Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Next Jump: Catatan Sebelum Agha Sekolah TK

Dikirim: October 8th, 2014 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary | Belum Ada Komentar »

6 Oktober 2014

photo6631472910936203

Tidak terasa hari ini Agha sudah mulai bersekolah. Tentunya sebagai orang tua kami berharap dia akan memperoleh banyak hal baru disana. Termasuk dalam hal berkomunikasi. Rasanya baru kemarin mendengar tangis pertamanya yang khas, berbeda dengan oek-oek umumnya bayi yang baru lahir.

Lalu berbagai celotehan yang satu persatu muncul dari mulut mungilnya, dari gumam yang tak jelas sampai akhirnya kata-kata yang rasanya tidak pernah diucapkan anak seusianya. Semuanya sedikit demi sedikit menambah perbendaharaan katanya sejak umur 1 tahun.

Mulai dari “abbah” yang dimaksudkannya berdoa setiap kali akan nenen atau makan, sampai akhirnya sekarang sudah bisa membaca basmalah, doa mau makan dan hamdalah. Bahkan sebulan puasa kemarin akhirnya dapat membaca doa berbuka puasa sendiri.

Mulai dari “Yayoooo dan Abuuuu” untuk memanggil kami orang tuanya, sampai akhirnya bisa memanggil nama panggilan saya dengan benar. Juga bisa menyebutkan nama lengkapnya sendiri dan nama orangtuanya.

Kemampuannya untuk menjelaskan sebuah kata yang dimaksudnya dengan menggunakan kata atau kalimat lain yang bermakna sama sudah bisa dilakukannya sejak umur 3 tahun. Walau sempat membuat Yahyo-nya kebingungan saat Agha ngotot membincangkan kata “Tasuk” yang ternyata maksud dibenaknya “Macet” yang biasanya dilafalkan olehnya “Tachet” , hahahaha. Jadi hot topic di keluarga kami gara-gara si Tasuk ini.

Agha juga lebih suka memilih menggunakan kata “Tidak” dibandingkan kata “nggak” yang umumnya kerap digunakan anak sebayanya. Dalam berkalimat pun dia terbiasa menggunakan aturan bahasa Indonesia baku…. 

Yang akhirnya setelah berproses panjang, Agha berhasil memperbaiki pengucapan sebuah istilah seperti:

  • mobil kikaran menjadi mobiwl pemadam kebakawran
  • ototatis akhirnya sudah betul menjadi otomatis

 

Yang sudah bisa menggunakan dengan benar penggunaan kata

  • mungkin
  • perlu
  • pantas
  • cocok
  • konsentwrasi
  • sewrius
  • gagal
  • sukses
  • alternatif
  • cadangan
  • dewasa
  • otomatis
  • dan sebagainya


Jadi ingat waktu dia pertama menggunakan kata dewasa untuk menegaskan bahwa dia sudah jauh lebih besar dari tingkatan “sudah kakak-kakak” saat Eyangnya mengingatkannya untuk menggunakan kaus kaki agar tidak kedinginan ketika bermain. “Agha kan sudah dewasa bun, sudah tidak pewrlu pakai kaos kaki” katanya serius, saat saya membahas pertanyaan Eyangnya. Asli kami semua serta merta terbahak mendengarnya…. 

 

Ah, entah apa lagi yang akan mengejutkan kami melihat perkembangannya setelah ini. Kita tunggu cerita-ceritanya sepulang sekolah  🙂



Isi Komentar