trus di isi tembakau
    Alni (1/9/2006 9:14:04 PM): tapi kalau buat kita di kasi daun anau nya aja
    Yuliazmi (1/9/2006 9:14:10 PM): emang :D
    Yuliazmi (1/9/2006 9:14:28 PM): dulu kayaknya gaya banget ngerokok :P
    Yuliazmi (1/9/2006 9:15:22 PM): kalau ke seskoal… biasanya naik sepeda besarnya… kayaknya unik aja gitu….
    Alni (1/9/2006 9:15:52 PM): sampai kapan angku masih sepeda2an?
    Yuliazmi (1/9/2006 9:15:55 PM): trus kadang bawa jambu air… hasil metik pake jaring kain buatannya
    Alni (1/9/2006 9:16:05 PM): iya…angku suka yg begitu2
    Alni (1/9/2006 9:16:13 PM): jadinya deket kalo sama cucu2
    Yuliazmi (1/9/2006 9:16:27 PM): mmmmm, lupa… kayaknya th 2000 kali ya
    Yuliazmi (1/9/2006 9:17:02 PM): tapi kadang kita serem juga sih sm angku…. kayaknya tampangnya gimanaaaa gitu…. apalagi klo lagi serius
    Yuliazmi (1/9/2006 9:17:14 PM): tapi kalau ketawa… lucu terkekeh2
    Alni (1/9/2006 9:18:23 PM): iya

Ya, saya waktu kecil kadang agak seram melihat sosok Angku, bukan karena orangnya menyeramkan. Angku adalah sosok yang saat serius menjadi tegas dan tak dapat ditawar dan bila ada yang tidak biasa pasti berguman “Ya, Robbi…” dengan intonasi yang khas. Namun saat santai, beliau sanggup bergurau dengan tawa dan senyumnya yang khas.

Angku adalah sosok seorang kakek yang ulet, pedagang yang giat dan berhasil serta mandiri hingga akhir hayatnya. Selamat jalan Angku…


Baca Buku: The Da Vinci Code

Dikirim: January 8th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi | 6 Komentar »

Pfffff… #:-Sakhirnya semalam saya selesai membaca The Da Vinci Code karangan Dan Brown. Padahal mulai dibaca sejak saya selesai baca Angels and Demons, tapi dihentikan selama jungkir-balik dengan urusan tesis dll.

Dan Brown dengan tokoh utama Robert Langdon tetap menyeret kita dalam bab-bab singkat yang penuh misteri dan kejutan. Dimulai dengan serangkaian pembunuhan di suatu malam di Paris yang meninggalkan jejak pesan sandi dalam bentuk yang sangat tidak biasa! Kejadian yang mempertemukan Langdon dengan kriptografer cantik bermata hijau bernama Sophie Neveu.

Kisah selanjutnya, adalah perburuan “harta” tak ternilai diantara kejaran polisi dan sosok hantu pucat. Dalam setiap detik yang mengancam nyawa, satu persatu teka-teki dan misteri datang lalu terungkap atau bahkan kian mencekam. Ritual upacara kuno, ksatria dari bangsawan Inggris dan pencarian makam yang dipandu batu kunci penuh teka-teki, keluarga yang hilang, semua terangkai sempurna.

Juga penjelasan yang selalu menghasilkan seruan “Oh, ternyata… “, “Ya ampun..!” dan sejenisnya tentang karya-karya Leonarno Da Vinci… diantaranya Monalisa dan The Last Supper. Dan gara-gara saya penasaran melihat dua karya tersebut, akhirnya menginspirasikan yayang untuk bereksperimen dengan lukisan Monalisa… dan hasilnya tidak terduga! :-o

Ya, sangat banyak hal yang tidak terduga dalam novel #1 International Bestseller ini. Penasaran nunggu filmnya dirilis :-?

