Dikirim: March 9th, 2010 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary, Special | 1 Komentar »

Tidak terasa, pagi itu saya bangun ditemani adik bungsu saya Yessi… hanya berdua, karena suami tercinta masih berpacu dengan waktu dan kantuk menjemput ibundanya di Bandung. Tidak lama sayapun sudah berangkat ke RS Yadika Ciputat bersiap menjalani sectio yang disarankan dosg. Menjalani beberapa test sambil mengupdate status di plurk, sementara Mama, Papa, ipar, sahabat dan kerabat lainnya mulai datang menemani sampai lengkap suami dan mertua.
Menjelang siang, sedikit lewat dari jadwal sebelumnya sayapun masuk ruang operasi. Dingin, dokter dan perawat sudah siap dengan peralatan operasi. Bius lokal, dan operasi dimulai. Sedetik, semenit, 5 menit … tiba-tiba dokter berseru, “Alhamdulillah, laki-laki bu” … Ah Agha sudah lahir (pukul 11.40), tapi mana tangisnya? sedetik, semenit, … dan menggemalah tangis keras bayi laki-lakiku … tangis yang khas, “nggaaaa…nggaaaa” bukan tangis biasa seorang bayi yang Oooaaa Oooeee.
Setelah menunggu lagi, baru bayi mungil bersuara keras itu diletakkan didada. Seolah hafal dengan namanya, tak lama Agha mulai tenang mendengar saya memanggil-manggil namanya. “tenangkan dengar detak jantung bundanya…Lho, kok malah tidur ” seru dsa yang memantau proses inisiasi dini sambil mengangkat Agha, lalu meletakkannya kembali. Menangis lagi… tenang lagi, … dan tidur lagi! Ah anakku, terpengaruh bius lokal jugakah?
Terimakasih ya Allah, setelah 8 tahun lebih kami menunggu Kau berikan kami Agha. Hilang semua penat penantian… Tak terasa sudah setahun kami bersamanya, melalui waktu-waktu indah menyaksikan perkembangannya. Jagalah dia, lindungilah ia, agar kami dapat selalu mensyukuri tahun-tahun berikutnya, menyaksikannya besar dan dewasa. Amin
Akhirnya bertemu Agha lagi yang sudah bersih dan berbalut selimut di ruang recovery. Mungil, chubby, seluruh mukanya pipi semua sampai matanya terbenam sipit, sedang hidung dan mulut mungilnya saling berlomba siapa yang lebih tinggi. Hanya sekejap karena Agha akan menunggu saya di ruang bayi. Baru menjelang sore, saat saya sudah dikamar perawatan Agha diantar untuk room-in dengan saya, lalu saya memeluknya, menciumnya, menyusuinya.
Lalu waktu berlalu dengan cepat…, kadang terasa lambat tapi tak lama melesat secepat kilat.
Tadi pagi saya terbangun, bertiga. Bayi mungil itu sudah terlihat lebih besar dan tinggi, walau tetap mungil. Tak lama ia terbangun juga… matanya tampak bulat berbinar, mulut mungilnya berceloteh bahasa bayi. Dan saya memeluknya, menciumnya, memeluknya, menyusuinya.
Selamat ulang tahun pertama Agha sayang, semoga jadi anak shaleh yg sehat, cerdas, kuat, rajin dan murah rejekinya. Bunli & Yahyo sayang kamu.
Dikirim: October 28th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary, Special | 9 Komentar »

Apa sih ni? bubur susu rasa sayur mayur Gha
Tanggal 11 September 2009 akhirnya Agha diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk pertama kalinya setelah pulang dari dokter, rencananya mau imunisasi tapi gak jadi krn masih panas. Jadi sebelumnya Agha panas, batuk dan pilek bikin Agha agak-agak enteng dan lemes badannya.
Demi suksesnya MPASI, Bunli dan Yahyo ajak Agha beli biskuit bayi Farley, bubur susu SUN dan buah-buahan. Habis belanja mampir lagi ke rumah Nenek, biar Nenek dan Kakek ikutan lihat Agha makan MPASI untuk pertama kalinya.

Eh enak, Agha mau lagi Bunli

Enak lho... tambah lagi
Bunli cobain 1 sendok teh bubur susu rasa sayur mayur, pertama dikasih Agha masih cuek karena masih lemas. Gak lama Agha mulai antusias, mulai duduk tegak gak sabar menunggu suapan berikutnya. Asyik!

