Kerikil
Dikirim: March 16th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Renungan | 3 Komentar »Bocah lelaki mulai melangkah
Tangannya membawa maket buatannya
Ya, maket cerita kehidupan impiannya
Hati-hati dibawa menuju tempat yang teduh
Agar ia dapat mulai memainkannya
Lihat Ibu, maket buatanku
Serunya tegas semantap langkahnya
Sang Ibu tersenyum
Hebatnya jagoan tercintaku…
Bersyukur…, memuja…
Tetapi
Sebongkah kerikil mengganggunya
Langkahnya terantuk dan seketika goyah
Ibu…!, kiamat menderaku…!
Sang bocah berseru, pucat
Matanya serta merta serasa kelam
Hatinya tercekat,
Maket impiannya terserak
Sabar Sayang…
Ibu merayu, menghampiri
Menemani bocah meraih maketnya
Pelan-pelan dirakitnya kembali
Sabar Sayang…, hatinya pilu tanpa daya tuk membantu
Lihatlah maket ini dapat diperbaiki
Sedihnya mulai pupus
Walau sakitnya masih pilu
Kerikil ini akan menguatkanmu
S’hingga batu gunung akan malu mengganggumu
Tak akan halangi langkahmu nanti
Sabar Sayang….,
Itu hanya kerikil bagimu…
-pendamping hati-|-20060314-
berkomentar pada jam 8:42 am
tanggal 17 March 2006
berkomentar pada jam 3:13 pm
tanggal 17 March 2006
we love you…:)
berkomentar pada jam 7:04 pm
tanggal 19 March 2006
Bocah lelaki mulai melangkah
Kayaknya…. *ehem…ehem…*