Yang… ibu dah selesai bacanya tuh,… berarti dibeliin Narnia dong ;;) \:d/


Teman Tapi Saingan, buat Strategi

Dikirim: January 7th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Serba-serbi | 3 Komentar »

Hari ini punya rencana pergi ke suatu tempat, dan suami mengingatkan untuk cek dan ricek dulu. So saya telpon sebuah tempat dan seseorang, sebut aja TTS (Teman Tapi Saingan, * emang cuman Ratu aja yang punya teman :p * ) wah gak diangkat… lihat Y!M-nya offline dooh, telpon lagi… nuuuuuut… akhirnya diangkat…

    TTS: Halo
    Saya: “Halo… loe tu yee, kok gak diangkat…”
    TTS: “Eee, siapa nih…”

    Gubrak, pasti itu HP masih error… #-o

    Saya: “Ini gueeeee…, bla..bla…”

    TTS: “* cekikikan* oh elu…, abis masih error nih… gak gue angkat, paling kalau perlu pasti nelpon lagi… “

    Rese :P

    Lalu pembicaraan yang seru tentang proyek tersebut, lengkap dengan kronologis dan bumbu-bumbu seadanya.

    TTS: “… jadi itu elu…bla bla bla… “

    Bla…bla bla bla… hihihi… bla bla bla…

    Saya: “… pokoknya loe harus …gue insist! karena teman gue ngasih kabar… gue pengen tau konsistensinya…”
    TTS: “… Ok deh, minggu ini gue urus… loe kasih gue aja apa yang mau loe konfirmasiin juga … ntar sekalian sama pertanyaan-pertanyaan gue…”

    lalu penyusunan strategi untuk minggu ini…

    Saya: “Ok … ntar gue kirim… bye”

Dan, saya gak jadi pergi ke suatu tempat hari ini. Hmm, tinggal nunggu hasil …


Baca Buku: Mantra

Dikirim: January 5th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi, Renungan, Serba-serbi | 10 Komentar »

Malam ini akhirnya saya benar-benar selesai membaca buah pena karya Mentalist Indonesia Deddy Corbuzier. Buku yang kita beli tanggal 8 November 2005 ini, walaupun berjudul Mantra, tapi jauh dari hal-hal magic yang umumnya dikaitkan dengan pesulap.

Sebenarnya saya sudah selesai membaca bagian inti dari buku ini pada awal Desember 2005 lalu. Di kereta, diperjalanan Jakarta-Bandung untuk berkumpul di 40-hari wafatnya almarhum Bapak. Sedangkan bagian penutup masih tersisa beberapa puluh lembar untuk dibaca.

… …

Buku ini menurut Deddy merupakan kumpulan dari konsep psikologi dalam berkomunikasi. Ya! saya mendapatkan banyak wawasan baru dalam berkomunikasi. Dalam bahasa yang mudah dicerna, contoh-contoh yang tepat dan gaya penuturan yang menyenangkan. Liguistic Deception Art dan Body Perception adalah Mantra menurut Deddy.

Deddy juga menghadiahkan pembacanya dengan cerpen pembuka  yang menyenangkan, berlatar belakang zaman kerajaan. Dan sebagai bagian akhir dari Mantra ini adalah DIVKA … sebuah cuplikan pembicaraan Deddy dengan sesosok yang selalu penuh dengan jawaban.

Di bagian DIVKA ini dibagi menjadi beberapa segment yang diawali kata-kata bijak yang menurut saya sangat mendalam artinya:

  • Segala sesuatu yang tidak dimengerti manusia adalah sebuah misteri, dan misteri adalah awal dari segala perjalanan…
  • Semua pertanyaan akan terjawab berdasarkan pikiran. Mulailah berpikir… Jawablah pertanyaan itu…
  • Awal dari segalanya berpulang pada satu hal, dan kesatuan menciptakan segalanya…
  • Bergerak… kita harus bergerak
  • Tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. Terkadang jawaban yang baik adalah dengan mendiamkan pertanyaan itu…
  • Ketika manusia percaya, segala sesuatu akan terbentuk mengikuti apa yana dipercayainya…
  • Cangkir yang berguna adalah cangkir yang masih kosong dan belum terisi…
  • Air… mengalirlah seperti air…

