HMOn: Thanks For Smoking Outside The Bus
Ini cerita minggu lalu, sebel banget. Kalau dipikir-pikir mungkin ini salah satu sebab mengapa bangsa kita diremehkan bangsa lain, wong beberapa warga negara ini tidak menghargai dirinya dan bangsanya sendiri
Minggu lalu, dengan tergesa harus mencapai Plaza Semanggi, saya naik bus Patas AC 44 jurusan Senen dari depan kampus. Karena penumpang masih sepi bus yang saya tumpangi melakukan ritual “ngetem” didepan salon Cantik. “wah semoga gak lama deh ngetemnya“, saya ngebathin sambil membayar ongkos yang diminta kenek. Nah waktu bayar ongkos ini saya baru perhatikan bahwa didepan saya penumpangnya seorang pria bule.
Beberapa menit berlalu, tiba-tiba si bule itu bangun celingukan dan menuju pintu depan. Kebetulan saya duduk dibangku ke dua dari depan sehingga saya bisa menyaksikan langsung kejadian yang nantinya bikin saya BETE seperjalanan.
How embarassing when a foreigner get down the bus for smoking –when the AC-bus stop by several minutes waiting for passenger– and the driver was pursued him to smoking inside the bus. How embarassing that the driver then smoking inside the bus along the way, ignoring my complaint.
Can’t let it worst, someone has to do something, at least appreciate the one who have manner. “Thanks for smoking outside the bus”, I said to the foreigner when I get down the bus in a rush . At least he’s got my message… I knew when he wink his eyes as a sign
Awalnya, saya pikir si Bule akan turun ganti bus lain karena gak sabar menunggu bus jalan, ternyata dia berdiri didepan pintu dan … … menyalakan ROKOK!!! Wah, saya sudah siap untuk komplain ke Bule tersebut tapi ternyata dia langsung turun dan merokok diluar bus. Pfff, lega saya ternyata pria itu masih punya tata krama… TAPIIIII, supir bus yang sedari tadi duduk dibelakang setir dan menyaksikan hal tersebut malah merusak kelegaan saya melalui obrolannya dengan rekannya.
Supir : “Suruh duduk belakang aja (si Bule -red)” sambil cengengesan
Rekan : (diluar bus dekat pintu depan) “Gimana ngomongnya?“
Supir : “Suruh aja… gak papa, dibelakang“
What?!!! Ya ampun, si Bule yang sudah santun merokok diluar bus malah disuruh duduk dan merokok dibangku belakang. Dooh! Menyebalkan, untungnya si Bule memang tahu aturan … gak lama dia kembali ke bangkunya tanpa merokok
Nah, kejadian selanjutnya yang bikin malu. Seorang pria naik dengan rokok diselipkan ditelinga … ngobrol dengan supir (sepertinya rekan yang tadi). Tidak lama mereka bertukar duduk, berganti tugas sebagai supir … dan … begitu duduk supir baru itu langsung menyalakan rokoknya!!! Grrrr!!!
“Pak supir kok ngerokok siy? ini kan bis AC”, protes saya. Tapi entah suara saya yang masih kurang keras atau supirnya yang memang acuh, si Supir tetap saja melanjutkan merokok sambil membuka kaca jendela disampingnya. Sebalnya lagi…, penumpang lain yang duduk diseberang saya dan dibelakang supir diam saja gak perduli. Dooh. Saya mendumel, “Bule aja ngerokok diluar, ini supir malah ngerokok di bis”.
Sesaat kemudian kenek bus mulai menarik ongkos ke penumpang yang baru naik. Begitu lewat dekat saya, langsung saya mengeluh
Saya : “Bang, supirnya kok ngerokok sih, ini kan bis AC…“
Kenek : “Ngantuk kali mbak…, dia ngantuk” sambil ngeloyor pergi
Bah! sebel banget… kalau ngantuk gak usah nyupir … kalau ngantuk bisa ngopi dulu … kalau ngantuk kan bisa nyalain kaset dengan musik yang biasanya memang selalu hingar bingar … Dan hebatnya lagi gak lama si supir menyalakan kaset dengan musik yang hingar bingar itu, bah!
Sebel, sedih dan malu…, itu yang menyerang saya. Ternyata bangsa kita sedemikian tidak punya tata kramakah? sedemikian tidak perdulikah? sedemikian rendahkah? Lebih memalukan lagi karena orang asing sudah memberikan contoh santun yang baik didepan matanya… lebih memalukan lagi karena mereka malah menganjurkan yang salah tadi. Memalukan lagi bahwa mereka mempermalukan bangsa ini dihadapan orang asing…, artinya mempermalukan saya juga!
Kondisi ini gak bisa dibiarkan, jangan sampai si Bule benar-benar menganggap bahwa bangsa ini sedemikian menyedihkan, saya harus memberinya pesan. Setidaknya masih ada warga bangsa ini yang mau menghargai sesuatu yang baik. Begitu saya hendak turun di BenHil, saya tegur dia “Thanks, for smoking outside the bus” … dengan tergesa karena diburu-buru kenek yang tak sabaran. Tapi setidaknya pesan saya sampai kepadanya, karena saya sempat melihat pria Bule itu mengedipkan mata tanda dia mendengar dan menanggapinya.
How embarassing when a foreigner get down the bus for smoking –when the AC-bus stop by several minutes waiting for passenger– and the driver was pursued him to smoking inside the bus. How embarassing that the driver then smoking inside the bus along the way, ignoring my complaint.
Can’t let it worst, someone has to do something, at least appreciate the one who have manner. “Thanks for smoking outside the bus”, I said to the foreigner when I get down the bus in a rush . At least he’s got my message… I knew when he wink his eyes as a sign






