<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Corat - Coret &#187; HMOn</title>
	<atom:link href="http://yuliazmi.com/category/hmon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliazmi.com</link>
	<description>Blognya Yuliazmi, tempat Corat - Coret segala sesuatu yang ingin dituliskan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 11:34:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>HMOn: Gak Ada Asapnya</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2008/07/23/hmon-gak-ada-asapnya/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2008/07/23/hmon-gak-ada-asapnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 08:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[HMOn perokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Grrr&#8230;, lagi-lagi perokok bikin saya kesal, di pagi hari mau berangkat kerja pula. Ugh bikin awal yang buruk aja. Kemarin hari bikin sebel dan bikin malu sekarang tambah lagi. karena si Ijo sedang opname di bengkel, jadi saya ngangkot berangkat ke kampus. Berhubung hal yang mendesak saya untuk sampai sebelum 7.59 WIB di kampus, jadilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/super_man.png' alt=':devil:' class='wp-smiley' />  Grrr&#8230;, lagi-lagi perokok bikin saya kesal, di pagi hari mau berangkat kerja pula. Ugh bikin awal yang buruk aja. Kemarin hari <a title="thanks for smoking outside the bus" href="http://yuliazmi.com/2008/06/26/hmon-thanks-for-smoking-outside-the-bus" target="_blank">bikin sebel dan bikin malu</a> sekarang tambah lagi.</p>
<p><span id="more-553"></span> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/nothing.png' alt=':innocent:' class='wp-smiley' />  karena si Ijo sedang opname di bengkel, jadi saya ngangkot berangkat ke kampus. Berhubung hal yang mendesak saya untuk sampai sebelum 7.59 WIB di kampus, jadilah perjalanan saya set untuk ganti angkot beberapa kali biar cepat. Angkot pertama aman, saya turun di perempatan untuk ganti angkot jurusan selanjutnya dengan 2 alternatif jalur. Sedikit was-was menunggu, untunglah angkot dengan prioritas pilihan utama lewat, aman&#8230; Satu dua penumpang lain turut naik, termasuk 2 ibu dengan 2 balita dan 1 bayi yang duduk diseberang saya.</p>
<p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/amazing.png' alt=':halah:' class='wp-smiley' />    Perjalanan dilanjutkan&#8230;, tak lama angkot berhenti dan naiklah seorang bapak&#8230;, memegang rokok ditangan&#8230; dan rokok itu MENYALA! Duh&#8230; masih berharap dia membuang atau mematikan rokoknya, si bapak duduk disebelah saya.  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/bad_egg.png' alt=':nervous:' class='wp-smiley' />  Lima detik &#8230; sepuluh &#8230; lima belas, tidak ada tanda-tanda dia mematikan rokoknya. Spontan saya bilang sesopan mungkin &#8220;<em><strong>Pak, dimatikan rokoknya pak, ada anak kecil&#8230; kasihan kena asap</strong></em>&#8221;</p>
<p>Eh, si Bapak malah ngeles&#8230;&#8221;<em><strong>Gak ada asapnya kok&#8230;, kan gak saya isep&#8230;</strong></em>&#8221;</p>
<p>Gubrak!!!, ini bapak-bapak sadar apa gak sih? pura-pura bego apa pura-pura buta? Jelas-jelas rokok yang dibakar, mau di isep atau tidak, pasti mengeluarkan asap. Bikin sebel.   <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/electric_shock.png' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/scorn.png' alt=':scom:' class='wp-smiley' />  Lebih menyebalkan lagi, ibu-ibu didepan saya itu cuek aja lagi&#8230;, mbok ya bilang apa kek supaya si bapak-bapak itu sadar. Duh itu ibu gak sayang apa ya sama anak dan bayinya. Muak saya. Tak lama ibu-ibu tersebut turun&#8230; Seolah menang, si bapak-bapak tak tahu diri itu pindah ke belakang supir lalu mulai menghisap rokok dan menghembuskan asap kemenangan yang mengepul-ngepul&#8230;. Arrrrggggh!! <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/anger.png' alt=':angry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untung tidak lama saya sampai dipersimpangan berikutnya untuk turun dan berganti angkot jalur lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2008/07/23/hmon-gak-ada-asapnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Thanks For Smoking Outside The Bus</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2008/06/26/hmon-thanks-for-smoking-outside-the-bus/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2008/06/26/hmon-thanks-for-smoking-outside-the-bus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 09:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita minggu lalu, sebel banget. Kalau dipikir-pikir mungkin ini salah satu sebab mengapa bangsa kita diremehkan bangsa lain, wong beberapa warga negara ini tidak menghargai dirinya dan bangsanya sendiri Minggu lalu, dengan tergesa harus mencapai Plaza Semanggi, saya naik bus Patas AC 44 jurusan Senen dari depan kampus. Karena penumpang masih sepi bus yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/scorn.png' alt=':scom:' class='wp-smiley' />  Ini cerita minggu lalu, sebel banget. Kalau dipikir-pikir mungkin ini salah satu sebab mengapa bangsa kita diremehkan bangsa lain, wong beberapa warga negara ini tidak menghargai dirinya dan bangsanya sendiri <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_waiting.gif' alt=':-w' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Minggu lalu, dengan tergesa harus mencapai Plaza Semanggi, saya naik <strong>bus Patas AC 44</strong> jurusan Senen dari depan kampus. Karena penumpang masih sepi bus yang saya tumpangi melakukan ritual &#8220;ngetem&#8221; didepan salon Cantik. &#8220;<em>wah semoga gak lama deh ngetemnya</em>&#8220;, saya ngebathin sambil membayar ongkos yang diminta kenek. Nah waktu bayar ongkos ini saya baru perhatikan bahwa didepan saya penumpangnya seorang pria bule.</p>
