Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Ke Gunung Pancar

Dikirim: March 4th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Serba-serbi | 15 Komentar »

Bermula dari siaran radio yang didengar suami saat hendak menjemput saya akhirnya Sabtu lalu kami mengunjungi Pemandian Air Panas Gunung Pancar milik Pak Suratman. Berlima dengan Mama, Papa dan salah seorang adek saya kami berangkat sekitar pukul 14.00. Berhubung jalur tol yang biasa kami tempuh hanya JORR dan Cipularang, jadilah kami “buta tol” saat harus pindah ke tol Jagorawi yang menuju Sentul #-o jadi ada 1 jam yang terbuang karena salah ambil jalur, duh. Ya, Gunung Pancar yang kami tuju berada di kawasan Sentul.

Begitu masuk desa karang Tengah, kami menemukan makanan enak yang susah dicari di Jakarta… Kacang Bogor rebus!! hehehe, saya suka banget kacang bogor rebus, apalagi yang pas campuran garamnya =P~ Sekitar 16.30 kami sampai di tujuan yang berada di area Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar. Untuk masuk ke TWA setiap orang dikenakan biaya Rp. 2000,- dan kendaraan Rp. 2000,- Jika mau berkemah ada tarifnya sendiri sedangkan dipintu masuk tanah milik Pak Suratman kami perlu membayar Rp. 10.000,- per orang dan Rp. 4000,- untuk kendaraan.

Untung sekali saat kami tiba, tempat ini tidak terlalu ramai dengan pengunjung, jadi kami bisa langsung berendam air panas di tempat yang disediakan. Ada 3 kamar berendam yang berisi 2 bathup selain ruangan lainnya. Disini saya dan Mama berendam sekitar 30 menit…, oh ya aturan disini tidak boleh berendam dalam ruangan yang sama dengan lawan jenis, meskipun suami istri [-x.

Yang unik dari pemandian ini, air panasnya bukan air panas belerang…, bahkan airnya bisa langsung diminum. Air ini konon berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga banyak pengunjung yang di terapi disini. Sudah banyak mereka yang sakit jantung harus di-bypass dan menggunakan balon akhirnya sehat tanpa tindakan operasi setelah menjalani terapi air ini. Bahkan kami bertemu dengan salah seorang dari mereka, Pak Untung, yang masih menjalani terapi untuk memulihkan kondisinya. Pak Untung Ujang sendiri tidak jadi harus menjalani operasi.

Pasangan Pak Suratman dan Bu Lis ini terbilang unik…, mereka ramah terhadap pengunjung, bercerita dan bercanda satu sama lainnya layaknya anak muda. Cerita-cerita segar dan pengalaman yang luas mereka sharing dengan cara yang menyenangkan. Ditengah-tengah obrolan kami tentang terapi dan sebagainya, tiba-tiba Bu Lis mengatakan bahwa saya bertekanan darah rendah dan bermasalah pada pencernaan. Ya, bu Lis bisa mendiagnosa awal tanpa kami beritahu  apapun. Lalu dengan memeriksa nadi, beliau membeberkan kondisi kesehatan saya.

Karena jadwal terapi tidak dilaksanakan pada akhir minggu, kami akhirnya disarankan untuk mengkonsumsi terlebih dahulu air yang berasal dari mata air gunung pancar. “Mudah-mudahan cukup dengan mengkonsumsi air saja, yang penting selalu makan makanan sehat”, pesan Bu Lis. Ya, mudah-mudahan, kami pun memang merasa lebih segar setelah berendam. Mama yang kadang tidak tahan udara dinginpun merasa lebih baik setelah berendam dan memijat jalan nadi saat berendam agar aliran darah lebih lancar. Pukul 21.30 kami pulang ke Jakarta dan berencana untuk kembali lagi suatu saat nanti.


