Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Search Engine Yuliazmi

Dikirim: March 23rd, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Serba-serbi, Teknoblogia | 4 Komentar »

Beberapa hari yang lalu saya baca posting ini di blog-nya Pak Budi Rahardjo lalu saya iseng mencoba seperti yang dituliskan pak Budi. Hasilnya hulla! …, saya juga punya search engine Yuliazmi :D nih capturenya …

007-nya Yuliazmi

Oh ya di personal seach engine ini, kita bisa melakukan pencarian seperti di google, kita bisa melakukan pencarian khusus image, group dan lainnya. Nah certanya sekalian narsis nih :D, saya mau mencari nama saya sendiri dan hasilnya nama saya, Yuliazmi, muncul pertama di blog tercinta ini ;) Stt, logo Yuliazmi-nya tetap muncul dihasil pencarian lhooo B-) Hasil pencariannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pencarian menggunakan google (102 vs 554) alasannya entah ya, saya belum tahu, tentunya ada parameter-parameter yang menyebabkan perbedaan tersebut.

Narsis search :)
Ya, sudahlah, yang mau coba silakan klik disini lalu ganti nama saya dengan nama Anda… :) atau buat sendiri disini.


See You Soon AWAN

Dikirim: March 19th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Renungan, Serba-serbi | 5 Komentar »

AWAN's pictYang bingung baca posting ini bukan judulnya yang salah ya…, judulnya bener kok… ini buat AWAN

Goodbye from NinaTanggal 16 Maret yang lalu saya sempat kaget saat melihat posting perpisahan Nina AWAN dari aggregatornya bedeng. Sebelumnya saya juga terheran-heran karena semua posting AdAm hilang semua komen-nya juga gak bisa kasih komen lagi, shoutbox-nya juga hilang, demikian pula di blog AdAm yang lainnya

Ya, blog dengan alamat http://adindamelia.blogspot.com/ milik Nina di Boxtel ini turut meramaikan saat2 blogwalking saya. Bertukar salam, komen bahkan masakan ;) Nina dengan dua putri bernama AdAm sempat membuat saya jadi semangat masak dan posting resep baru padahal gak ada ide.

Tanggal 17 Maret 2006 kemarin saya sempat panik karena blog tersebut tidak dapat diakses…, wah saya belum punya gambar dari AWAN :( , untung besoknya blog tersebut bisa saya kunjungi lagi. Jeng Nina, saya ambil fotonya AWAN ya! Oh ya AWAN itu adalah Adinda-Wim-Amelia-Nina, akronim dari nama Nina dan Wim suaminya, dengan kedua putrinya yang manis dan lucu.

Well, saya tidak tahu apa yang menyebabkan Nina berhenti dari dunia blogging. Saya pikir mungkin mereka akan pidah domisili, tapi rasanya itu bukan alasan karena blogging tidak mengenal batasan geografi bukan? Saya sempat tanya sama Mbak Tiwi yang tetanggaan dengan AWAN di Boxtel yang akhirnya memberikan press rilis diblog-nya tanggal 18 Maret 2006.

Hmm, gara-gara nila setitik yang saya juga tidak tahu apa tepatnya Nina terpaksa mundur dari dunia blogging. Sedemikian dahsyatnya kah setitik nila? Sampai Nina menghentikan aktivitas blogging, padahal blog tersebut didedikasikannya untuk sharing cerita keluarga kecil mereka di Boxtel bagi keluarga besar Nina yang ada di Indonesia.

Uhm, dear Dintje & Melie, mudah-mudahan Mama cepat hilang trauma-nya dengan setitik nila itu, so kita bisa ketemu lagi di blog Mama. Mudah2an Mama masih mau cerita tentang kalian diblog yang satunya.

Miss you all, see you soon AWAN


70

Dikirim: March 17th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Serba-serbi | 5 Komentar »

70 Weeeh… ternyata barusan lihat di dashboard, saya sudah posting 69 kali. So, it’s my 70th posting :D Horeee <:-P

Well, 70 itu termasuk angka yang saya sukai, karena mengandung angka 7... I love 7 ;)

7 itu angka bulan lahir saya..., saya juga menikah di bulan 7

70 itu nama SMA tempat saya sekolah dulu... hiks, jadi kangen sama suasana sekolah di 70 Nangulub. There’s a lot of stories there!

