Catatan Dialog Terbuka dari seorang Istri
Alhamdulillah, Dialog Terbuka yang diprakarsai Riyogarta akhirnya terselenggara pada waktu yang akhirnya fix
Jum’at 11 April 2008, jam 09.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 11.45 WIB.
Saya rasa tidak perlu lagi mengulas acara tersebut dari sisi yang sama dengan yang sudah dilaporkan oleh banyak teman. Lagi pula ini sudah lewat 2 hari dari acara…, hehehe saya rada ambrug karena sibuk ikut terlibat dalam kepanitiaan wisuda tanggal 12 April 2008. Juga tentunya “sok sibuk” mendukung persiapan suami tercinta termasuk do his haircut jam 9 malam karena pulang malam terus… hasilnya ganteng kan suami saya
Sebagai seorang istri mungkin orang akan berpendapat bahwa saya tidak akan obyektif…, seorang istri memang harus mendukung suaminya tho? Apalagi jika yang dilakukan suaminya bukan sesuatu yang salah. Tapi saya tetap punya kritik untuk suami saya…, serius
Saya sangat menyayangkan mas Riyo berbicara dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Bukan Riyo banget, tapi kenapa selalu memegang mike dengan posisi yang menutupi mulut dan wajahnya? Duduknya juga gak santai, seperti orang yang kehabisan tempat duduk diangkot yang sudah sesak. Saat selesai acara saya tanya, ternyata kursi yang didudukinya agak jeblos sehingga sulit untuk menyesuaikan posisi duduk dengan tinggi meja. Tentu saja saya cecar lagi kenapa kursinya gak ditarik saja lebih maju? Ups! saya lupa kalau kursi itu berat dan tangannya tidak akan kuat menarik maju kursi tersebut.
Bicara soal tangan, saya sendiri menyesal karena saya lupa memfasilitasi mas Riyo. Saat Dialog sudah berjalan, sempat Mas Riyo agak terbatuk lalu saya lihat Roy Suryo mulai menuangkan minum. OMG! Saya tidak ingat untuk membukakan segel dan tutup botol air minum kemasan yang sudah tersedia untuknya
Acara masih panjang dan mas Riyo perlu minum, pastinya gak mungkin saya maju ke meja pembicara untuk membukakan botol airnya…, pasti “siapa loe?” yang akan muncul dibenak peserta dialog. Untunglah seorang asisten lab yang menjadi panitia bersedia mengantarkan air-minum-kemasan-gelas yang sudah-siap-diminum kepada mas Riyo. Jadi bukan karena Mas Riyo sombong gak mau buka botol sendiri, tapi karena tangannya memang belum sembuh total dari kecelakaan tahun lalu. Buat yang hadir jangan merasa aneh atas kejadian itu ya
Selebihnya, Mas Riyo terlihat seolah bersembunyi dibalik layar notebook yang dia pergunakan untuk menampilkan screenshoot dari berita-berita yang terkait dengan ucapan Roy Suryo saat dialog. Berbeda dengan Roy Suryo yang tampil terbuka dan menggerakkan tangannya dengan penuh semangat berapi-api sampai sempat mengenai kepala mas Abimanyu yang menjadi moderator
Agaknya Roy Suryo memahami betul apa yang disampaikan senior saya waktu latihan operet untuk inagurasi SMA di panggung JHCC. “Gerakan tangan dan tubuh harus berlebihan agar terlihat oleh penonton paling belakang, jika tidak kita hanya akan terlihat seperti titik yang diam” Wah untuk urusan ini saya akui deh Roy Suryo lebih ahli…
Waktu saya tanya ternyata karena dia kesulitan mengatur posisi duduk karena kondisi saat itu.
Selebihnya mas Riyo bersikap sebagaimana Riyo yang saya kenal selama ini, selalu dapat berpikir cepat dan tepat sasaran. Bisa menemukan kata-kata yang tepat dan “mengena” saat berdialog dengan siapa saja. Saya juga berhasil mengabadikan ekspresi Roy Suryo saat Mas Riyo menyela dengan singkat penjelasan panjang lebar Roy Suryo yang jelas sering menyela pembicaraan Riyo maupun moderator. Dia juga tetap gak lupa membuat istrinya tersipu dengan berkata “terimakasih ya, sayangku” waktu saya mengantarkan amplop hadiah yang sudah kami persiapkan untuk Roy Suryo. Sudahlah pujian saya untuk suami biar saya sampaikan langsung pada orangnya
Selain itu saya sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk:
- Bapak Broery TS yang sudah sigap menanggapi surat terbuka sehingga acara dialog ini dapat terselenggara di Universitas Budi Luhur. Telat sedikit mungkin akan terlaksana dikampus lain
Juga terimakasih atas kesigapannya menyesuaikan diri dengan jadwal yang selalu berubah-ubah sampai detik-detik terakhir. Bapak Broery ini yang ada difoto berempat dengan pembicara dan moderator lho.
- Bapak Hestya Patrie yang telah memberikan masukan yang sangat bermanfaat sebelum persiapan dialog ini akan dilaksanakan.
- Bapak Prof. Dr. Ronny R. Nitibaskara atas sambutan pembukaan dan komentarnya yang cukup menohok Roy Suryo.
- Universitas Budi Luhur dan rekan-rekan panitia yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.
- Bapak Abimanyu yang sudah dengan sukarela menjadi moderator. Saya tahu Anda cukup kewalahan menyela Roy Suryo yang gemar-menyela-pembicaraan-tapi-anti-disela-balik sampai2 kepalanya kena tangan Roy Suryo.
- Rekan-rekan blogger yang mendukung terealisasinya dialog ini.
- Okezone sebagai media partner.
- Universitas Bina Nusantara yang menyediakan fasiltas live streaming.
- Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang langsung maupun tidak langsung membantu terselenggaranya acara dialog terbuka ini.
Cuplikan dialog yang sempat saya rekam bisa dilihat di layartancap.com