<p>Beberapa menit berlalu, tiba-tiba si bule itu bangun celingukan dan menuju pintu depan. Kebetulan saya duduk dibangku ke dua dari depan sehingga saya bisa menyaksikan langsung kejadian yang nantinya bikin saya BETE seperjalanan.   <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/super_man.png' alt=':devil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-548"></span></p>
<blockquote><p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/nothing_to_say.png' alt=':bah:' class='wp-smiley' />  How embarassing when a foreigner get down the bus for smoking &#8211;when the AC-bus stop by several minutes waiting for passenger&#8211; and the driver was pursued him to smoking inside the bus. How embarassing that the driver then smoking inside the bus along the way, ignoring my complaint.  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/shame.png' alt=':embrassed:' class='wp-smiley' />  Can&#8217;t let it worst, someone has to do something, at least appreciate the one who have manner. &#8220;Thanks for smoking outside the bus&#8221;, I said to the foreigner when I get down the bus in a rush . At least he&#8217;s got my message&#8230; I knew when he wink his eyes as a sign</p></blockquote>
<p>Awalnya, saya pikir si Bule akan turun ganti bus lain karena gak sabar menunggu bus jalan, ternyata dia berdiri didepan pintu dan &#8230; &#8230; menyalakan ROKOK!!! Wah, saya sudah siap untuk komplain ke Bule tersebut tapi ternyata dia langsung turun dan merokok diluar bus. Pfff, lega saya ternyata pria itu masih punya tata krama&#8230; TAPIIIII, supir bus yang sedari tadi duduk dibelakang setir dan menyaksikan hal tersebut malah <strong>merusak kelegaan</strong> saya melalui obrolannya dengan rekannya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Supir : &#8220;<em>Suruh duduk belakang aja (si Bule -red)</em>&#8221; sambil cengengesan<br />
Rekan : (diluar bus dekat pintu depan) &#8220;<em>Gimana ngomongnya?</em>&#8221;<br />
Supir : &#8220;<em>Suruh aja&#8230; gak papa, dibelakang</em>&#8220;</p>
<p>What?!!! Ya ampun, si Bule yang sudah santun merokok diluar bus malah disuruh duduk dan merokok dibangku belakang. Dooh! Menyebalkan, untungnya si Bule memang tahu aturan &#8230; gak lama dia kembali ke bangkunya tanpa merokok  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sweating.gif' alt='#:-S' class='wp-smiley' /> Nah, kejadian selanjutnya yang bikin malu. Seorang pria naik dengan rokok diselipkan ditelinga &#8230; ngobrol dengan supir (sepertinya rekan yang tadi). Tidak lama mereka bertukar duduk, berganti tugas sebagai supir &#8230; dan &#8230; begitu duduk supir baru itu langsung menyalakan rokoknya!!! Grrrr!!! <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/electric_shock.png' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Pak supir kok ngerokok siy? ini kan bis AC&#8221;, protes saya. Tapi entah suara saya yang masih kurang keras atau supirnya yang memang acuh, si Supir tetap saja melanjutkan merokok sambil membuka kaca jendela disampingnya. Sebalnya lagi&#8230;, penumpang lain yang duduk diseberang saya dan dibelakang supir diam saja gak perduli. Dooh. Saya mendumel, &#8220;Bule aja ngerokok diluar, ini supir malah ngerokok di bis&#8221;.</p>
<p>Sesaat kemudian kenek bus mulai menarik ongkos ke penumpang yang baru naik. Begitu lewat dekat saya, langsung saya mengeluh</p>
<p style="padding-left: 30px;">Saya : &#8220;<em>Bang, supirnya kok ngerokok sih, ini kan bis AC&#8230;</em>&#8221;<br />
Kenek : &#8220;<em>Ngantuk kali mbak&#8230;, dia ngantuk</em>&#8221; sambil ngeloyor pergi</p>
<p>Bah! sebel banget&#8230; kalau ngantuk gak usah nyupir &#8230; kalau ngantuk bisa ngopi dulu &#8230; kalau ngantuk kan bisa nyalain kaset dengan musik yang biasanya memang selalu hingar bingar &#8230; Dan hebatnya lagi gak lama si supir menyalakan kaset dengan musik yang hingar bingar itu, bah!</p>
<p>Sebel, sedih dan malu&#8230;, itu yang menyerang saya. Ternyata bangsa kita sedemikian tidak punya tata kramakah? sedemikian tidak perdulikah? sedemikian rendahkah? Lebih memalukan lagi karena orang asing sudah memberikan contoh santun yang baik didepan matanya&#8230; lebih memalukan lagi karena mereka malah menganjurkan yang salah tadi. Memalukan lagi bahwa mereka mempermalukan bangsa ini dihadapan orang asing&#8230;, artinya mempermalukan saya juga!</p>
<p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/nothing.png' alt=':innocent:' class='wp-smiley' />  Kondisi ini gak bisa dibiarkan, jangan sampai si Bule benar-benar menganggap bahwa bangsa ini sedemikian menyedihkan, saya harus memberinya pesan. Setidaknya masih ada warga bangsa ini yang mau menghargai sesuatu yang baik. Begitu saya hendak turun di BenHil, saya tegur dia &#8220;<em><strong>Thanks, for smoking outside the bus</strong></em>&#8221; &#8230; dengan tergesa karena diburu-buru kenek yang tak sabaran. Tapi setidaknya pesan saya sampai kepadanya, karena saya sempat melihat pria Bule itu mengedipkan mata tanda dia mendengar dan menanggapinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2008/06/26/hmon-thanks-for-smoking-outside-the-bus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Bahasa Inggris