Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Catatan Dialog Terbuka dari seorang Istri

Dikirim: April 13th, 2008 | Oleh: | Kategori: Special, Teknoblogia | 12 Komentar »

Alhamdulillah, Dialog Terbuka yang diprakarsai Riyogarta akhirnya terselenggara pada waktu yang akhirnya fix :d Jum’at 11 April 2008, jam 09.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 11.45 WIB.

Saya rasa tidak perlu lagi mengulas acara tersebut dari sisi yang sama dengan yang sudah dilaporkan oleh banyak teman. Lagi pula ini sudah lewat 2 hari dari acara…, hehehe saya rada ambrug karena sibuk ikut terlibat dalam kepanitiaan wisuda tanggal 12 April 2008. Juga tentunya “sok sibuk” mendukung persiapan suami tercinta termasuk do his haircut jam 9 malam karena pulang malam terus… hasilnya ganteng kan suami saya 😉

Sebagai seorang istri mungkin orang akan berpendapat bahwa saya tidak akan obyektif…, seorang istri memang harus mendukung suaminya tho? Apalagi jika yang dilakukan suaminya bukan sesuatu yang salah. Tapi saya tetap punya kritik untuk suami saya…, serius 🙂

Saya sangat menyayangkan mas Riyo berbicara dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Bukan Riyo banget, tapi kenapa selalu memegang mike dengan posisi yang menutupi mulut dan wajahnya? Duduknya juga gak santai, seperti orang yang kehabisan tempat duduk diangkot yang sudah sesak. Saat selesai acara saya tanya, ternyata kursi yang didudukinya agak jeblos sehingga sulit untuk menyesuaikan posisi duduk dengan tinggi meja. Tentu saja saya cecar lagi kenapa kursinya gak ditarik saja lebih maju? Ups! saya lupa kalau kursi itu berat dan tangannya tidak akan kuat menarik maju kursi tersebut.

Bicara soal tangan, saya sendiri menyesal karena saya lupa memfasilitasi mas Riyo. Saat Dialog sudah berjalan, sempat Mas Riyo agak terbatuk lalu saya lihat Roy Suryo mulai menuangkan minum. OMG! Saya tidak ingat untuk membukakan segel dan tutup botol air minum kemasan yang sudah tersedia untuknya :(( Acara masih panjang dan mas Riyo perlu minum, pastinya gak mungkin saya maju ke meja pembicara untuk membukakan botol airnya…, pasti “siapa loe?” yang akan muncul dibenak peserta dialog. Untunglah seorang asisten lab yang menjadi panitia bersedia mengantarkan air-minum-kemasan-gelas yang sudah-siap-diminum kepada mas Riyo. Jadi bukan karena Mas Riyo sombong gak mau buka botol sendiri, tapi karena tangannya memang belum sembuh total dari kecelakaan tahun lalu. Buat yang hadir jangan merasa aneh atas kejadian itu ya 😉

Selebihnya, Mas Riyo terlihat seolah bersembunyi dibalik layar notebook yang dia pergunakan untuk menampilkan screenshoot dari berita-berita yang terkait dengan ucapan Roy Suryo saat dialog. Berbeda dengan Roy Suryo yang tampil terbuka dan menggerakkan tangannya dengan penuh semangat berapi-api sampai sempat mengenai kepala mas Abimanyu yang menjadi moderator :p Agaknya Roy Suryo memahami betul apa yang disampaikan senior saya waktu latihan operet untuk inagurasi SMA di panggung JHCC. “Gerakan tangan dan tubuh harus berlebihan agar terlihat oleh penonton paling belakang, jika tidak kita hanya akan terlihat seperti titik yang diam” Wah untuk urusan ini saya akui deh Roy Suryo lebih ahli… ;)) Waktu saya tanya ternyata karena dia kesulitan mengatur posisi duduk karena kondisi saat itu.