70+ itu angka tahun kelahiran saya dan yayang, maksudnya kita sama2 generasi 70-an :D

70 itu tersebar disekeliling saya … I love the magic 7 !


Kerikil

Dikirim: March 16th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Renungan | 3 Komentar »

Bocah lelaki mulai melangkah
Tangannya membawa maket buatannya
Ya, maket cerita kehidupan impiannya
Hati-hati dibawa menuju tempat yang teduh
Agar ia dapat mulai memainkannya

Lihat Ibu, maket buatanku
Serunya tegas semantap langkahnya
Sang Ibu tersenyum
Hebatnya jagoan tercintaku…
Bersyukur…, memuja…

KerikilTetapi
Sebongkah kerikil mengganggunya
Langkahnya terantuk dan seketika goyah
Ibu…!, kiamat menderaku…!
Sang bocah berseru, pucat
Matanya serta merta serasa kelam
Hatinya tercekat,
Maket impiannya terserak

Sabar Sayang…
Ibu merayu, menghampiri
Menemani bocah meraih maketnya
Pelan-pelan dirakitnya kembali
Sabar Sayang…, hatinya pilu tanpa daya tuk membantu
Lihatlah maket ini dapat diperbaiki

Sedihnya mulai pupus
Walau sakitnya masih pilu
Kerikil ini akan menguatkanmu
S’hingga batu gunung akan malu mengganggumu
Tak akan halangi langkahmu nanti


Sabar Sayang….,
Itu hanya kerikil bagimu…

-pendamping hati-|-20060314-


Masak: Sop Bakso Serat Telur

Dikirim: March 12th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Hobi | 9 Komentar »

Sop Bakso Serat TelurGak punya ide nih…, tapi berhubung rayuan AdAm dan mamanya di Boxtel, so jadi semangat ngarang-ngarang masakan.

Ada telur, bakso, sama wortel. Dibikin Sop Bakso Serat Telur aja deh…, seperti biasa resepnya dibikin lebih lengkap dari yang dimasak hari ini :P

Bahan:

  • 10 buah bakso, diiris tebal
  • 3 btg wortel ukuran sedang, diiris
  • 1 bonggol jagung manis dipipil
  • 2 siung bawang putih dirajang halus
  • 1 butir telur
  • ¼ buah pala
  • 1 sdm tepung maizena dilarutkan dengan sedikit air
  • Garam
  • Gula pasir
  • Royco
  • Lada

Cara mengolah:

  • Tumis bawang putih hingga harum.
  • Masukkan irisan wortel, tumis hingga layu, tambahkan sedikit air.
  • Masukkan jagung pipil dan bakso, aduk.
  • Tambahkan air secukupnya, masukkan buah pala, garam, gula pasir, royco dan lada
  • Masak hingga mendidih.
  • Tuang larutan maizena.
  • Siapkan telur, kocok dengan sedikit garam dan air.
  • Tuang perlahan kedalam sop sehingga membentuk serat telur.
  • Masak sebentar hingga telur matang, angkat. Santap selagi hangat.

Catatan:

  • Boleh ditambah sayuran lain seperti buncis yang dipotong 1 cm atau kembang kol.
  • Sebaiknya jangan dicampur dengan potongan kentang atau kacang merah, kayaknya kurang pas.
  • Jangan gunakan cengkeh, rasanya jadi gak matching sama serat telurnya :)
  • Boleh menggunakan lada yang lebih banyak, terutama untuk dimakan saat udara dingin (musim dingin/musim hujan).

HMOn: Martabat Perempuan

Dikirim: March 9th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: HMOn, Renungan | 2 Komentar »

Hari ini saya dibuat tak habis pikir tentang perempuan,… bukan… bukan karena mengenai RUU APP yang sedang marak dengan kaum perempuan sebagai salah satu topiknya. Saya tak habis pikir dengan kondisi bahwa banyak hal yang menurunkan martabat perempuan dan ini dilakukan oleh kaum perempuan itu sendiri.

Sebagai seorang perempuan, saya sebisa mungkin untuk selalu menjaga martabat kaum ini. Berusaha untuk dapat setegar, semandiri dan segigih mungkin dalam porsi yang dapat dilakukan oleh perempuan. Saya tidak berusaha melawan kodrat, bahwa kaum perempuan memang masih memerlukan perlindungan dan uluran tangan dari kaum laki-laki, katakanlah dari para Ayah dan Suami maupun saudara laki-laki. Selagi mampu untuk melakukan ataupun membuktikan sesuatu sendiri, mengapa harus mengiba-iba sebagai kaum lemah yang tak punya daya?