Versi Indonesia</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2008/05/03/hmon-bahasa-inggris-versi-indonesia/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2008/05/03/hmon-bahasa-inggris-versi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 20:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya kami &#8211;saya dan suami&#8211; sudah cukup sering mengalami hal ini. Jadi pengen diposting tapi gak jadi-jadi. Tapiii, sehabis berkunjung ke blog-nya pengantin baru dan baca postingnya yang ini saya jadi beneran pengen posting deh Dalam keseharian kami berinteraksi dengan banyak orang ternyata sering terjadi &#8220;salah paham&#8221; dalam menyebutkan kata, nama atau istilah yang berasal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya kami &#8211;saya dan suami&#8211; sudah cukup sering mengalami hal ini. Jadi pengen diposting tapi gak jadi-jadi. Tapiii, sehabis berkunjung ke blog-nya <a title="Blog nya Za" href="http://dirikudisini.wordpress.com/" target="_blank">pengantin baru</a> dan baca <a title="grIn vs grEn ;) ?" href="http://dirikudisini.wordpress.com/2008/05/02/cerita-di-akhir-pekan/" target="_blank">postingnya yang ini</a> saya jadi beneran pengen posting deh  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/bad_smile.png' alt=':ompong:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam keseharian kami berinteraksi dengan banyak orang ternyata sering terjadi &#8220;salah paham&#8221; dalam menyebutkan kata, nama atau istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Malah kadang saat kami mengatakan sesuatu ternyata didengar oleh lawan bicara kami SANGAT jauh berbeda <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang paling sering adalah kalau kami pesan teh kemasan botol bermerek <strong>Fruit Tea</strong> saat makan. Setelah ditunggu beberapa saat pasti yang diantarkan ke meja kami adalah dua gelas <strong>air putih</strong> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/horror.png' alt=':horor:' class='wp-smiley' />  Waduh kok bisa ya?</p>
<p> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/nothing.png' alt=':innocent:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Trus apa lagi ya? Lha kok jadi pada lupa, mungkin karena hal ini benar-benar bikin geleng-geleng kepala alias Heran Mode saya jadi On. Makanya posting ini masuk katagori HMOn. nanti kalau sudah ingat lagi diposting lagi deh. Halah!  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/eyes_droped.png' alt=':incredible:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2008/05/03/hmon-bahasa-inggris-versi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Alamat Email</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2007/11/23/hmon-alamat-email/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2007/11/23/hmon-alamat-email/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 15:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>
		<category><![CDATA[Teknoblogia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2007/11/23/hmon-alamat-email/</guid>
		<description><![CDATA[Duh, ini sudah kesekian kalinya saya dibuat geram oleh mahasiswa karena alamat email, tepatnya mahasiswa yang sedang mengikuti UTS. Bagaimana tidak, sejak awal saya sudah mengingatkan bahwa dikelas saya, dibutuhkan alamat email masing-masing untuk mengikuti ujian  tengah semester. Alamat email juga dibutuhkan saat harus mensubmit tugas. Nah, saya sudah ingatkan untuk memiliki alamat email yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Duh, ini sudah kesekian kalinya saya dibuat geram oleh mahasiswa karena alamat email, tepatnya mahasiswa yang sedang mengikuti UTS. Bagaimana tidak, sejak awal saya sudah mengingatkan bahwa dikelas saya, dibutuhkan alamat email masing-masing untuk mengikuti ujian  tengah semester. Alamat email juga dibutuhkan saat harus mensubmit tugas. Nah, saya sudah ingatkan untuk memiliki alamat email yang benar &#8211;baca: benar ditulis, benar dimiliki sendiri dan benar masih aktif. Tapi kok ya masih ada aja yang mengabaikannya <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_waiting.gif' alt=':-w' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-427"></span>Awalnya saya kira bahwa semester ini saya tidak menemukan kasus yang serupa saat ujian tengah semester&#8230; Kalau saya bilang <em>kasus primitif</em> karena ini hal yang sangat mendasar dalam pemakaian email. Sebelum ujian mahasiswa harus mendaftarkan diri  dengan mensubmit NIM, nama, alamat email serta matakuliah dan kelompoknya. Nantinya situs ujian saya akan mengirimkan paswword dan link aktifasi ke email yang didaftarkan untuk mengikuti ujian . Ternyata masih ada aja mahasiswa yang salah menuliskan domain dari alamat emailnya&#8230; dan lagi-lagi mereka yang menggunakan layanan email dari <a href="http://id.yahoo.com/" title="Yahoo! Indonesia" target="_blank">yahoo.co.id</a> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_waiting.gif' alt=':-w' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dimana salahnya? Mereka menuliskan alamat email [at]yahoo.co.id mereka menjadi [at]yahoo.com saat melakukan pendaftaran. Lha, sampai kiamat juga gak akan sampai email  password &amp; aktifasinya <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_doh.gif' alt='#-o' class='wp-smiley' /> Dan hebatnya lagi mereka tidak sadar akan hal itu, alias, menganggap sama akhiran .co.id dengan .com &#8230;, malah ada yang bingung waktu saya beritahukan emailnya salah. Lho, kok saya tahu emailnya salah, ya karena berbeda waktu saya bandingkan dengan alamat email yang dipakai saat mengirimkan tugas. Bahkan, ada yang menambahkan awalan www. didepan alamat email mereka saat mengisi form pendaftaran ujian <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' />  Waks, gimana sih&#8230; /:)</p>