15 komentar untuk “Ke Gunung Pancar”

  1. 1
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 5:25 pm
    tanggal 4 March 2008

    Besok Kamis ya …. ;)
    **Kayaknya namanya bukan pak Untung deh, tapi pak Ujang :p

    Posting terakhir di blognya Riyogarta Gratis Domain + Hosting (200MB) 1 Tahun

  2. 2
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 5:46 pm
    tanggal 4 March 2008

    @ Riyo: Iya ya Pak Ujang, udah dibetulin tuh :)

  3. 3
    adek
    berkomentar pada jam 10:17 am
    tanggal 6 March 2008

    Ikut dong……:D
    mau lagi…….:P
    yah tungguin yah

  4. 4
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 4:25 am
    tanggal 7 March 2008

    @ adek : ditungguin deh di Gn Pancar :d

  5. 5
    ocha
    berkomentar pada jam 1:29 pm
    tanggal 14 March 2008

    keren abiezzzzz yupz gunung pancar kaya’nya asyik bgt tuch;)

  6. 6
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 10:12 am
    tanggal 16 March 2008

    @ ocha : emang asyik :)

  7. 7
    Saor
    berkomentar pada jam 11:56 am
    tanggal 20 August 2008

    Kalau naik motor datang dari Kramat Jati/ cibubur , jalan mana yang singkat untuk ke Gn.Pancar ini ? Tempat wisata apa ada lagi yang lain di seputar wilayah itu ?
    Yang kasi informasi ke email saya diucapkan terimakasih.
    sm_tambunan @yahoo.com

  8. 8
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 5:02 pm
    tanggal 21 August 2008

    @Saor: waduh, saya kurang tahu kalau pakai jalur motor, saya juga tidak hunting tempat wisata lainnya.

  9. 9
    Hamil ya… gimana caranya? | Corat - Coret
    berkomentar pada jam 11:20 pm
    tanggal 30 September 2008

    [...] “Gunung Pancar“: berawal dari siaran radio tentang Air panas non belerang akhirnya kami pelesir ke Gunung Pancar. Berendam air panasnya juga minum air gunung tersebut. Alhasil badan memang jauh lebih segar. Nah kami 2 kali ke sana, kali yang kedua memang selain berendam, kami terapi jetstream… dipijat titik-titik peredaran darah dengan semprotan air panas gunung bertekanan tinggi. Menurut Bu Lis, kondisi kami baik-baik aja… tinggal bersabar menunggu rejeki dan kesiapan diri. Itu sudah 5 bulan yang lalu [...]

  10. 10
    cantyna pasya
    berkomentar pada jam 2:06 pm
    tanggal 14 April 2009

    yah jlaz lah gunung pancar tuch kren abizt…..scara gtu rang b0g0r rta2 tmpat2nya tuch acik2 cmUa gtu……. :) :) ;)) ;)) ;)) he..he..kidding2…..
    aku tinggal di dket gunung pncar tpi gk dket2 bngt cih…lmayan lah
    aku tuch sring bngt ke stu l0w plank ch00l ma tmen2….
    low msalnya sre2 tuch pmandangannya indah bngt tau kren abiZzz
    kita bisa liat pmandangan kota bogor…..
    low yang blum prnah ke gunung pancar nyesel dech…. :dancing:
    and n0rak….hehe…
    di tunggu yupZ kdatangannya…….

  11. 11
    Titiek Tjahjaningsih
    berkomentar pada jam 3:24 pm
    tanggal 29 September 2009

    Yth. Mbak Yuliazmi

    Mbak, mohon info rute dari Jakarta ke Gunung Pancar dan nomor telephon pak Suratman ya, biar kami gak kesasar.

    Terima kasih dan salam untuk keluarga.

  12. 12
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 10:47 am
    tanggal 5 October 2009

    Mbak Titiek

    Kalau dari Jakarta masuk tol cikampek keluar di pintu tol Sentul. Pas di pertigaan arena balap Sentul, belok ke kanan terus saja ikuti jalan sepanjang Babakan Madang. Sampai di pertigaan yang ada plang petunjuk jalan Gn Pancar terus saja naik (jalannya nanti mendaki) sampai masuk hutan alam (ada pos penjaganya) terus naik lagi sampai ke pos penjaga area tempat Pak Suratman

    no telp-nya: 021-93129151

  13. 13
    Herry
    berkomentar pada jam 5:23 am
    tanggal 12 January 2010

    Aer Panas emang bolee…..

  14. 14
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 1:00 am
    tanggal 14 January 2010

    Kan bukan panas belerang

  15. 15
    Oki
    berkomentar pada jam 10:12 am
    tanggal 18 February 2010

    ” … Kalau dari Jakarta masuk tol cikampek keluar di pintu tol Sentul….”

    koq tol cikampek sih? bukannya sentul adanya kudu lewat tol jagorawi?


Isi Komentar