Film: Eragon
Dikirim: December 17th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi, Serba-serbi | 22 Komentar »
Akhirnya diputar juga film Eragon di Jakarta. Saya dan Yayang sangat menunggu film ini. Sudah semangat² nontonnya eh ternyata… saya kecewa! tepatnya KAMI berdua kecewa
Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Christopher Paolini ini ASELI jauh dari ceritanya, maksud saya sangat banyak detil cerita yang dikorbankan (tidak ada) bahkan diganti demi durasi. Tentu saja ini membuat penonton yang belum mebaca bukunya akan kehilangan jejak ceritanya. Apalagi yang sudah baca seperti saya, SANGAT merasakan kaburnya alur cerita film ini.
Yang lebih parah, jika film yang diangkat dari buku dibuat berbeda setindaknya secara cinematografi atau sisi artistik tetap bagus (katanya Harry Potter seperti itu), TAPI ERAGON TIDAK
Megahnya film seperti Lord of The Ring, artistik pengambilan gambar seperti Da Vinci Code atau Harry Potter sama sekali tidak ada dalam film ini. Kelihatan banget kalau film ini tidak dibuat secara serius bahkan mungkin dengan budget murah
Belum lagi penggambaran yang menurut saya kurang mewakili cerita/tokoh dari bukunya.
Ini nih beberapa yang jadi fakta dari film ini:
- Eragon adalah bocah petani dari desa Carvahall yang terpencil di daratan Alagaesia, tokohnya “terlalu bersih” (baca: kinclong) untuk menggambarkan anak petani.
- Kisah Roran, sepupu Eragon, yang mencintai Katrina dan juga mengetahui “batu biru” temuan Eragon tidak diceritakan dalam film, padahal ini berhubungan dengan kisah yang terjadi dalam buku Eldest (Gimana nyambungin filmya, kalau mau dibuat film Eldest??)
- Tanda penunggang ditelapak tangan Eragon disembunyikan dan diperlihatkan kepada Brom, eh difilm malah dibiarkan saja. Oh ya seingat saya tanda itu disebut tapak kemilau dan bentuknya bukan naga!
- Si naga biru diberi nama Saphira oleh Eragon bukan DIA yang mengenalkan namanya Saphira. Harusnya ada kisah bahwa Saphira ambeg karena awalnya Eragon memberinya nama dengan nama-nama naga jantan
- Cerita aslinya Brom memberitahu Eragon bahwa dirinya juga penunggang, bukan seperti dalam film
- Saphira belajar menyemburkan api, dan baru bisa menyemburkan api kecil sebelum tiba ditempat kaum Varden. Bukannya tiba-tiba bisa menyemburkan api besar seperti di film.
- Eragon diajari Brom untuk menggunakan sihir pertamanya, yaitu menciptakan api. BUKAN mencuri dengar saat Brom mengucapkan kata sihir dan langsung mencobanya saat melawan orc.
- Pemeran Brom jauh dari gambaran di buku. Seharusnya digambarkan sebagai lelaki tua pendongeng misterius yang mengulang-ulang dongeng naga, bukannya satria tegap yang menentang prajurit Galbatorix. Brom sedang bersembunyi di Cavarhall gitu loh!!
- Pemeran Ajihad menurut saya kurang pas, kurang gimanaa gitu loh
Satu lagi yang MENGECEWAKAN saya (yang mau saya tulis disini), Saphira-nya JELEK! SANGAT tidak menggambarkan naga cantik yang humoris, lembut dan sentimentil, tapi bisa galak dan tentu saja jagoan. BEDA BANGET dengan gambaran/ilustrasi Saphira di bukunya. Gak naga banget gitu loh… Juga pengisi suaranya, kurang pas
- Satu-satunya yang kami setujui, bahwa pemeran Arya sudah pas memvisualisasikan sosoknya seperti dalam buku.