<p>Yang saya heran, kok bisa ya, tidak tahu alamat email sendiri. Padahal banyak dari mereka yang ikutan bikin account Friendster, Hi5 dan lainnya. Nah, friendster menerima pendaftaran dengan mensubmit alamat email yang dapat diakses. Lha, gimana bisa buat account di FS kalau alamat email aja salah. ck&#8230;ck&#8230; Lebih parah lagi&#8230; bagaimana mereka bisa meniti karier menggunakan jalur komunikasi dengan surat elektronik ini kalau menulis alamat email saja masih salah. Duh&#8230;</p>
<p>Coba ya, mahasiswa&#8230; jangan malu-maluin dong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2007/11/23/hmon-alamat-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Jawaban Ujian</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2007/01/16/hmon-jawaban-ujian/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2007/01/16/hmon-jawaban-ujian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2007 15:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[HMOn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2007/01/16/hmon-jawaban-ujian/</guid>
		<description><![CDATA[Walah, sepertinya HMOn selalu terbit setiap kali UAS berlangsung. Buktinya saya posting ini semester lalu&#8230; dan yang ini tahun lalu. Sekarang, saya posting HMOn lagi HMOn saya kali ini tentang jawaban ujian. Sewajarnya ujian, jawaban yang dibuat sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Jawaban bervariasi dari yang benar dan tepat, mendekati benar sampai yang ngecap abis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walah, sepertinya HMOn selalu terbit setiap kali UAS berlangsung. Buktinya saya posting ini <a href="http://yuliazmi.com/2006/07/10/hmon-love-letter/" title="surat 'cinta'" target="_blank">semester lalu</a>&#8230; dan yang ini <a href="http://yuliazmi.com/2006/01/17/hmon-kisi-kisi-surat-cinta-dan-nilai-bagus/" title="wabah ujian" target="_blank">tahun lalu</a>. Sekarang, saya posting HMOn lagi <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_silent.gif' alt='[-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>HMOn saya kali ini tentang <big>jawaban ujian</big>. Sewajarnya ujian, jawaban yang dibuat sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Jawaban bervariasi dari yang benar dan tepat, mendekati benar sampai yang ngecap abis plus surat cinta. Nah, kemarin saat mulai mengoreksi ujian yang pertama dari kelas saya, surat cinta kembali saya temui. Ada yang intinya minta belas kasihan ada yang berjiwa besar mengakui tidak bisa dan akan mengulang lagi dari pada menjawab dengan mencontek. Duh, kok mulai muncul tendensi &#8220;berjiwa peminta-minta&#8221; ya? dikit-dikit kok kasihan&#8230; Ini kan jalan perjuangan mereka untuk berhasil dimasa nanti. <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-329"></span><br />
Tiba-tiba saya mengeryitkan dahi saat melihat sebuah lembar jawaban. &#8220;Ini mahasiswa jawab soal yang mana?&#8221;, <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_doh.gif' alt='#-o' class='wp-smiley' /> saya mulai berfikir keras jangan-jangan yang bersangkutan mendapat soal yang salah. Ini cuplikan dari jawaban tersebut</p>
<blockquote><p><em>Bla-bla CARD Nama_salah_satu_bank</em><br />
Money trans: bla-bla penjelasanya<br />
Bill Payment: bla-bla penjelasan tagihan yang dapat didaftarkan dengan tawaran discountnya<br />
Instalment: Penjelasan tentang bunga cicilan, gratis iuran tahun pertama, tanggal jatuh tempo, reward dan cara pembayaran.<br />
Phone (021) xxx-xxxx</p>
<p>NB: Bu maaf saya ga bisa mengerjakan soal ujian dengan baik. Saya mohon maaf yg sebesar-besarnya.<br />
Tapi jika ibu berminat dengan <em>Bla-bla CARD Nama_salah_satu_bank</em>, ibu bisa hubungi saya untuk informasi yg lebih lengkap.<br />
Terima kasih atas perhatiannya</p></blockquote>
<p>Gubrak! begitu baca surat cinta dibagian bawah saya jadi paham. <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_think.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  Walah ini jawab ujian atau &#8220;nyeles&#8221;? Bisa-bisanya mengingat fitur yang diberikan kartu kredit melebihi materi yang diujikan. Benar-benar gak habis pikir saya <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' />  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_dontknow.gif' alt=':-??' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2007/01/16/hmon-jawaban-ujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Kerja Di Hero Ya Mbak?