Baca Buku: The Horse and His Boy
Dikirim: January 2nd, 2007 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hobi | 5 Komentar »
Wih, hebat! hehehe, boleh dong muji diri sendiri. Kemarin selesai baca buku 1 hari :P Kan hari terakhir libur…, jadi menghadiahkan diri sendiri dengan membaca… so buku ke-3 Narnia The Horse and His Boy selesai dilahap dalam 1 hari. Berhubung bukunya tidak tebal jadi pekerjaan lainnya tetap dikerjakan lah ya, biasalah ibu RT :P Disela main sama Ilham yang mampir ke tempat Mato-Pato-nya juga
.
Dibuku ini berkisah tentang kejadian dimasa pemerintahan 4 putra Adam dan putri Hawa (masih ingat kan siapa mereka?) Kisah seorang anak petani di negeri Calormen yang melarikan diri dari rumah menuju tanah Utara dan Narnia. Pelariannya bersama seekor Kuda Yang Dapat Berbicara,… hei! Seekor kuda berbicara? di dunia manusia?? Ya, dan bukan hanya satu… ada dua
>-
Shasta, si bocah petani itu melarikan diri di malam dia baru saja dijual oleh ayahnya kepada seorang Tarkhaan (sebutan bangsawan di negeri mereka). Tarkhaan itu berhasil membeli Shasta karena dia tahu, sesuai pengakuan si petani, bocah itu bukan anak kandung si petani karena perbedaan fisik mereka yang nyata. Shasta yang mendengar kenyataan itu makin bermimpi ingin pergi ke tanah Utara. Kemudian saat dia mengetahui Tarkhaan yang membelinya sangat kejam, maka iapun melarikan diri bersama Bre, kuda perang sang Tarkhaan yang ternyata adalah makhluk Narnia.
Perjalanan Shasta bukannya tanpa halangan. Dia belum pernah mengendarai kuda perang yang tinggi dan gagah. Ancaman kejaran singa selama perjalanan dan tentu saja ancaman tertangkap karena pergi membawa kuda perang Tarkhaan. Dia juga bertemu dengan Aravis sang Tarkheena (putri Tarkhaan) yang melarikan diri juga dari ayahnya
. Tentu saja bisa dibayangkan bagaimana perjalanan seorang bocah petani dengan putri bangsawan :D.
Kejadian demi kejadian mereka lewati dengan tidak terduga. Shasta yang ditangkap karena disangka sebagai pangeran Corrin, putra Raja Lune. Kebingungan dan bahaya yang dialami Ratu Susan di Tashbaan, ibukota Calormen. Ancaman perang dari Radabash, padang pasir yang luas dan tentu saja sekali lagi … kejaran singa!
Lalu bagaimana pelarian Shasta dan Avaris? Berhasilkah mereka sampai ke Narnia? Disini Shasta menunjukkan keberanian selayaknya seorang ksatria. Lalu selamatkah Ratu Susan? Bagaimana Shasta bisa menjadi pangeran negeri Archenland? Wah… baca sendiri aja ya
berkomentar pada jam 11:58 am
tanggal 5 January 2007
Yuli baca Narnia juga ya ? aku juga….:”>
Aku baru sampai buku ke 4 ‘ Prince Caspian’ . Tadinya beli buku buku narnia buat anakku eh ternyata maknya yang suka…
berkomentar pada jam 3:48 pm
tanggal 5 January 2007
hehehe… gak dilarang kan mbak, klo kita suka buku model gini…
Aku baru mau baca yg ke-4 nih…
hmmm, gak berebut sama anaknya kan mbak Hernik ?
berkomentar pada jam 5:21 pm
tanggal 5 January 2007
aku dah lama engga baca buku, malesss….
makasih masukannya Yul, kapan yach aku diajarin ngerajut ama kamu?:-?
berkomentar pada jam 6:08 pm
tanggal 5 January 2007
hehehe…, tenang aja pasti ntar ada masanya baca2 buku lagi.
Ayo, kapan belajar bersama, bukan diajarin ah, aku kan juga baru belajar merajut 2 jarum… kalau 1 jarum sih dah lumayan lah :D
Belajar online dr video juga bisa mbak, klo mau ntar aku kasih linknya
berkomentar pada jam 3:58 pm
tanggal 7 January 2007
[...] Doctor Cornelius yang mengetahui lebih dulu hal ini segera meminta Caspian melarikan diri ke Archenland. Dia menghadiahkan Caspian Terompet Ratu Susan yang telah lama hilang. Caspian lari dengan kudanya seorang diri, sampai di hutan dalam cuaca yang buruk. Karena takut, kudanya menjadi liar dan Caspian terjatuh tak sadarkan diri. Saat siuman, Caspian ternyata ditolong oleh Trufflehunter, Musang Yang Bisa Berbicara dan dua orang Dwarf yang selalu berselisih paham Trumpkin dan Nikabrik. [...]