Tanggal 27 June 2008 jam 12:53 am dari
Indonesia
Firefox 3.0 on
Windows XP
Menggunakan
iya mba biasanya foreigner lebih menghormati peraturan native..
duh malu saya…btw sering naek 44 yah hehehe..sapa tau bisa ketemu ama bu dosen..
udah kenalan ama suaminya lom kenalan nih ama istrinya hehehe
arizane’s last blog post..The Breakthrough
Tanggal 27 June 2008 jam 1:57 pm dari
Australia
Firefox 3.0b3 on
Windows Vista
Menggunakan
saya setuju banget sama pendapat ibu,,

apa lagi pas adegan ngedumelnya.
klo saya disitu juga.
saya maki-maki tu orang.
untung di labkom g ada yang ngrokok
coba kalo ada
Tanggal 29 June 2008 jam 1:25 am dari
Australia
Firefox 2.0.0.12 on
Windows XP
Menggunakan
hanif’s last blog post..Kenapa Illfeel Sama Linux?
Tanggal 29 June 2008 jam 11:26 pm dari
Indonesia
Firefox 3.0 on
Linux
Menggunakan
Wah, kalo aku sih udah kudatangin ajah tuh si supir, bilangin, “Bang, bis AC ini!” Payah memang. Atau .. adukan saja ke nomor telepon yang biasa dicantumkan di bis.
Riyogarta’s last blog post..SMP Terbuka Gratis
Tanggal 30 June 2008 jam 12:13 am dari
Indonesia
Firefox 3.0 on
Linux
Menggunakan
Hehehe… naik 44-nya gak tiap hari kok. Ntar kenalan deh
@fikz:
Memang menyebalkan
@hanif :
Bukan artinya kebiasaan yang jelek untuk selalu dibiasakan untuk dimaklumi kan?
@Riyogarta:
Hmm, coba bapak waktu itu temenin aku naik 44
Tanggal 11 July 2008 jam 10:17 am dari
Indonesia
Firefox 2.0.0.12 on
Windows XP
Menggunakan
iya, kadang suka malu sendiri karena perbuatan beberapa oknum di negara ini yang nggak bisa menghormati diri sendiri apalagi menghormati orang lain.

bisa dianggap apa nanti sama foreigner.
dHarto..!!’s last blog post..Mengawas tapi Diawasi
Tanggal 14 July 2008 jam 1:49 pm dari
Indonesia
Firefox 2.0.0.15 on
Windows XP
Menggunakan
Pada dasarnya sih memang kesadaran untuk berlaku tertib dan menghargai sesama pengguna ruang publik di ruang publik Indonesia memang masih rendah bangetttt… nggak supir kendaraan ulum, nggak penumpangnya…yang notabene banyak dari kalangan terpelajar juga seharusnya…
Ohhh, pengelola ruang publik juga tuh… pernah di suatu tempat makan..masak area smoking dan no smoking, memang dipisahkan…tapi cuma dengan selembar kaca! Nggak niat banget ya…
nana’s last blog post..Gurindam
Tanggal 20 July 2008 jam 7:53 am dari
Indonesia
Firefox 3.0b5 on
Linux
Menggunakan
Waduh… alhamdulillah, saya perokok tapi ga seperti si sopir bus itu, karena saya perokok kakus.
Andy MSE’s last blog post..Akhirnya masih juga belum berakhir (IfK&KH)
Tanggal 23 July 2008 jam 11:52 am dari
Indonesia
Firefox 3.0 on
Linux
Menggunakan
@Nana: Ayo Bun…. dibikin sadar.
@Andy MSE: Hehehe…, untung ajah, klo kayak sopir itu bisa bikin saya ndumel lagi
Yuliazmi’s last blog post..Happy Delapan
Tanggal 23 July 2008 jam 3:33 pm dari
United States
WordPress 2.6
Menggunakan
[...] saya kesal, di pagi hari mau berangkat kerja pula. Ugh bikin awal yang buruk aja. Kemarin hari bikin sebel dan bikin malu sekarang tambah [...]