</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2006/08/03/hmon-kerja-di-hero-ya-mbak/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2006/08/03/hmon-kerja-di-hero-ya-mbak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2006 01:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[HMOn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2006/07/10/hmon-kerja-di-hero-ya-mbak/</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya semua orang sudah tidak asing lagi dengan barcode mengingat hampir semua produk dari produsen industri besar akan menyertakan pengenal ini disetiap kemasan barangnya. Lihat saja produk susu, mie instant, makanan ringan yang sangat digemari anak-anak dan produk kebutuhan harian lainnya. Selain itu ada juga penjual (baca: toko) yang menambahkan label barcode harga, umumnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="contoh barcode" class="imagelink" href="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/07/barcode1.jpg"><img hspace="10" border="0" align="left" alt="contoh barcode" id="image226" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/07/barcode1.thumbnail.jpg" /></a>Rasanya semua orang sudah tidak asing lagi dengan <a target="_blank" title="barcode in wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Barcode">barcode</a> mengingat hampir semua produk dari produsen industri besar akan menyertakan pengenal ini disetiap kemasan barangnya. Lihat saja produk susu, mie instant, makanan ringan yang sangat digemari anak-anak dan produk kebutuhan harian lainnya. Selain itu ada juga penjual (baca: toko) yang menambahkan label barcode harga, umumnya di pasar swalayan atau toko buku besar. Dan gara-gara barcode ini saya dikirain kerja di Hero Supermarket&#8230; Gubrak!</p>
<p><span id="more-229"></span></p>
<p><font color="#990000"> Nah, kejadian nih gara-gara masalah dengan barcode dan alat pembacanya&#8230; sudah agak lama sih kejadiannya dan benar-benar bikin saya gregetan. Tapi baru sekarang sempat cerita:<br />
</font></p>
<p><img hspace="10" border="0" align="left" alt="barcode reader dengan kabel" id="image230" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/07/read2.thumbnail.jpg" />Layaknya toko besar yang sudah menggunakan sistem komputerisasi untuk penjualannya, maka jika label harga sebuah produk tidak tercantum di rak maka pembeli dapat mengeceknya di komputer yang tersedia. Cukup mengarahkan barcode pada produk tersebut ke alat pembacanya maka harga barang tersebut akan <img hspace="10" border="0" align="right" alt="barcode reader" id="image227" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/07/reader2.thumbnail.jpg" />muncul seketika di layar.</p>
<p>Bentuk alat pembaca ini bermacam-macam ada yang memiliki kabel sehingga dapat lebih mudah menjangkau barcode dari produk yang besar. Ada juga yang bentuknya permanen dalam berbagai ukuran. Ada juga yang menyediakan keyboard sebagai alternatif input jika barcodenya cacat atau sulit dibaca.</p>
<p>Nah suatu hari saya jalan-jalan lagi ke <a target="_blank" title="gramedia.com" href="http://www.gramedia.com/">Gramedia</a> Bintaro, seperti biasa saya pasti keliling bagian stationary dulu, baru menyusul Yayang ke bagian buku. Karena hobi  melihat koleksi yang lucu, menarik atau fungsional saya langsung mengecek harganya. Menebak dan membandingkan apakah harganya sesuai dengan isi kantong <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_tongue.gif' alt=':p' class='wp-smiley' />  (seringnya sih mbandingin aja, beli mah mikir-mikir dulu :D ). Sampai suatu saat barcode reader-nya gagal membaca barcode, berarti saya harus memasukkan kode angka yang ada dibawah barcode. Kebetulan keyboardnya tidak terlihat, duh harus cari karyawan Gramedianya nih.</p>
<p>Kebetulan seorang pria berseragam Gramedia ada didekat situ. Waktu saya sampaikan bahwa barcode-nya tidak bisa dibaca. Serta merta pegawai tersebut menarik panel kayu dibawah layar monitor, ternyata keyboardnya tersembunyi disitu. &#8220;Oalah, disitu toh keyboardnya!&#8221; saya otomatis berseru dan berterima kasih sekaligus memberi tanda bahwa saya bisa meneruskan kegiatan saya sendiri. Eh, pegawai itu sok akrab <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' />  <big><font color="#009900">&#8220;Kerja di Hero ya mbak?&#8221;</font></big> <strong>Ya jelas nggak dong</strong>&#8230;. eh dia sok yakin saya pegawai Hero duh&#8230; <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_doh.gif' alt='#-o' class='wp-smiley' /> X-(<br />
<a class="imagelink" title="my name in barcode version" href="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/07/barcode-nama.jpg"><img hspace="10" border="0" align="left" id="image228" alt="my name in barcode version" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/07/barcode-nama.thumbnail.jpg" /></a>Emangnya perempuan yang familiar dengan barcode cuma kasir yang kerja di Hero di lantai satu situ? /:) Kenapa sih? gender banget x( Emangnya yang namanya perempuan itu anti dengan teknologi? Atau lagi2 pegawai itu mengeneralisasi semua perempuan karena biasanya pelanggan perempuan yang belanja disitu mayoritas gak pernah ngecek barcode sendiri. Huuh&#8230; SEBEL <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_madtongue.gif' alt='&gt;:P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2006/08/03/hmon-kerja-di-hero-ya-mbak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Love Letter</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2006/07/10/hmon-love-letter/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2006/07/10/hmon-love-letter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2006 06:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2006/07/10/hmon-love-letter/</guid>
