Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Es Buah Melon Soda

Dikirim: March 31st, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Hobi | 12 Komentar »

Es Buah Melon SodaCeritanya kamis kemarin ada arisan di rumah Mama…, biasalah pasti Mama masak-masak, kita-kita tinggal bantuin. Nah kita bikin Es Buah Melon Soda. Sekalian posting deh gara-gara baca posting di blog Mamanya Gaga. Sepupu saya Zahtia, yang hampir berusia 6 tahun sampai ketagihan dan pengen bikin sendiri dirumah :D (dia ikutan waktu menyiapkan)
Bahan:

  • 1 buah melon diserut
  • 1 bungkus agar-agar / Nutrijell
  • 2 sdm selasih, seduh dengan air panas
  • sirup melon / air gula
  • 1,5 ltr sprite
  • 3 sdm gula pasir
  • Air minum
  • Es batu dikeprok

Cara mengolah:

  • Masak agar-agar/Nutrijell dengan gula pasir, setelah matang sisihkan hingga dingin.
  • Serut melon dengan penyerut blewah, simpan dalam kulkas sebelum disajikan
  • Serut agar-agar/nutrijell, bisa juga diiris panjang seperti mie.
  • Campur melon, agar/Nutrijell, selasih dalam wadah.
  • Tambahkan air, sirup/air gula dan es batu.
  • Tambahkan sprite sesaat sebelum disajikan agar sodanya tidak hilang.

Catatan:

  • Campur bahan-bahan sebanyak yang akan disajikan saja, sisanya dapat disimpan dalam lemari es sebelum dikonsumsi.
  • Gunakan agar-agar putih/hijau/merah atau Nutrijell Lechie

Ivimivis

Dikirim: March 31st, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary | 1 Komentar »

Hey…

Bunga mimpiku

Disitu…

Sedang apa

Ivimivis…


Film: Date Movie

Dikirim: March 31st, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi | 1 Komentar »

Date MoviePerlu hiburan segar untuk long weekend? Coba deh nonton Date Movie, film yang dibuat kurang lebih seperti Scarry Movie ini adalah plesetan dari beberapa film…, seram? tidak! ini asli komedi tanpa horor… duh jadi geli sendiri inget filmnya pas nonton nomat kemaren =))

Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Julia Jones (diperankan oleh Alyson Hannigan) yang tidak memiliki kekasih dan terancam menjadi perawan tua. Untungnya Julia bukan orang yang minder, jadi walaupun sedikit cemas ia masih optimis mencari “pangeran pujaan hati”-nya.

Sebagai seorang putri pemilik restoran keluarga, Julia bekerja sebagai pramusaji, dan suatu hari saat bekerja, Julia saling bersitatap mata dengan seorang pengunjung, Grant Fonckyerdoder ( diperankan oleh Adam Campbell) … and they’re fallin’ love to each other at the first sight! Sayang belum sempat berbincang, Julia tak sengaja kehilangan pangeran tersebut karena… … … ah nonton aja! pokoknya lucu banget :))

Oh ya, film ini akan jauh lebih lucu kalau sebelumnya pernah nonton beberapa film atau acara TV :) >-, diantaranya:

  • My Big Fat Greek Wedding
  • Meet The Parent
  • Meet The Fockers
  • Serendipity
  • Hitch
  • The Wedding Planner
  • MTV Pimp My Ride
  • Film-nya Marilyn Monroe, judulnya lupa
  • Maid in Manhattan

Masak: Gulai Buncis

Dikirim: March 26th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan | 10 Komentar »

Gulai BuncisMudah-mudahan gak bosen postingnya bau dapur melulu :D Hari ini masak Gulai Buncis nih… gulai merah karena memakai cabai giling dan kunyit, pengen masaknya sih sudah dari beberapa hari yang lalu tapi gak sempet. Juga harusnya pakai hati ayam, tapi berhubung kehabisan jadinya pakai hati sapi deh… soalnya yayang ogah kalau gak dikasih hati. ;))

Bahan:

  • 1kg buncis
  • 2 buah hati ayam
  • 4 lbr daun salam
  • 2 btg sereh
  • 2 ruas lengkuas
  • 2 ruas jahe
  • 2 sdm cabai merah giling
  • ½ sdt garam
  • ¼ sdt gula pasir
  • ½ sdt royco
  • 1 pak santan Kara