Ternyata pisang juga enak... Agha doyan Bun
Habis bubur susunya, sepertinya Agha masih pengen tambah. Ya sudah Bunli kasih coba makan pisang aja. Eh doyan! Satu buah pisang ambon ukuran kecil yang dikerok halus pakai sendok habis dilahap Agha. Senangnya…, habis itu Agha mulai aktif lagi. Waaaa! Kata Nenek, Agha kemaren lemes karena belum dikasih MPASI sama Bunli nih, padahal Agha sudah lulus jadi sarjana ASIX. Hehehehe, gitu ya Nak, besok2 makannya yang pinter lagi ya!
Dikirim: October 19th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary, Special | 6 Komentar »

Gaya Agha pakai sepatu baru
Agha punya sepatu pertama lho…! Setelah Agha belajar titah, sekarang makin senang berdiri-berdiri lalu melangkah, kadang melangkah maju kadang malah mundur. Jadi semalam Bunli dan Yahyo berburu sepatu untuk Agha, sepulang dari halal bi halal keluarga besar Angku Syarief.
Seperti biasa, Agha pasti ikutan memilih, dan sepatu pilihan Agha jadi sepatu pertama yang dia pakai. Sepatu biru dari bahan kain motif tartan merah-biru, sengaja dipilih yang model berperekat bukan yang ber-ikat tali mengingat Agha sangat cinta dengan tali, hehehe. Di mobil, habis beli langsung dicoba pasang oleh Yahyo saat Agha lagi serius mimik. Cuek aja tuh waktu dipakaikan soalnya Agha terlalu haus untuk berhenti mimik, tapi selesai terpasang langsung dia menggoyang2kan kakinya tanda tahu kalau pakai sepatu, hehehe.

Pegang-pegang sepatu

Atur gaya mau difoto
Tadi pagi sebelum pergi sekolah, Agha sudah pakai sepatu, sudah titah juga sama Bunli. Sambil menunggu Bunli beberes peralatan perang Agha untuk sekolah, Agha main2 dengan sepatunya. Dipegang-pegang, diperhatikan dan diteliti dengan seksama. Eh begitu Yahyo motret Agha, langsung deh Agha pasang gaya cool-nya … ! hehehehe
Dikirim: September 11th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary | 8 Komentar »
Alhamdulillah, tepat tanggal 9 September 2009 (angka cantik ya
) Agha dan Bunli berhasil lulus dalam program ASI Exclusive 6 bulan. Jadi Agha dapat gelar S.ASIX (Sarjana ASI eXclusive). Yup, sejak Agha lahir sampai posting ini diterbitkan, Agha hanya mengkonsumsi ASI. Kadang minum sedikit air putih jika lidahnya terlalu putih sehabis mimik. Agha juga tidak diberi asupan atau makanan pendamping lainnya, paling kalau Agha bisa request, ya Bunli yang makan macem2 biar ASI-nya full rasa hehehehe.
Yang suka bikin Bunli penasaran, apakah memang Agha itu besar postur tubuhnya ya? soalnya kalau ketemu orang2 pasti bilangnya Agha gede banget. Lalu pernah ada juga yang memiliki bayi seusia Agha, langsung menanyakan Agha minum susu (sufor) apa dan terkaget2 begitu tahu Agha hanya minum ASI. Hmmmm, berarti Agha sehat dan tidak kekurangan nutrisi dari ASI Bunli, walau Bunli ikut berpuasa di bulan puasa ini. Alhamdulillah.
Setelah ini Agha kan boleh makan makanan pendamping, minumnya tetap ASI ya Nak
Dikirim: August 18th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary | 5 Komentar »

Eyang's birthday dinner at Tizi
Due to our moving so I haven’t update my blog or Agha’s blog for about a month. This one of the moment happen on that period. Nice pic at Tizi on Eyang (my mother-in-law) birthday dinner, taken by Mas Dian
Dikirim: July 29th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary, Special | 9 Komentar »
Sejak senin Agha mulai mau angkat badan dan kepalanya pas tengkurep. Nah ini pas sempat didokumentasikan, dan durasi angkat2nya lebih lama. Hmmm, kado terbaik dari Agha untuk ultah Bunli tahun ini. Makasih ya sayang, Bunli bangga dan sayang sama Agha