Menurut saya martabat suatu kaum ditentukan oleh kaum itu sendiri, barulah anggapan, pandangan dan penerimaan kaum lainnya turut menguatkannya. Menurut saya bagaimana masyarakat bisa menghargai perempuan kalau perempuannya sendiri merendahkan martabat mereka dengan cara seperti ini….., seperti yang saya alami tadi siang:

    Seorang mahasiswi yang menjadi bimbingan KKP saya datang untuk penilaian hasil pengamatannya dalam bentuk demo program sesuai topik pilihannya. Bimbingan itu sendiri hanya mencakupi kegiatan analisis topik dan persiapan rancangan sistem yang diangkat serta penulisan pelaporan (diluar pembuatan program).
    Ternyata dia tidak menguasai program buatan tersebut! Memang dimungkinkan seorang mahasiswa tidak sepenuhnya membuat program sendiri dengan catatan ybs memahami algoritma/kerangka pikir dan penggunaan program tersebut. Tapi kenyataannya ybs bahkan tidak menguasai hal-hal dasar saat bekerja dengan komputer! Oh nak, kemana saja kamu selama kuliah? kemana saja kamu selama kegiatan praktek di lab. komputer??? Seketika kepala saya berdenyut-denyut, terhenyak.
    Selama bimbingan kilat yang sedikit “dipaksakan” olehnya (karena ybs baru menghadap sekitar sebulan yang lalu) nampaknya mahasiswi ini cukup memahami langkah-langkah yang harus dilakukannya. Mengapa saya sebut dipaksakan? Karena ybs selalu memaksa saya untuk senantiasa ada setiap dia ingin bimbingan dengan alasan ingin mengejar jadwal Bimbingan Tugas Akhir di bulan ini, padahal kadang jadwal mengajar saya penuh (duh! #-o ).
    Dan sedihnya, mahasiswi tersebut akhirnya menyatakan bahwa ia kuliah ilmu komputer atas kehendak orang tuanya yang tak sanggup ia tolak. Oh nak, inikah yang disebut berbakti kepada orang tua dengan mengikuti kehendak mereka tapi menjalaninya setengah hati dan tidak konsekuen? Bukankah orang tua adalah sosok bijaksana yang akan mengerti pendapat putrinya, anak-anaknya, jika disampaikan dengan baik? Apakah disebut berbakti dengan membiarkan orang tua membanting tulang untuk biaya kuliah, tetapi anaknya menjalani kuliah dengan “belang-blentong”?
    Apakah karena saya perempuan kemudian ybs memilih saya sebagai pembimbing dengan harapan saya akan memaklumi kelakuannya? Apakah saya harus memberikan rasa iba untuk kondisinya? Tidak. Saya justru iba dengan kelakuannya, dengan tindak tanduknya yang justru tidak memberikan kontribusi apapun untuk menaikkan bahkan untuk sekedar menjaga martabat perempuan.

Oh,… dan saya tidak tahu harus berkata apa lagi…


Masak: Setup Daging Kacang Merah

Dikirim: March 4th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Hobi | 9 Komentar »

setup dagingMasak lagi nih! Ceritanya masih punya separoh porsi daging rawon yang belum diolah, trus bingung mau dibikin apa. Bikin rawon, jelaslah gak…belum punya resepnya, lebih tepatnya belum PeDe bikinnya :p

So, dengan bumbu seadanya yang ada di dapur, jadi deh Setup Daging Kacang Merah, mirip sop daging kali yee, tapi ini pakai cabai rawit ;) Oh ya resepnya aku lengkapin bumbunya, biar lebih mantep :) >-

Bahan:

  • Daging rawon dipotong kecil sesuai selera
  • Kacang merah yang telah direbus
  • Wortel, potong seperti korek api
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Tomat
  • Cabai rawit
  • Biji pala
  • Garam
  • Gula pasir
  • Royco
  • Lada

Cara mengolah:

