Selamat Jalan Chrisye
Dikirim: March 30th, 2007 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Kenangan | 13 Komentar »“Chrisye meninggal!!” suara suami saya terasa tercekat terdengar di handphone saya ditengah sesi mengajar pagi tadi. Tak ada waktu untuk berpikir, saya hanya menjawab ya sambil memberitahukan sedang mengajar sebelum menutup telepon. Rasanya tidak percaya, saya mengabaikan berita itu. Kesibukan ekstra persiapan wisuda minggu depanpun ternyata sanggup membekukan emosi saya akan berita duka tersebut sampai siang.
Liputan perjalanan hidup chrisye di TV yang terdengar lamat-lamat akhirnya menyadarkan saya bahwa penyanyi legendaris itu benar-benar telah tiada. Perlahan rasa sesak mulai menyeruak, seri. Ada rasa yang aneh, antara sedih, hilang dan nrimo. Saya sedih dan merasa kehilangan satu-satunya penyanyi unik yang jadi favorit saya dan suami. Nrimo, karena saya tahu Chrisye memang sakit sudah sangat lama, mungkin ini yang terbaik buatnya.
Saya sangat suka dengan lagu-lagu Chrisye, tapi rasanya saya memang bukan fans yang baik.
Saya gak tahu kapan Chrisye lahir, siapa nama aslinya dan hal-hal lain sampai beberapa saat sebelum saya menulis ini. Tapi saya tahu pasti Chrisye bukan termasuk penyanyi yang atraktif untuk dilihat, tapi sangat menghanyutkan untuk didengar suaranya.
>- Saya dan suami sadar betul bahwa Chrisye tidak bisa “goyang” dipanggung, pasti kaku. Sampai beberapa tahun yang lalu kami menyaksikan Chrisye bisa mulai lebih rileks bergerak dipanggung, dan kami senang saat itu,…”Akhirnya…”, itu komentar kami
Chrisye lahir dengan nama Chrismansyah Rahardi pada 16 September 1949. Menghembuskan nafas terakhir hari ini Jum’at 30 Maret 2007 pukul 04.08 pagi karena sakit kanker paru yang dideritanya. Dulu, saya dan suami sangat antusias begitu melihat Chrisye akhirnya muncul kembali di TV dalam sebuah acara, diwawancarai dan bernyanyi. Walau terasa keletihannya, namun suara Chrisye yang tetap bersemangat untuk menyanyi terdengar melegakan. Chrisye memang memukau lewat suaranya.
Setiap lagu Chrisye terasa unik dan selalu enak untuk didengar. Lagu sedih, patah hati dan sejenisnya tetap tidak terkesan cengeng. Lagu bercintapun tak terdengar saru dan tabu dalam untaian liriknya. Lagu riangpun selalu menyenangkan walau Chrisye tak jago bergoyang. Suara Chrisye unik, selalu pas dan menyatu dengan lagu yang dibawakan. Riang, sedih, rindu, megah, suaranya seolah memberikan nyawa yang sesuai dengan lagunya.
Malam ini saya baru bisa benar-benar bersedih dan menangis. Saya kehilangan penyanyi segala jaman. Saya ingat waktu sekolah dulu, SMP dan SMA saya selalu memburu lagu-lagunya di radio setiap malam. Saya selalu mendendangkan potongan lirik lagu-lagunya yang sesuai dengan suasana hati. Saya ingat lagu “Badai Pasti Berlalu” yang jadi salah satu lagu favorit untuk latihan paduan suara di SMA dulu. Saya ingat saya selalu suka dengan lagu ballad-nya Chrisye. Megah, menghanyutkan dan bermakna mendalam. Tembang lawas-nya tetap enak didengar sampai sekarang. Lagu barunya berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi muda terdengar menawan.
Chrisye telah tiada, tetapi saya yakin lagu-lagunya tetap akan abadi, selalu dirindukan. Selamat jalan Chrisye…, selamat jalan.
berkomentar pada jam 5:30 pm
tanggal 31 March 2007
Setuju…! Saya demen banget sama lagu “Malam Pertama” dan “Sayang”.
berkomentar pada jam 1:07 pm
tanggal 1 April 2007
wah… baru tahu aku Yul, sedih juga nich, krn aku juga demen lagu2nya, apalagi pas sma dulu…
berkomentar pada jam 3:54 pm
tanggal 2 April 2007
Chrisye …. hiks
Kelihatannya belum ada bahkan tidak akan pernah ada lagi penyanyi yang namanya menjadi legenda seperti beliau. Penyanyi 3 jaman. Kelihatannya layak nih namanya diabadikan sebagai nama acara yang mengapresiasikan musik dalam bentuk penghargaan. Piala Chrisye
berkomentar pada jam 11:11 pm
tanggal 2 April 2007
Kaget juga dikabarin temen waktu itu…Chrisye udah engga ada, ikut berduka….
Bener kata Mas Riyo, keknya perlu ada Piala Chrisye deh…..
Btw, makasih ucapannya ya buat Noni.
berkomentar pada jam 2:21 am
tanggal 3 April 2007
:”>iya bener mba, aku ingat pada waktu sma dulu,yang selalu menantikan lagu anak sekolah dari crisye.
berkomentar pada jam 12:14 pm
tanggal 4 April 2007
Saya merasa sedih sekali mendengar dan melihat berita di TV bahwa penyanyi legendaris “Om Chrisye” telah pergi untuk selamanya.
Saya salut kepada Om Chrisye ( Almarhum ) karena semangat hidupnya sangat besar sekali walaupun penyakit yang diderita oleh Om Chrisye sudah menggrogoti tubuhnya dan lagu-lagu Om Chrisye sangat bagus sehingga banyak penggemar dari beberapa negara termasuk Indonesia yang menyukai lagu serta suara Om Chrisye yang khas dan bagus.
Om Chrisye……selamat jalan karyamu selalu kukenang.Fatco:)
berkomentar pada jam 1:50 am
tanggal 7 April 2007
Buat semua: kita memang kehilangan sosok “besar” yang bersahaja
berkomentar pada jam 5:13 pm
tanggal 8 April 2007
…resah rintik hujan yang tak henti menemani…
…indah cinta berakhir duka, mengalun sunyi dibuai mimpi…
…embun, bak permata menghias persada, kemilaunya semarakkan jiwa…
…kau tidur didalam pelukku, menetes air mata bahagia…
de el el… *hiks*
berkomentar pada jam 8:11 am
tanggal 9 April 2007
emang bikin sedih ya mbak vi3
berkomentar pada jam 3:32 pm
tanggal 10 April 2007
sesungguhnya semua ini hanya fana belaka….
berkomentar pada jam 1:41 am
tanggal 11 April 2007
sedihnya … salam ma suami ya..
berkomentar pada jam 5:36 pm
tanggal 12 April 2007
Halo Yasin, emang sedih. Salamnya disampai-kan. Pa kabar?
berkomentar pada jam 8:46 pm
tanggal 12 June 2011
nama:christian rahadi
tanggal lahir:16 september 1949
nikah dengan g.f.damayanti noor pada tanggal 12 desember 1982 mempunyai 4 orang yang bernama rizkia nurannisa,risty nurraisa,rainda prashatya randa pramasha
wafat pada tanggal 30 maret 2007 jam 04.00 pagi. tanggal 27maret opa baru meninggal dunia tanggal 28 maret saya mengantar opa saya kepembakaran tanggal 30 maret 2007 saya baru bisa tidur tapi ada sms dari anak kos bahwa om chrisye meninggal saya langsung melihat tv saya juga merasa sedih kehilangan om chrisye.selamat jalan om chrisye