Menyebalkan kan? Buktiin sendiri deh.
berkomentar pada jam 2:10 am
tanggal 18 December 2006
Bener!! Filmnya jelek, mengecewakan … x(
berkomentar pada jam 5:49 pm
tanggal 18 December 2006
maklumlah kan baru kali ini Stefen Fangmeier jadi sutradara? selama ini kerjaannya ahli visual effect. tapi buat aku yang belum baca bukunya, lumayan koq
>-
berkomentar pada jam 6:30 pm
tanggal 18 December 2006
Tetep aja Saphiranya jelek
berkomentar pada jam 7:46 pm
tanggal 18 December 2006
Halo bu.. Bener, itu blog gw. Tapi gw lebih banyak ngupdate blog yang di multiply ini (linked from my name)…
berkomentar pada jam 4:12 am
tanggal 19 December 2006
Ooh ini lagi main di sini… baru tau loh ada bukunya :”> . Belum liat reaksi penonton di sini aku. Ini bisa ditonton anak2 gak Yul?
berkomentar pada jam 6:40 pm
tanggal 19 December 2006
Ada bukunya mbak Ita, ada 3 tapi yang terbit baru 2 (trilogi gitu). Ceritanya bagus banget .
Genrenya sih family movie, jadi Daniel bisa nonton…, gak ada p0rn0²nya kok
>-
berkomentar pada jam 1:40 am
tanggal 20 December 2006
sayang sekali , padahal ceritanya di novelnya cool abis ,,,,
>-
tapi banyak yg kritik C Paolini cuma nyontek dari karya2 hebat.
filmnya jika dibandingkan dgn Trilogy LOTR masih ga ada apa2nya …
Arda better than Alagaesia
berkomentar pada jam 9:25 am
tanggal 21 December 2006
berkomentar pada jam 10:58 am
tanggal 21 December 2006
wah..makasih mba Yuli.. liat di iklannya.. udah ngeceng pengen nonton.. tenyata ga memuaskan yaa.. ga jd deh nunggu filmnya
berkomentar pada jam 11:29 pm
tanggal 21 December 2006
@ Zee: blog-mu multiply
Gue gak bisa komen dong disana…
@ dbunshin: emang jauh banget film Eragon vs LOTR
Arda? apa tuh? *kayaknya ktinggalan cerita nih*
@ bobby: ksiaan deh :D, gpp lah itu kan suka dukanya punya pasukan neon
Happy Feet berminat? kalau itu sih kayaknya loe harus bawa itu pasukan :D Rendan paru…? siiip gue sampaiin ke nyokap. Mau pesan lagi gak?
@ lenny: betul mbak, mengecewakan… nonton happy feet aja deh sm dede Azka, sepertinya bagus
berkomentar pada jam 11:16 am
tanggal 22 December 2006
Betulkah tidak seru???:( soalnya dakocan ngerengek2 pengen nonton gara2 liat teasernya…aku nonton dulu deh baru beli bukunya:-? biar nggak terlalu kecewa seperti dirimu dan Mas Riyo…;))
berkomentar pada jam 8:51 pm
tanggal 22 December 2006
Kalau menurutku ya gak seru Bunda
soalnya jauuuuh deh sama bukunya.
kalau beda dari buku tapi penyajiannya ok sih aku masih bisa bilang bagus, ini gak, gak bikin terkesima sama sekali.
Ya, untuk dacokan mungkin masih excited, nonton aja deh dari pada mrk ambeg :D tapi habis itu bunda HARUS baca, biar tahu kekecewaanku :P
berkomentar pada jam 6:21 pm
tanggal 24 December 2006
Setujuh, sangat mengecewakan. ..:-w:-w:-w
Farthen Dur nya cupu banget, perang nya gak kolosal, gak kayak di buku. Gak ada adegan Eragon ‘memberkati’ anak kecil dan rapat tetua kaum Varden, padahal ini juga salah satu kunci dari Eldest.
Satu yang bagus menurut saya: SoundTrack nya doank, dari Avril Lavigne.