Hmm, tertarik…? tenang saya gak akan menulis lebih banyak, dari pada nanti dimarahin Deddy gara-gara rangkuman saya mengurangi penjualan Mantra :D

Penasaran? … ho…ho…ho, saya aja akan membaca lagi buku ini saat diperlukan. Jadi selamat membeli dan membacanya ;)


Kata Pertama

Dikirim: January 5th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary | 2 Komentar »

Kata pertama… biasanya adalah topik yang jadi hak milik seorang bayi dalam perjalanan bercelotehnya. Tapi berhubung sampai detik ini saya dan suami belum juga dikaruniai anak, jadi posting ini gak ada hubungannya dengan bayi. *hiks, pengen cepat2 punya giliran posting kata pertama si kecil :(( *

Back to topic… hari ini yayang menyamai kedudukan 1:1 dengan menyebutkan kata pertamanya, sedang saya sudah memimpin score beberapa hari yang lalu :D. Tiba-tiba aja setelah makan malam di RM Padang langganan kita di dekat kampus, yayang menyebut kata itu dan tersadar untuk meng-klaim bahwa itu kata pertama. Langsung deh saya beri selamat :-j

He…he…, kata pertama itu … di tahun 2006… adalah… … … … …

kata yang dulu sering kita ucapkan, tapi beberapa waktu terakhir ini terlupakan, dan …
tiba-tiba tercetus kembali tanpa alasan…

… …

yaitu,

Saya : “dut pret cuh” \:d/ Kata ini (walau 3 kata tapi diitung satu paket lhooo) sempat jadi trademark waktu pacaran… ceritanya kalau lagi becanda, arguing atau yayang agak-agak nge-gombal saya pasti ngomong ini buat membalas… TERUTAMA kalau yayang bilang “ini serius, …beneran, gak gombal…:))

Yayang : “kencét:-& #8221; Kata ini suka kita sebut kalau sedang saingan atau tanding-tandingan sesuatu. Yang nantangin pasti bilang “kencet” ke yang ditantangin

Wakakaka… =))

Jadi inget waktu pacaran 8->


Selamat Ulang Tahun

Dikirim: January 5th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Serba-serbi | 2 Komentar »

Hari ini Yessi, si Bungsu dan Alni, sepupuku yang semenjak kuliah tinggal di Singapura, berulang tahun. Hmm, gadis-gadis muda bertambah usia. Met Ulang Tahun ya Dek, semoga sukses selalu, bahagia, murah rejeki, sehat dan dipermudah dalam meraih cita-cita [-o< O:-)

Hmmm, tapi ada yang sedikit aneh dari gadis bungsu di keluargaku ini… biasanya akhir minggu * dan kalau ultah* Yessi pasti nelpon aku –si sulung kembaran-17-tahun-nya– apalagi habis terima rapor. Apa rapor-nya tidak sesuai dengan harapannya, atau karena memang gadis ABG itu sudah mulai lebih dewasa ;) Ah… nanti telpon Yessi aah.

Alni, kok semalam dia gak online ya? … takut ditodong traktiran yaa… Delivery ke Indonesia yah. Met ultah… met ngerayain ultah sama ****  <:-P Ntar malam online yak!

Happy Birthday Girls… love you all … mmmuuach :-*


Portable FireFox

Dikirim: January 4th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Teknoblogia | 9 Komentar »

Setelah membaca posting-nya yayang berjudul Aplikasi Yang Mudah Dibawa yang didapatnya setelah googling ke sini. Lalu saya mendapat Portable FireFox 1.5 yang sudah didownloadnya. :D

Paket portable dari Browser FireFox yang sudah jadi andalan kita karena sangat bisa di kustomisasi (customize) ini, dikemas dalam bentuk zip-file dan saat diekstrak hanya menghabiskan sekitar 16MB dari space flashdisk. Ya! muat di flashdisk yang mudah * dan selalu* dibawa!! :O Tanpa perlu diinstal pula \:d/