Bumbu dihaluskan:

  • ½ sdt ketumbar
  • 2 btr kemiri
  • 1 ruas kunyit
  • 3 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah

Cara mengolah:

  • Bersihkan serat buncis di kedua sisinya.
  • Iris tipis buncis (irisan miring dari satu sisi ke sisi lainnya).
  • Remas irisan buncis dengan garam, bilas dengan air, tiriskan.
  • Potong hati kecil-kecil sesuai selera.
  • Haluskan bumbu, memarkan batang sereh, jahe dan lengkuas.
  • Tumis cabe dan bumbu yang dihaluskan hingga harum
  • Masukkan daun salam, sereh, lengkuas, jahe dan potongan hati, aduk.
  • Masukkan buncis, aduk rata hingga buncis mulai layu, tambahkan sedikit air.
  • Aduk santan Kara dengan 1,5 liter air, tuang ke dalam tumisan, aduk-aduk hingga mendidih.
  • Tambahkan garam, gula pasir dan royco, aduk biarkan sebentar, angkat. Sajikan.

Catatan:

  • Buncis diremas dengan garam agar tidak kaku, dan hilang getahnya.
  • Hati ayam bisa ditambahkan/diganti dengan ampela, tapi kebetulan saya gak doyan.
  • Bila tidak suka pedas, dapat dibuat gulai putih, bumbunya seperti gulai merah ini, tetapi tidak diberi kunyit dan cabe giling, namun masih dapat diberi beberapa buah cabe merah utuh.

Masak: Tempe Bacem

Dikirim: March 25th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Hobi | 9 Komentar »

Hehehe… ini seri terakhir dari acara masak minggu lalu, bikin Tempe Bacem, belajarnya… maksudnya pertama kali bikin setelah diajarin mertua. Biasanya bikin bacem tempe dan tahu sekaligus, tapi berhubung gak dapet tahu pas belanja so tempe aja deh.

Oh ya, resep ini porsinya agak besar, kan yayang doyan…, maklum porsi untuk lebih satu hari, kan bisa untuk cadangan lauk ;)
Bahan:

  • 1200gr (3 papan) tempe dipotong persegi
  • 2 siung bawang putih dimemarkan
  • 2 siung bawang merah dimemarkan
  • 2 ruas lengkuas dimemarkan
  • 2 ruas jahe dimemarkan
  • 3 batang sere
  • 4 lb daun salam
  • 2 buah asam jawa
  • 2 blok gula merah
  • 2 sdm kecap manis
  • 2 sdm garam

Cara mengolah:

  • Potong tempe sesuai selera
  • Rebus semua bumbu dalam 3 liter air hingga mendidih
  • Masukkan potongan tempe, rebus hingga airnya asat dan bumbu meresap
  • Angkat dan tiriskan tempe hingga sisa air mengering
  • Goreng tempe sesaat sebelum disajikan, goreng hingga coklat keemasan (sesuai selera)

Catatan:

  • Banyaknya tempe disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Takaran gula merah dan asam jawa dapat diubah sesuai selera, mau manis atau tidak.
  • Kecap manis digunakan untuk “mengeluarkan” warna coklat bacem.
  • Bacem rebus dapat disimpan dalam kulkas setelah ditiriskan, goreng sebelum disajikan.
  • Dapat disajikan dengan cabe rawit atau saus sambal.

rebus bacemBacem gorengsiap digoreng


Masak: Sambal Kering Tempe

Dikirim: March 25th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Hobi | Belum Ada Komentar »

sambal kering tempeDibuat barengan dengan Sambal Goreng Kacang…, sambil goreng kacang sambil iris tempe. Kalau Sambal Kering Tempe ini saya yang kepengen, enak sih… kriuk-kriuk :)

Bahan:

  • 800gr (2 papan) tempe
  • 50gr teri medan
  • 2 sdm (75gr) cabai giling merah
  • 1 siung besar bawang putih
  • ¼ sdt peres garam
  • ¼ sdt peres gula pasir

Cara mengolah:

  • Iris tempe setebal 1mm dan potong 2×1,5 cm.
  • Goreng tempe hingga kering dan berwarna coklat keemasan, sisihkan.
  • Goreng teri hingga kering.
  • Tumis bawang putih dengan minyak yang agak banyak.
  • Masukkan cabe giling, garam dan gula pasir, aduk hingga matang, kecilkan api.
  • Masukkan tempe dan teri, aduk hingga merata, angkat.
  • Biarkan sebentar, masukkan kedalam toples, tutup bila sudah benar-benar dingin

