Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

HMOn: Kerja Di Hero Ya Mbak?

Dikirim: August 3rd, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, HMOn | 5 Komentar »

contoh barcodeRasanya semua orang sudah tidak asing lagi dengan barcode mengingat hampir semua produk dari produsen industri besar akan menyertakan pengenal ini disetiap kemasan barangnya. Lihat saja produk susu, mie instant, makanan ringan yang sangat digemari anak-anak dan produk kebutuhan harian lainnya. Selain itu ada juga penjual (baca: toko) yang menambahkan label barcode harga, umumnya di pasar swalayan atau toko buku besar. Dan gara-gara barcode ini saya dikirain kerja di Hero Supermarket… Gubrak!

Nah, kejadian nih gara-gara masalah dengan barcode dan alat pembacanya… sudah agak lama sih kejadiannya dan benar-benar bikin saya gregetan. Tapi baru sekarang sempat cerita:

barcode reader dengan kabelLayaknya toko besar yang sudah menggunakan sistem komputerisasi untuk penjualannya, maka jika label harga sebuah produk tidak tercantum di rak maka pembeli dapat mengeceknya di komputer yang tersedia. Cukup mengarahkan barcode pada produk tersebut ke alat pembacanya maka harga barang tersebut akan barcode readermuncul seketika di layar.

Bentuk alat pembaca ini bermacam-macam ada yang memiliki kabel sehingga dapat lebih mudah menjangkau barcode dari produk yang besar. Ada juga yang bentuknya permanen dalam berbagai ukuran. Ada juga yang menyediakan keyboard sebagai alternatif input jika barcodenya cacat atau sulit dibaca.

Nah suatu hari saya jalan-jalan lagi ke Gramedia Bintaro, seperti biasa saya pasti keliling bagian stationary dulu, baru menyusul Yayang ke bagian buku. Karena hobi melihat koleksi yang lucu, menarik atau fungsional saya langsung mengecek harganya. Menebak dan membandingkan apakah harganya sesuai dengan isi kantong :p (seringnya sih mbandingin aja, beli mah mikir-mikir dulu :D ). Sampai suatu saat barcode reader-nya gagal membaca barcode, berarti saya harus memasukkan kode angka yang ada dibawah barcode. Kebetulan keyboardnya tidak terlihat, duh harus cari karyawan Gramedianya nih.

Kebetulan seorang pria berseragam Gramedia ada didekat situ. Waktu saya sampaikan bahwa barcode-nya tidak bisa dibaca. Serta merta pegawai tersebut menarik panel kayu dibawah layar monitor, ternyata keyboardnya tersembunyi disitu. “Oalah, disitu toh keyboardnya!” saya otomatis berseru dan berterima kasih sekaligus memberi tanda bahwa saya bisa meneruskan kegiatan saya sendiri. Eh, pegawai itu sok akrab :-o “Kerja di Hero ya mbak?” Ya jelas nggak dong…. eh dia sok yakin saya pegawai Hero duh… #-o X-(
my name in barcode versionEmangnya perempuan yang familiar dengan barcode cuma kasir yang kerja di Hero di lantai satu situ? /:) Kenapa sih? gender banget x( Emangnya yang namanya perempuan itu anti dengan teknologi? Atau lagi2 pegawai itu mengeneralisasi semua perempuan karena biasanya pelanggan perempuan yang belanja disitu mayoritas gak pernah ngecek barcode sendiri. Huuh… SEBEL >:P


5 komentar untuk “HMOn: Kerja Di Hero Ya Mbak?”

  1. 1
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 10:02 pm
    tanggal 3 August 2006

    .. akhirnya ditulis juga =))

  2. 2
    dyah
    berkomentar pada jam 7:52 pm
    tanggal 4 August 2006

    hihihi.. ante galak..:)>-

  3. 3
    miniez
    berkomentar pada jam 8:19 pm
    tanggal 4 August 2006

    ooh, tak kirain emang kerja di Hero:dmet wiken Yul, mas Riyo juga.

  4. 4
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 9:58 pm
    tanggal 4 August 2006

    Dyah… ante bilang “gak kerja di Hero kok” eh die kekeuh…, ya udah ante tinggal aja. Nyari Om Riyo ‘n baru deh curhat grundelan :))

    Mbak Tiwi, hihi… gak tuh, klo aku kerja di Hero ntar maunya belanja mulu bukannya jaga kasir :P
    Met wiken juga buat mas Erik dan si centil Noni

  5. 5
    Lenny
    berkomentar pada jam 9:59 am
    tanggal 5 August 2006

    hehehe.. ada ada ajah :D


Isi Komentar