Sama2 KUCHIWA donk kita Yul, hiks..:((
berkomentar pada jam 1:58 pm
tanggal 30 December 2006
[...] Laporan lagi Buku Narnia yang ke-2 The Lion, the Witch & the Wardrobe selesai dibaca…, sebentar kok bacanya, yang lama ya posting laporannya Berhubung saya sudah tahu lebih dulu ceritanya dari film-nya tahun lalu jadi saya makin sebel dengan film Eragon [...]
berkomentar pada jam 7:54 pm
tanggal 31 December 2006
sudah nonton nih! kayaknya memang filmnya bener2 ditargetkan untuk ’semua umur’ kali Yul. Anak2 sih cukup heboh ikut2an teriak hwehehehe…kalo menurut gue sih emang penggarapannya kurang serius n sutradaranya kurang “Eragon-mania” nggak kayak Peter Jackson “LotR-mania”. Tanpa baca bukunya juga gue ngerasa Brom nya terlalu ’seger-sehat’…Jeremy Irons terlalu mirip dengan perannya di Kingdom of Heaven…kabarnya sih Ian McKellen yang tadinya ditawarin jadi Brom. (Idih, komen nya kok jadi panjang…:-?? )
berkomentar pada jam 12:51 am
tanggal 1 January 2007
Nah, udah nonton kan? sok atuh baca bukunya Bunda :P
berkomentar pada jam 4:30 pm
tanggal 1 January 2007
aku ga terlalu nyesel kok nonton filmnya. masih rada wajarlah kalo film ga bakal sebagus bukunya, walopun yang ini sampe tokoh2nya banyak yang ga ditampilin yah.
filmnya lumayan kerenlah, bagus gambarnya…..
berkomentar pada jam 6:47 pm
tanggal 2 January 2007
kaya’nya iklan-nya bagus ya ???
berkomentar pada jam 6:51 pm
tanggal 2 January 2007
hah ? koq dari ausie sih ??? beneran nih ???:)>-
berkomentar pada jam 10:05 am
tanggal 11 January 2007
hah… maas sih eragon tuh jelek…. aku ni yang belon nonton cuz ya taulah keadaan ku yang dikota kecil neh…… pastinya lama banget tayangnya… aku ni cuma bisa liat gambarnya doang yang terpampang di akan datang…!!!!! huh… kalo filmnya emang jelek kaya yang dibilang orang n ga sebagus bukunya…, awas ajah..!!!!!
kan kasian christian paolininya………:(:(
jadi ga napsu neh nontonnya..!
berkomentar pada jam 11:26 am
tanggal 26 April 2009
wah ceritanya bda bangeet ma yang da di buku. byk adegannya di cut.
berkomentar pada jam 3:05 pm
tanggal 4 March 2010
maaf yah kk tapi saya tak setuju! tapi untuk bagian eragon sbagai seorang anak petani mmg benar terlalu bersih sih, tapi untuk beberapa bagian gak terlalu buruk kok. dalam film brom memang kurang berdongeng tapi ada beberapa sesi yang menunjukan bahwa Brom mendongeng misalnya saat malam hari dan saat melakukan perjalanan bersama eragon. walaupun cuma beberapa saat tapi brom sudah bisa saya nyatakan mampu dlm hal itu ( mungkin untuk yang lain tidak, yah ? :-)). trus saya pikir brom itu orang yang bisa d blg ksatria karena dalam novel dia masuk ke istana ( eragon novel) dan saya pikir itu butuh keahlian sebagai ksatria. lalu bukannya dia itu adalah salah satu penunggang naga. kalau kk pernah nonton film kingdom of heaven, di situ ada brom juga kan. kalau ajihad dalam film saya rasa tidak terlalu penting karena film itu hanya memfokuskan eragon dan saphira namun dalam novel saya belum membacanya sampai di situ. saphira juga sudah lumayan sebagai seekor naga betina ,seekor naga jarang ada yang betina loh!. misalnya dalam film2 yang berhubungan dengan naga selalu jantan( merlin n’ dragon heart, dll) , tapi untuk eragon christopher paolini pake yang betina dan saya rasa itu memberi hubungan yang khusus antara eragon dan saphira. dan soal suara aku setuju suara saphira di film itu karena suaranya anggun dan mengambarkan seekor naga betina seperti yang di katakan brom dalam film saat pertama kali bertemu. rachel weidz( constantine) sudah cocok dalam mengisi suara saphira.