Catatan:

  • Pilih tempe segar (masih baru). Gunakan pisau tajam bermata tipis agar mudah mengiris.
  • Takaran masak bisa diubah sesuai selera, mungkin teri atau cabainya diperbanyak jika suka.
  • Bawang putih bisa sekaligus digiling bersama cabai merah.
  • Jangan menggunakan bawang merah, karena masakan menjadi “basahâ€Â?.
  • Bila cabai giling sudah asin tidak perlu menambahkan garam.
  • Tempe bersifat menyerap garam, silakan ubah takaran garam sesuai selera.
  • Menumis cabai harus dengan minyak yang agak banyak, supaya “matangâ€Â? dan mudah bercampur dengan kacang.
  • Sambal kering tempe ini juga enak disajikan bersama sambal goreng kacang teri (lihat resep sebelumnya) :D

Masak: Sambal Goreng Kacang-Teri

Dikirim: March 25th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Hobi | 5 Komentar »

sambal kacang teriEhem…, minggu lalu ceritanya kalap nih, masak macem-macem, cuma belum sempat posting resepnya. Dibikin 3 seri ya. Hi AdAm, tante masak nih… ;)

Yang ini request-nya yayang…, sudah agak lama gak dibikinin Sambal Goreng Kacang-Teri. Kalau makan nasi pakai lauk ini wah pasti diawet-awet pakai lauknya padahal makannya nambah, katanya supaya bisa buat berkali-kali makan :P

Bahan:

  • 500gr Kacang tanah dengan kulit
  • 50gr Teri medan
  • 2 sdm (75gr) Cabe merah giling
  • 1 siung besar Bawang putih
  • ¼ sdt peres Garam
  • ¼ sdt peres Gula pasir

Cara mengolah:

  • Cuci kacang tanah, lalu goreng hingga berwarna coklat muda keemasan, sisihkan.
  • Goreng teri hingga kering, sisihkan.
  • Tumis bawang putih yang sudah dirajang halus dengan minyak yang agak banyak.
  • Masukkan cabe giling, aduk.
  • Tambahkan gula pasir dan garam
  • Masukkan kacang dan teri yang sudah digoreng tadi, aduk rata sambil terus dimasak diatas api kecil.
  • Biarkan sebentar, sajikan dalam toples. Tutup toples bila sudah dingin

Catatan:

  • Pilih kacang tanah segar (masih baru) yang berukuran kecil/sedang karena rasanya lebih “manis”.
  • Takaran masak bisa diubah sesuai selera, mungkin teri atau cabainya diperbanyak jika suka.
  • Bawang putih bisa sekaligus digiling bersama cabai merah.
  • Jangan menggunakan bawang merah, karena masakan menjadi “basah”.
  • Bila cabai giling sudah asin tidak perlu menambahkan garam.
  • Menumis cabai harus dengan minyak yang agak banyak, supaya “matang” dan mudah bercampur dengan kacang.
  • Sambal goreng kacang teri ini juga enak disajikan bersama sambal kering tempe (lihat resep berikutnya) :D

HMOn: Microsoft Word = Mesin Tik

Dikirim: March 24th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: HMOn, Renungan, Teknoblogia | 11 Komentar »

Mesin TikAkhirnya sempat juga bikin HMOn soal ini. Ya, seperti judulnya memang itulah kenyataan yang saya lihat di Indonesia ini, tepatnya dilingkungan sekitar saya. Sejak saya kenal sama yang namanya komputer dan aplikasi word processor dari Microsoft ini kok saya mendapati mereka menggunakan Microsoft Word sebagaimana layaknya mesin tik manual yang kebetulan bisa diberi gambar, tabel dan warna… just it! :( Padahal sangat banyak fitur yang disediakan untuk mempermudah kerja dalam pembuatan dokumen.

Dimana salahnya ya? :-?? Rasanya dulu saya juga tidak mendapatkan pengetahuan ini di bangku kuliah, mungkin karena jaman saya kuliah kurikulum praktikumnya belum sampai kesana? one excuse… Atau dulu belum semua orang mempunyai komputer dan lebih populer aplikasi WS dalam berbagai versi? (WS4, WS5, WS7…) another excuse.