Setelah beberapa hari ini saya coba-pakai * pengennya sih abis baca langsung test drive tapi gak sempat #-o* ternyata si Portable FireFox ini sama MENGASYIKAN-nya dengan versi full-PC nya :) >- Saya bisa melakukan hal yang sama dengan FireFox versi full. Bisa bebas buka banyak tab, bisa browsing seperti biasa. Bisa install extension andalan saya ;)

Karena tujuannya untuk back-up browser saat pakai kompie “pinjaman” –di lab, di warnet, di ruangan temen klo lagi bertamu– jadi saya hanya menginstal beberapa extension saja dan space yang dibutuhkan hanya bertambah sekitar 1 MB

Saat ini saya hanya menambahkan extension WellRound biar gak kaku, Performancing * buat posting ke blog :D * , Tab Mix Plus dan SwitchProxy * ini perlu banget, biar gampang ubah setting koneksi di rumah dan di kampus* silakan pilih-pilih extension lainnya di extension <:-p

Dan senangnya lagi saya sudah berhasil membuktikan bahwa semua setting dan extension yang sudah saya pasang bisa jalan di PC manapun... bahkan di Windows 98 dalam VMWare, PC virtual yang ada di notebook saya! Juga di PC seorang teman yang akhirnya… jadi tertarik mau bikin blog dan bikin account di WordPress :)) dan teman lainnya jadi tertarik untuk punya Portable FireFox ini ;)


Memoirs of A Geisha

Dikirim: January 1st, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi, Serba-serbi | 17 Komentar »

Nonton malam tahun baru di PI Mall 2
Ceritanya malam tahun baru Yayang ngajak nonton midnight di Pondok Indah XXI sekalian nyobain nonton di studio XXI * abis bioskop yang deket rumah adanya studio 21 biasa* :D. Sesuai rencana kita nonton Memoirs of A Geisha yang dibintangi oleh Zhang Ziyi. Novel Memoirs of A Geisha

Film yang dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama karangan Arthur Golden ini, menampilkan kehidupan Geisha sebelum pecah Perang Dunia II. Sebenarnya saya sudah pernah baca kutipan novel ini di majalah Femina saat masih kuliah. Mungkin baca novelnya lebih seru lagi ya. “Ada yang sudah baca?” ;)

Kisah tentang Chiyo ini, seorang gadis nelayan berusia 9 tahun bermata seperti air, dimulai saat ia dan kakaknya dijual terpisah oleh keluarganya ke sebuah rumah geisha (okiya) di Kyoto saat ibunya dalam keadaan sekarat. Karena tak mau terpisah dari kakaknya, Chiyo berusaha kabur dari okiya. Pada saat yang bersamaan Hatsumomo, geisha di okiya tersebut yang membenci Chiyo, beberapa kali menjebak Chiyo sehingga gadis kecil itu batal disekolahkan ke sekolah Geisha dan mendapat hutang yang besar akibat “kesalahan”-nya itu. Akibatnya, Chiyo hanya menjadi pembantu di okiya tersebut.

Suatu hari, saat sedang bersedih di pinggir jembatan kota, seorang lelaki tampan yang disebut Chairman membelikannya es krim serta menghibur dan menasehatinya agar optimis dan tidak bersedih lagi. Dengan koin dalam saputangan dari sang Chairman, Chiyo berdoa dan sejak itu bertekad untuk dapat menjadi seorang geisha agar suatu saat bisa bertemu dan “dekat” dengan sang Chairman! Film Memoirs of A Geisha

Film tentang Chiyo dalam perjuangan dan metamorfosisnya menjadi Sayuri dikemas dengan saat memikat dan sopan. Pelajaran bagi seorang calon geisha tentang hubungan intim dijelaskan dengan analogis sederhana, jauh dari kesan vulgar.

Kisah yang penuh intrik, persaingan dan strategi ini dimainkan Zhang Ziyi dengan sempurna. Gak rugi deh nontonnya sebagai pembuka tahun 2006. Selamat Tahun Baru 2006!!! :)