  • Tumis bawang merah dan bawang putih yang telah dirajang halus, serta tomat yang telah dirajang halus sampai layu.
  • Masukkan cabai rawit utuh, aduk, setelah agak layu angkat dan giling.
  • Masukkan cabai rawit giling dan potongan daging, tumis hingga berubah warna.
  • Tambahkan royco, biji pala, lada, garam, dan gula pasir secukupnya, aduk.
  • Masukkan wortel dan kacang merah, aduk bila air daging telah asat, tambahkan air secukupnya.
  • Masak hingga mendidih dan matang. Angkat, sajikan

Catatan:

  • Cabai rawit ditumis sebentar supaya mudah digiling
  • Kacang merah direbus dulu supaya cepat matang.
  • Jika menggunakan kacang merah kering, rendam dulu semalam sebelum direbus. Atau direbus dalam microwave untuk menghemat waktu.
  • Tomat saya rajang halus supaya cepat hancur, bila suka tomat dapat dipotong besar-besar supaya tidak hancur.

Film: Firewall dan Half Light

Dikirim: March 2nd, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi | 6 Komentar »

Borongan ya… 2 film ini masing-masing saya tonton midnight dalam 2 minggu yang lalu, Firewall dulu lalu Half Light minggu selanjutnya. Kedua film ini bagus, pemainnya adalah bintang kawakan yang sudah diakui aktingnya


Firewall

trailer at Yahoo Film dengan nuansa teknologi informasi ini, dibintangi oleh Harrison Ford sebagai Jack Stanfield, seorang ahli komputer yang menangani sistem keamanan bank tempat ia bekerja. Jack hidup bahagia dengan istrinya Beth (Virginia Madsen) seorang arsitek, seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki serta seekor anjing yang sangat suka kabur dari rumah. Jack, sedikit emosi dengan adanya merger di bank-nya. Sambil menenangkan diri Jack dipertemukan oleh rekannya Harry dengan seorang investor untuk sebuah bisnis yang menguntungkan. Sayang investor tersebut sebenarnya otak dari operasi perampokan bank yang saat pertemuan tadi telah memerintahkan anak buahnya untuk menyandera istri dan anak Jack.

Tuntutan perampok untuk mentransfer 100 juta dollar dari 10 rekening terbesar nasabah harus dilaksanakan Jack secepatnya. Segala upaya dilakukan Jack untuk membebaskan keluarganya membuatnya harus kucing-kucingan dengan bos-nya yang baru. Jack juga sangat tertekan karena sang perampok mengetahui bahwa putranya menderita alergi kacang dan ternyata sengaja memberikan biskuit yang mengandung kacang. Selain itu untuk menguatkan posisi Jack sebagai tertuduh nantinya, para perampok memaksa Beth untuk bertindak seolah-olah ia selingkuh dengan Harry. Apakah Jack dapat meyelamatkan 100 serta keluarganya? Nampaknya Jack perlu juga berterima kasih pada anjingnya dan kekuatan teknologi saat ini. :)


Half Light

Half Light Film kedua ini mengisahkan Rachel Carlson (Demi Moore) seorang penulis novel, yang berurusan dengan 2 hantu. Sebagai seorang novelis terkenal, Rachel memiliki keunikan, yaitu hanya bisa menuangkan imaginasi novelnya dengan menggunakan mesin tik biasa. Hidup dengan suaminya Brian dan putranya Thomas, Rachel menikmati kegiatan menulis novel di rumahnya yang nyaman ditepian sungai yang membelah kota. Suatu hari Rachel mendapati anaknya mati tenggelam di sungai, sejak itu hidupnya berubah. Hantu Thomas membayang-bayanginya, sehingga akhirnya Rachel memutuskan untuk menyepi di sebuah rumah di pinggir pantai Skotland.

Masih terus dibayangi oleh hantu Thomas, Rachel mulai membaik setelah bertemu dengan seorang penjaga mercusuar yang letaknya tepat diseberang pondokannya.Perlahan muncul keanehan di sekitar Rachel, ternyata penduduk setempat percaya bahwa di mercusuar itu ada hantu dari penjaga mercusuar. Ditengah kekalutan Rachel yang menolak untuk mempercayai cerita hantu penjaga itu, sebuah konspirasi untuk membunuhnya. Selamatkah Rachel? Atau tewaskah ia? Tewas oleh hantu atau akibat konspirasi? jawabannya ada diakhir film ini ;)