Bagaimana dengan sekarang…? seingat saya sekarang ini di SMP dan SMA ada jatah belajar di lab komputer bagi semua siswanya…, diajarkankah? Karena begitu saya bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa saya mereka juga mengaku tidak pernah mengetahuinya. Dimana missing link-nya? Tidak adakah kesepakatan dalam penetapan kurikulum sekolah menengah dengan kurikulum perguruan tinggi? Atau hanya berdasarkan asumsi “ah, ini pasti AKAN diajarkan di perguruan tinggi karena tingkatnya sudah advanced” dan sebaliknya “ah, ini pasti SUDAH diajarkan di sekolah karena ini basic penggunaan“…? another more excuse, Duh, pantas gak pernah ketemu :((

Lalu bagaimana?… bukankah di aplikasi tersebut sudah tersedia fasilitas help yang menerangkan seluruh fitur dan menjelaskan penggunaannya? Pengguna tinggal meluangkan waktu sejenak untuk menyimaknya dan langsung mempraktekkannya… tidak punya waktu? cukup melihat help pada bagian yang sedang dibutuhkan saja! Sulit/malas karena help-nya dalam bahasa Inggris? That’s not an excuse anymore!! Sedemikian banyak alasankah masyarakat Indonesia? :( :-o

Duh heran saya, padahal fasilitas tersebut sangat meringankan kerja saat membuat tugas… Pembuatan daftar isi secara otomatis (table of content) dan reference lainnya, pemberian auto caption untuk setiap gambar dan tabel, penggunaan paragraph – formatting style, penyisipan section break untuk format halaman yang berbeda…, auto numbering…, show formatting mark yang kata suami saya karakter aneh, dan sebagainya.

Duh, rasanya saya ingin posting tentang fasilitas-fasilitas itu… Heran saya…, gimana yah? :-??


Memulai lagi

Dikirim: March 23rd, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Renungan | 2 Komentar »

Waktu…
Hitungannya lewati sekian masa
Kuhitung…
Rutinitas itu tersendat
Hari ini ku mulai lagi
Lantunan kalam kaligrafi
Bismillah


Surat Cinta

Dikirim: March 23rd, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Kenangan | 8 Komentar »

Hmmm, siang tadi ada surat cinta dari Yayang, tentu saja sekarang bentuknya sudah lebih canggih… bukan surat via pos tapi ini e-mail. Sudah lama gak dapat surat cinta darinya :x

Dalam sejarah saya dengan yayang, surat cinta memang jarang sekali diobral…, tinggal ngomong langsung atau dia buat dalam bentuk lagu. (Oh iya, kan dulu pengen posting tentang lagu… belum sempat nih) Bisa dihitung dengan jari deh berapa surat yang dia buat… :D Tapi tentu saja hati saya selalu tersentuh dengan surat cintanya :”> Kadang sih saya yang suka meninggalkan note buat dia…, tentu saja isinya pesan cinta…, masak pesan bakso siy :P

  • Surat cinta pertama waktu “nembak” saya… maksudnya dia buat lagu dan saya dikasih catatan liriknya supaya lebih jelas ;) *ini dihitung surat cinta gak ya?*
  • Waktu dia harus mudik pertama kali semenjak kita pacaran… cuma surat pendek siy, judulnya kangen sama saya dong
  • Buat surat lagi waktu saya sepertinya letih dengan rutinitas hidup saat kuliah S-1, ceritanya dia bingung harus berbuat apa. Love you, Yo!
  • Ada lagi suratnya waktu saya ikut papa pulang kampung beberapa minggu. Betul… dia kangen abis :)
  • Pernah juga dia buat surat waktu lembur dikantor…, tiba-tiba kangen dan pengen cerita rencana hidupnya untuk saya… wah saya tersanjung banget dong!

Nah, begitu kita menikah praktis gak pernah surat-suratan lagi (surat cinta-red)… ya abis kita bisa langsung ngomong kan, tinggal telpon, tinggal sms, atau tinggal kirim message lewat mesengger.

Hari ini Yayang kirim surat cinta, yang saya terima seusai keluar kelas. Surat tentang impian dan harapannya. Sayang, selama kamu yakin, aku pasti senang…

Amo Te