Bisa kan, Agha angkat badan & kepala sampai tegak
Kronologis:

Gigit jari dulu

Mainan penggugah semangat

Dapet 1 mainan nih

Kok berat ya ngangkatnya

Dikit lagi... ngintip kamera dulu ah

Bisa kan, Agha angkat badan & kepala sampai tegak
Dikirim: July 25th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary, Handcraft | 6 Komentar »

di Festival Rajut
Ini cerita 2 minggu yang lalu. Ternyata Bunli kesampaian hadir di Festival Rajut Indonesia 2009 yang tanggal 12 Juli 2009 di Museum Bank Mandiri. Awalnya agak2 pesimis, karena khawatir Yahyo masih terjerat dengan kesibukan seputar pemilu. Sampai dilokasipun juga akhirnya telat dari waktu yang diinginkan, sesi yang dibawakan Thata Pang gak jadi Bunli ikuti, untungnya masih bisa ketemu dengan beliau.

Bersama Thata Pang dan warga Dinamic Crochet
Baca Selengkapnya »
Dikirim: July 19th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary | 6 Komentar »

anak Belanda
Agha kalau diurut itu sama Uwak, nenek urut yang dulu mengurut kakak-kakak sepupunya sejak bayi. Nah Sabtu minggu lalu adalah kali kedua Agha diurut. Seperti biasa, kalau Agha mau urut, kami ke Bekasi tempat Pakde, nanti Uwak datang kesitu.

anteng diurut Uwak
Agha itu kalau diurut senang-senang aja, kecuali jika ada bagian yang agak sakit (terkilir) baru dia menangis saat bagian tersebut diurut. Kalau sudah lewat yang bagian sakit kembali senyam-senyum. Sekarang bahkan sambil ngoceh, hehehe iya Agha suka ngoceh-ngoceh… aaa, wuuu, ayayayaya, ngeeeeeeng, aguuu dll. Uwak pasti selalu berkomentar dengan tingkah laku Agha.
Yang mengejutkan adalah komentar Uwak kemarin, waktu sedang mengurut Agha yang sudah makin besar badannya. “Gede banget, mancung, putih (kulitnya) … kayak anak Belanda“ Waaaa!, hehehe, lucu deh Uwak… kok bisa jadi anak Belanda ya? biasanya sih… kalau ngomong putih pasti sambungannya “kayak anak bule” hihihi… Aduh, anak Bunli ini masak dibilang anak Belanda… anak kumpeni gitu? hahahaha
Dikirim: July 15th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary | 3 Komentar »
Ini dia dua orang jagoan Bunli yang saling kangen. Berkat pemilu PilPres 8 Juli 2009 kemarin, Yahyo praktis hampir seminggu tidak tidur dirumah, mengerjakan SERIS bersama tim-nya. Bunli dan Agha pulang sendiri ke rumah ditemani Uchi atau menginap di rumah Nenek.
Ini foto tanggal 8 Juli 2009 didalam lift Gd. Cyber. Agha ikut mengantar Yahyo kembali ke Gedung Cyber setelah Yahyo menyontreng di TPS dekat rumah Nenek.
Yahyo kangen Agha, sampai minta dianter Agha… Bunli? Kangen juga dooong
Dikirim: June 10th, 2009 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Agha, Diary | 8 Komentar »
Cuti habis, duh kok gak terasa ya? ternyata sudah 3 bulan cuti dari kampus. Sudah 3 bulan juga ternyata usia Agha… gak terasa. Sekarang hari pertama masuk kerja, sudah menyiapkan Agha untuk “sekolah” di rumah Nenek sejak pagi. Mandi lebih pagi tanpa mimik dulu…, selesai mandi Agha sampai ketiduran menunggu mimik karena Bunli masih siap2 segala keperluan.
Mau berangkat, Agha foto dulu, masih sedikit ngantuk. Duh tega gak sih ninggalin tampang lucu kayak gini… harus tega. Huhuhuhu, tega gak tega Agha mulai sekolah di rumah nenek, tadi sih anteng waktu dipamitin kerja. Agha sayang, anak pinter.
Recent Comments