		<description><![CDATA[Huhuhu&#8230;, baru aja posting ulang tahun pernikahan bukannya dapat kado yang menyenangkan malah dapat &#8220;surat cinta&#8221;" Heran kan? Dapat &#8220;Love Letter&#8221; kok malah sedih dan masuk kategori HMOn pula Hiks, surat cintanya lagi-lagi dari mahasiswa Saya dapat surat cintanya barusan, saat mengoreksi hasil UAS semester ini. Duh ternyata dapat surat cinta lagi, kirain sudah berakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Huhuhu&#8230;, baru aja posting ulang tahun pernikahan bukannya dapat kado yang menyenangkan malah dapat &#8220;surat cinta&#8221;" <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_cry.gif' alt=':((' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Heran kan? Dapat &#8220;Love Letter&#8221; kok malah sedih dan masuk kategori <a href="http://yuliazmi.com/2006/01/12/heran-mode-on/">HMOn</a> pula <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_question.gif' alt=':-/' class='wp-smiley' />  Hiks, surat cintanya lagi-lagi dari mahasiswa <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Saya dapat surat cintanya barusan, saat mengoreksi hasil UAS semester ini. Duh <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_doh.gif' alt='#-o' class='wp-smiley' /> ternyata dapat <a title="Semester lalu" href="http://yuliazmi.com/2006/01/17/hmon-kisi-kisi-surat-cinta-dan-nilai-bagus/">surat cinta lagi</a>, kirain sudah berakhir semester lalu.</p>
<p>Pusying deh, <big><font color="#ff6600">hERan</font></big> saya  Ini saya kutip blas dari lembar jawabannya: (saya pecah paragraf-nya biar gak pusing bacanya)</p>
<p><span id="more-225"></span></p>
<blockquote><p>Hi, Mrs Yuliazmi. I know you hate &#8220;love letter&#8221;. Every teachers hate this kind of love letter. But I have no other choice, I can&#8217;t remember any syntax right now. And I&#8217;m kinda bored to see nothing outside the window. Believe me, it is the hard time. I just want to tell you how much I love this programming languange (I know it&#8217;s cheap, but it is true), but I&#8217;m not like any student in your classroom. I&#8217;m having a difficult problem about absorbing the material. I&#8217;m a little bit moron, I guess. But I can assure you, I will try to understand this great programming language.</p>
<p>Believe me I have all your words in my book, and I have some other manual books also. Slowly but sure, I&#8217;ll be great in this subject. But please mam, I&#8217;m begging you. Can you pass me out? Please. I don&#8217;t want to meet you for the third time in <u>the same subject</u>. It doesn&#8217;t mean that I didn&#8217;t like your teching style. Absolutely no. I just want to move on, I want to graduate soon. I&#8217;m getting too old. Thank you so much mam. For giving me a lot of knowledge and time to read all this crap. Btw, I never blame you for my my failure, it is all my fault. Bye</p></blockquote>
<p>Gila gak sih? <font color="#ff6600">dimana salahnya? </font> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_dontknow.gif' alt=':-??' class='wp-smiley' />  gak mau untuk ketiga kalinya&#8230; memangnya dia sudah 2 kali ikut kelas saya??? Kalau memang begitu, layaknya ada sekian persen materi yang melekat di kepala yang dapat dituangkannya dalam lembar jawaban. <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau memang dia lebih lambat menyerap materi, kemana saja dia selama ini? Saya selalu berusaha menyediakan waktu untuk membantu saat mahasiswa &#8220;kehilangan ilham&#8221; saat belajar. Bahkan tidak jarang saya jadi extend sekitar 10 menit setelah jatah mengajar saya habis. (Maaf ya yang ngajar kelas setelah saya) Atau salah waktu belajarnya yang kurang lama? Saya juga sesekali menerima email maupun message di messenger dari mahasiswa lain untuk bertanya materi kuliah. Kenapa dia tidak melakukan hal yang sama?</p>
<p>Jika saya meluluskannya dengan lembar jawaban yang hanya berisi surat cinta, dimana kondite saya? menurut saya itu malah menjerumuskannya untuk mengulang hal yang sama. Bagaimana bekalnya untuk bekerja nanti saat dia lulus, hanya modal kasian? &#8211;Hmmm, sebenarnya nilai kelulusan dihitung oleh sistem, pengajar hanya mensubmit komponen nilainya.&#8211; Okelah dia akan berusaha, tapi kapan? Apa detik ini juga dia sudah mulai memperbaiki diri? Who knows&#8230; only God knows.</p>
<p>Any comment? <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_eyeroll.gif' alt='8-|' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2006/07/10/hmon-love-letter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Yang Itu Susah</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2006/06/30/hmon-yang-itu-susah/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2006/06/30/hmon-yang-itu-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2006 04:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[HMOn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2006/06/30/hmon-yang-itu-susah/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Yang itu susah&#8230;&#8221;, atau &#8220;Yang itu susah Mbak, mau beli yang sudah jadi?&#8221; Blah! kalimat ini sudah berkali-kali saya dengar. Terakhir kali 25 Juni lalu saat saya mampir lagi ke toko Aladin yang menjual puzzle 4 dimensi dan mainan lainnya di Plaza Bintaro. Jadi menurut saya hal ini layak masuk HMOn /:) Kebetulan ada discount [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="puzzle 4D koleksi saya yang katanya susah :P" class="imagelink" href="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/06/4D-puzzles.jpg"><img hspace="10" border="0" align="left" alt="puzzle 4D koleksi saya yang katanya susah :P" id="image222" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/06/4D-puzzles.thumbnail.jpg" /></a><font color="#ff6600"><em><big>&#8220;Yang itu susah&#8230;&#8221;</big></em></font>, atau <font color="#ff6600"><em><big>&#8220;Yang itu susah Mbak, mau beli yang sudah jadi?&#8221;</big></em></font><br />
