Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Tips: Cukup Garam atau Belum

Dikirim: September 28th, 2007 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Hidangan, Serba-serbi | 12 Komentar »

Kasih tips ah ;;) . Untuk urusan masak yang paling gak boleh dilupa adalah urusan memberi garam. Yang paling hebat dari berbagai resep adalah penggunaan kata secukupnya. Repotkan, memberi garam dengan ukuran kira2…, pasti harus di-icip-icip sampai terasa pas. #-o Nah di bulan puasa ini biasanya ragu apakah masakan yang kita buat sudah cukup bergaram atau belum. Tips yang ini cocok untuk membantu kita mengecek kadar garam dalam masakan berkuah tanpa harus mencicipinya…, jangan sampai batal kan puasanya :D

*-:) Gampang…, setelah memberi garam, sebelum kompor dimatikan cukup ambil setetes kuah dari masakan tersebut. Teteskan pada kuku ibu jari Anda dan perhatikan bentuk keliling tetesan yang menempel pada kuku. *-:)

  • Tetesan tumpah: masakan belum diberi garam
  • Tetesan pecah: masakan belum cukup diberi garam
  • Tetesan bulat tidak sempurna: masakan kurang garam, tambah sedikit
  • Tetesan bulat sempurna: masakan sudah cukup garam,
    lihat tingkat kecembungan tetesan
    ;

    • datar: perlu ditambah sedikit garam
    • agak cembung: Tidak perlu ditambah garam untuk mereka yang tidak terlalu suka asin.
      Perhatikan bahan masakan yang digunakan, jika bahan makanan bersifat meyerap garam (misal tahu, tempe, kentang) maka harus ditambahkan sedikit garam.
    • cembung sempurna: Tidak perlu diberi garam.

Selamat mencoba :)


12 komentar untuk “Tips: Cukup Garam atau Belum”

  1. 1
    elda
    berkomentar pada jam 12:29 pm
    tanggal 28 September 2007

    Bagus juga nieh tips… :-?

    boleh…boleh…boleh dicoba….:d/

  2. 2
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 12:38 pm
    tanggal 28 September 2007

    @ elda: Ayoo di coba :D

  3. 3
    itha
    berkomentar pada jam 1:12 pm
    tanggal 28 September 2007

    :-? mmm….ya..ya…ya…
    Bagus juga untuk dipraktekin.

    Makasih ante

  4. 4
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 5:52 am
    tanggal 29 September 2007

    Pantes masakannya tetep enak meskipun puasa :x

  5. 5
    dyah
    berkomentar pada jam 11:49 am
    tanggal 29 September 2007

    kalo bentuk kukuya emang cembung banget?

  6. 6
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 1:21 pm
    tanggal 29 September 2007

    @ itha: iya dong di praktekin… :)

    @ yayang: :\”>

    @ dyah: yang cembung bukan kukunya Dek, tapi bentuk tetesan nya

  7. 7
    alni
    berkomentar pada jam 8:38 pm
    tanggal 30 September 2007

    Hihi, experimen sendiri nih li?
    Gimana kalau masalah pada tingkat keasinan masing2 orang, maksudnya…tiap masak alni pikir garamnya udah pas, tapi kata anak2 di flat kurang asin:D

  8. 8
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 8:11 am
    tanggal 2 October 2007

    @ Alni: …, itu gunanya ada garam meja kan Non :D Tinggal di cek, jangan2 lidah Alni yg gak umum tingkat asinnya ;)

  9. 9
    jati
    berkomentar pada jam 10:24 am
    tanggal 2 October 2007

    maacih ante…bermanfaat sekaleee

  10. 10
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 11:08 pm
    tanggal 2 October 2007

    @ jati : sama2…, ntar ajarin ke Kalila kalau sudah besar ya :)

  11. 11
    tata
    berkomentar pada jam 4:42 pm
    tanggal 12 February 2009

    wow,,
    hebbbat euy, sangat teliti sekali.
    pasti akan dicoba
    (komennya telat ya? :wishtling: )

  12. 12
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 6:14 pm
    tanggal 12 February 2009

    @Tata: hehehehe, selama dicoba dan ternyata bermanfaat gak ada kata telat deh :d


Isi Komentar