Selebihnya mas Riyo bersikap sebagaimana Riyo yang saya kenal selama ini, selalu dapat berpikir cepat dan tepat sasaran. Bisa menemukan kata-kata yang tepat dan “mengena” saat berdialog dengan siapa saja. Saya juga berhasil mengabadikan ekspresi Roy Suryo saat Mas Riyo menyela dengan singkat penjelasan panjang lebar Roy Suryo yang jelas sering menyela pembicaraan Riyo maupun moderator. Dia juga tetap gak lupa membuat istrinya tersipu dengan berkata “terimakasih ya, sayangku” waktu saya mengantarkan amplop hadiah yang sudah kami persiapkan untuk Roy Suryo. Sudahlah pujian saya untuk suami biar saya sampaikan langsung pada orangnya 😉

Selain itu saya sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk:

  • Bapak Broery TS yang sudah sigap menanggapi surat terbuka sehingga acara dialog ini dapat terselenggara di Universitas Budi Luhur. Telat sedikit mungkin akan terlaksana dikampus lain 😉 Juga terimakasih atas kesigapannya menyesuaikan diri dengan jadwal yang selalu berubah-ubah sampai detik-detik terakhir. Bapak Broery ini yang ada difoto berempat dengan pembicara dan moderator lho.
  • Bapak Hestya Patrie yang telah memberikan masukan yang sangat bermanfaat sebelum persiapan dialog ini akan dilaksanakan.
  • Bapak Prof. Dr. Ronny R. Nitibaskara atas sambutan pembukaan dan komentarnya yang cukup menohok Roy Suryo.
  • Universitas Budi Luhur dan rekan-rekan panitia yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.
  • Bapak Abimanyu yang sudah dengan sukarela menjadi moderator. Saya tahu Anda cukup kewalahan menyela Roy Suryo yang gemar-menyela-pembicaraan-tapi-anti-disela-balik sampai2 kepalanya kena tangan Roy Suryo.
  • Rekan-rekan blogger yang mendukung terealisasinya dialog ini.
  • Okezone sebagai media partner.
  • Universitas Bina Nusantara yang menyediakan fasiltas live streaming.
  • Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang langsung maupun tidak langsung membantu terselenggaranya acara dialog terbuka ini.

Cuplikan dialog yang sempat saya rekam bisa dilihat di layartancap.com


12 komentar untuk “Catatan Dialog Terbuka dari seorang Istri”

  1. 1
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 10:34 pm
    tanggal 13 April 2008

    Hehehe, komplain masalah tangan juga disampaikan oleh Rosyidi dalam komentarnya di salah satu posting blog Catatan.

    Makasih Ya Yang atas dukungannya baik sebelum dan saat acara berlangsung 🙂

    Riyogarta’s last blog post..Dampak Dialog Terbuka

  2. 2
    RenyPayus
    berkomentar pada jam 5:59 pm
    tanggal 14 April 2008

    Aih,jd inget suami yang lg di warnet.Hehehe.

  3. 3
    ridu
    berkomentar pada jam 12:14 am
    tanggal 15 April 2008

    wah sempet ngerekam juga toh bu.. selamet yah.. <:-P

    ridu’s last blog post..Tak Kusangka Tak Kuduga Aku Menang

  4. 4
    Kurniawan
    berkomentar pada jam 11:47 am
    tanggal 15 April 2008

    Selamat deh karena acara berlangsung lancar tanpa pertumpahan darah… :wishtling:

    Kurniawan’s last blog post..Antara Pati dan Jakarta

  5. 5
    Thata
    berkomentar pada jam 8:28 pm
    tanggal 15 April 2008

    Asyiik juga Yul…. seruuu.. Hebaat… sering2 aja deh buat beginian. Kalo aku di jkt mau juga tuh. 🙂

  6. 6
    Fikrie
    berkomentar pada jam 3:25 pm
    tanggal 16 April 2008

    Ibu prhatian bgt yach…
    Sampe” hal yg sedetail itu ibu prhatiin.
    Lam knal ya ibu.kelompok AQ
    🙂