<strong>Blah!</strong> kalimat ini sudah berkali-kali saya dengar. Terakhir kali 25 Juni lalu saat saya mampir lagi ke toko Aladin yang menjual puzzle 4 dimensi dan mainan lainnya di Plaza Bintaro. Jadi menurut saya hal ini layak masuk HMOn /:)</p>
<p><span id="more-216"></span></p>
<p>Kebetulan ada discount untuk beberapa jenis puzzle. <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  <big>Langsung saya berburu, mencari puzzle yang &#8220;susah itu&#8221;</big> dengan minta pendapat yayang dan di &#8220;tunggui&#8221; oleh mbak-mbak penjaga toko tersebut. <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_batting.gif' alt=';;)' class='wp-smiley' />  Eh saat saya berdiskusi mana yang &#8220;worthed&#8221; untuk dikoleksi dari segi bentuk, tingkat kesulitan serta banyaknya potongan&#8230; si mbak penjaganya berulang kali bilang &#8220;Yang ini susah&#8230; yang itu susah&#8230;&#8221; <font color="#cc900c"><big>Gubrak! Yayang sampai &#8220;ill feel&#8221; mendengarnya&#8230;</big></font>, dia kan orangnya &#8220;ulik&#8221; sama segala sesuatu yang mengasah otak <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt=':))' class='wp-smiley' />  Pas saya amati ternyata penjaganya orang baru, pantes&#8230; karena penjaga yang terakhir sudah tahu kalau kita maniak &#8220;puzzle susah&#8221; :P</p>
<p>Heran banget, kenapa sih orang-orang itu sepertinya takut akan tantangan #-o. <font color="#cc0000"><big>Bukannya mengasyikan</big></font> mengutak-atik puzzle  lalu bisa memajangnya dengan puas setelah selesai. Apa mayoritas pengunjung toko tersebut selalu membeli puzzle yang sudah jadi??? <font color="#cc0000"><big>dimana seninya?</big></font> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_dontknow.gif' alt=':-??' class='wp-smiley' />  Kalau memang begitu saya mau deh memasangkan puzzle-puzzle tersebut dengan ongkos setengah harga puzzle-nya! bisa buka bisnis baru nih :D Atau pembelinya anak-anak manja yang <font color="#cc0000"><big>maunya serba instant atau otomatis?</big></font> Bukannya anak-anak itu pada dasarnya punya rasa penasaran yang tinggi? Atau pembelinya adalah anak-anak yang orang tuanya <font color="#cc0000"><big>gak mau repot</big></font>, yang ngeri dimintai tolong anaknya untuk membantu menyelesaikan puzzle-puzzle yang lucu itu. Sehingga mendoktrin anaknya untuk membeli yang sudah jadi saja <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sick.gif' alt=':-&amp;' class='wp-smiley' /> #038; Duh, jadi bagaimana karakteristik penerus bangsa ini nantinya? <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal dengan puzzle seperti ini (dan tentunya puzzle jenis lainnya) selain <strong><font color="#009900"><big>melatih otak dan ketelitian juga untuk melatih kesabaran</big></font></strong>. Sabar, teliti dan meng-imajinasikan terciptanya bentuk utuh dari potongan-potongan kecil yang kadang tidak simetris. Atau mereka takut rugi ya? kalau membeli yang belum jadi dan gagal merangkainya&#8230; <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_think.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  Kan disetiap puzzle disertakan juga panduan langkah penyusunannya? Jadi bagi mereka yang &#8220;menyerah&#8221; masih dapat merangkainya mengikuti petunjuk. Wah, walau saya melihat petunjuknya hanya untuk melihat berapa jumlah potongan puzzle (setelah puzzlenya jadi), <font color="#211a99"><big>saya justru menghargai</big></font> mereka yang seperti ini&#8230; minimal ada usaha untuk mencocokkan dan mengikuti langkah pembuatannya.</p>
<p><a title="Puzzle Rhino baru selesai dirakit" class="imagelink" href="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/06/puzzle-rhino.jpg"><img hspace="10" border="0" align="left" alt="Puzzle Rhino baru selesai dirakit" id="image221" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/06/puzzle-rhino.thumbnail.jpg" /></a>Akhirnya saya memilih bentuk Rhinoceros&#8230; untuk melengkapi koleksi saya yang jumlahnya sudah berjumlah 6. Ada <strong>rusa karibu</strong>, <strong>landak</strong>, <strong>kuda nil</strong>, 2 <strong>kura-kura</strong> dengan jenis berbeda dan <strong>ikan balon</strong> &#8220;Mrs Puff&#8221;. Walah, &#8220;Mrs Puff&#8221; lupa difoto&#8230;! Badak bercula 2 ini terdiri dari 32 potong, gagah kan :D <font color="#211a99"><big>Percaya deh seru merakit puzzle kayak gini</big></font> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> >-<br />
Hmm, balik lagi ke grundelan saya tadi&#8230; <font color="#990000"><big>Apa mentang-mentang saya perempuan</big></font> trus dianggap gak suka sama tantangan otak seperti ini? Sukanya cuma koleksi benda-benda lucu yang tinggal pajang saja? Atau tampang saya seperti orang manja yang alergi sama hal-hal yang susah&#8230; atau&#8230; <font color="#990000"><big>WAH Heran saya</big></font>!! <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2006/06/30/hmon-yang-itu-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Microsoft Word = Mesin Tik</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2006/03/24/hmon-microsoft-word-mesin-tik/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2006/03/24/hmon-microsoft-word-mesin-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Mar 2006 06:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknoblogia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2006/03/24/hmon-microsoft-word-mesin-tik/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya sempat juga bikin HMOn soal ini. Ya, seperti judulnya memang itulah kenyataan yang saya lihat