    Fikrie’s last blog post..RIPE tOWN

  7. 7
    arizane
    berkomentar pada jam 11:07 pm
    tanggal 16 April 2008

    btw yang pake baju merah yah bu..hehehe
    wah sebagai sang istri perhatian juga…**mudah2an dapet istri perhatian juga**

    n kritiknya membangun buat suami

    **pasti suaminya lagi cengar-cengir baca blog istrinya heheh**

    **pisss pak riyo** ^:)^

    arizane’s last blog post..GEN FM Lagunya koq itu-itu aja

  8. 8
    Andy MSE
    berkomentar pada jam 11:32 am
    tanggal 25 April 2008

    Saya kagum dengan suami istri yang sangat kompak ini…

    Ketika membuka2 catatan lama, tidak disadari, ternyata saya sudah pernah berkunjung ke riyogarta.com dan berkomentar pada 10 Mei 2007 07.53PM pada posting PC Magazine: Axioo NL 658i tanggal 16 Okt 2006.
    Akhir2 ini kembali sering mengunjungi riyogarta.com setelah dialog terbuka yang cukup heboh.

    Akhirnya senang sekali bisa berkenalan juga dengan mbak Yuli..

    Sekali lagi.. salut atas kekompakan mas Riyo dan mbak Yuli

    Andy MSE’s last blog post..gOS -analogi pipis-

  9. 9
    oRiDo
    berkomentar pada jam 5:27 pm
    tanggal 28 April 2008

    seperti istri saya..
    istri saya juga selalu memperhatikan tingkah laku saya ketika berbicara di depan umum.. *kapan yah?? ;)) * dan selalu memberi masukan..

    bersyukur lah punya istri yg seperti itu..
    🙂

    tapi..
    klo istri saya nge-blog juga…
    theme nya gak bakalan sama..
    lha wong di saya nya yg gak mau sama..
    pengennya beda aja..
    hehehe…

    oRiDo’s last blog post..aku datang..

  10. 10
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 2:19 am
    tanggal 29 April 2008

    @Riyo: :girl:

    @RenyPayus: wah suaminya punya warnet ya? 😉

    @ridu: sempet doong :d

    @Kurniawan: hehehe, makasih

    @Thata: hehehe, ayoo ke Jakarta gituh 🙂

    @Fikrie: namanya juga istri :d Salam kenal juga, yang rajin ya ngeblog-nya

    @Arizane: hehehe… baju orange tepatnya. Amin, biar dapet istri yang pengertian 🙂

    @Andy MSE: duh jadi tersanjung :blushing: Makasih mas, salam kenal juga.

    @oRido: hehehe, kebetulan aja theme ini di bikin berdua, maksudnya mas Riyo bikinnya sambil diskusi ide dgn saya. hehehe, ayo mas istrinya diajak ngeblog juga 🙂

  11. 11
    Adhie
    berkomentar pada jam 5:49 pm
    tanggal 29 April 2008

    ^:)^ wah2, salut abis buat mbak yuli…setia dan bisa jadi support bagi suami. Pantes aja mas Riyo tenang banget waktu bicara di hadapan sang “pakar”. Btw, saya setuju dengan pendapat mbak mengenai penampilan mas Riyo dalam acara itu yang terkesan kalah wibawa. Tetapi menurut saya secara umum mas Riyo sudah ok kok dalam menyampaikan argumen-argumennya. Sukses aja buat mas Riyo dan mbak Yuli..

    Adhie’s last blog post..Kelemahan manusia bukanlah aib

  12. 12
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 9:07 pm
    tanggal 29 April 2008

    @Adhie: wah makasih pujian dan doanya. Berarti Mas Adhie datang dalam acara dialog ya… Salam kenal dan terima kasih sudah mampir kesini 🙂

    Yuliazmi’s last blog post..Akhirnya Ubuntu 8.04 berkat USB Flash Disk


Isi Komentar