di Indonesia ini, tepatnya dilingkungan sekitar saya. Sejak saya kenal sama yang namanya komputer dan aplikasi word processor dari Microsoft ini kok saya mendapati mereka menggunakan Microsoft Word sebagaimana layaknya mesin tik manual yang kebetulan bisa diberi gambar, tabel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="10" align="left" id="image138" alt="Mesin Tik" src="http://yuliazmi.com/wp-content/uploads/2006/03/images.jpg" />Akhirnya sempat juga bikin HMOn soal ini. Ya, seperti judulnya memang itulah kenyataan yang saya lihat di Indonesia ini, tepatnya dilingkungan sekitar saya. Sejak saya kenal sama yang namanya komputer dan aplikasi word processor dari Microsoft ini kok saya mendapati mereka menggunakan Microsoft Word sebagaimana layaknya mesin tik manual yang kebetulan bisa diberi gambar, tabel dan warna&#8230; <em>just it!</em> <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Padahal sangat banyak fitur yang disediakan untuk mempermudah kerja dalam pembuatan dokumen.</p>
<p>Dimana salahnya ya? <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_dontknow.gif' alt=':-??' class='wp-smiley' />  Rasanya dulu saya juga tidak mendapatkan pengetahuan ini di bangku kuliah, mungkin karena jaman saya kuliah kurikulum praktikumnya belum sampai kesana? <em>one excuse</em>&#8230; Atau dulu belum semua orang mempunyai komputer dan lebih populer aplikasi WS dalam berbagai versi? (WS4, WS5, WS7&#8230;) <em>another excuse</em>.</p>
<p>Bagaimana dengan sekarang&#8230;? seingat saya sekarang ini di SMP dan SMA ada jatah belajar di lab komputer bagi semua siswanya&#8230;, diajarkankah? Karena begitu saya bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa saya mereka juga mengaku tidak pernah mengetahuinya. Dimana <em>missing link</em>-nya? Tidak adakah kesepakatan dalam penetapan kurikulum sekolah menengah dengan kurikulum perguruan tinggi? Atau hanya berdasarkan asumsi &#8220;<strong><font color="#009900">ah, ini pasti AKAN diajarkan di perguruan tinggi karena tingkatnya sudah <em>advanced</em></font></strong>&#8221; dan sebaliknya &#8220;<font color="#009900"><strong>ah, ini pasti SUDAH diajarkan di sekolah karena ini <em>basic</em> penggunaan</strong></font>&#8220;&#8230;? <em>another more excuse</em>, Duh, pantas gak pernah ketemu <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_cry.gif' alt=':((' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu bagaimana?&#8230; bukankah di aplikasi tersebut sudah tersedia fasilitas <em><strong>help</strong></em> yang menerangkan seluruh fitur dan menjelaskan penggunaannya? <strong><font color="#ff6600">Pengguna tinggal meluangkan waktu sejenak untuk menyimaknya dan langsung mempraktekkannya</font></strong>&#8230; tidak punya waktu? cukup melihat help pada bagian yang sedang dibutuhkan saja! Sulit/malas karena help-nya dalam bahasa Inggris? <big><strong><em>That&#8217;s not an excuse anymore!!</em></strong></big> Sedemikian banyak alasankah masyarakat Indonesia? <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Duh heran saya, padahal fasilitas tersebut sangat meringankan kerja saat membuat tugas&#8230; Pembuatan daftar isi secara otomatis (<font color="#6600cc"><em>table of content)</em></font> dan <font color="#6600cc"><em>reference</em></font> lainnya, pemberian <font color="#6600cc"><em>auto caption</em></font> untuk setiap gambar dan tabel, penggunaan <font color="#6600cc"><em>paragraph &#8211; formatting style</em></font>, penyisipan <font color="#6600cc"><em>section break</em></font> untuk format halaman yang berbeda&#8230;, <font color="#6600cc"><em>auto numbering</em></font>&#8230;, <font color="#6600cc"><em>show formatting mark</em></font> yang kata suami saya <a title="mengetik menggunakan huruf aneh" target="_blank" href="http://riyogarta.com/2006/01/18/mengetik-menggunakan-huruf-aneh/">karakter aneh</a>, dan sebagainya.</p>
<p>Duh, rasanya saya ingin posting tentang fasilitas-fasilitas itu&#8230; Heran saya&#8230;, gimana yah? <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_dontknow.gif' alt=':-??' class='wp-smiley' /> </p>
<div style="display: none" id="stickies-count">0</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2006/03/24/hmon-microsoft-word-mesin-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HMOn: Martabat Perempuan</title>
		<link>http://yuliazmi.com/2006/03/09/hmon-martabat-perempuan/</link>
		<comments>http://yuliazmi.com/2006/03/09/hmon-martabat-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2006 13:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuliazmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HMOn]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliazmi.com/2006/03/09/hmon-martabat-perempuan/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya dibuat tak habis pikir tentang perempuan,&#8230; bukan&#8230; bukan karena mengenai RUU APP yang sedang marak dengan kaum perempuan sebagai salah satu topiknya. Saya tak habis pikir dengan kondisi bahwa banyak hal yang menurunkan martabat perempuan dan ini dilakukan oleh kaum perempuan itu sendiri. Sebagai seorang perempuan, saya sebisa mungkin untuk selalu menjaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya dibuat tak habis pikir tentang perempuan,&#8230; bukan&#8230; bukan karena mengenai RUU APP yang sedang marak dengan kaum perempuan sebagai salah satu topiknya. <strong>Saya tak habis pikir dengan kondisi bahwa banyak hal yang menurunkan martabat perempuan dan ini dilakukan oleh kaum perempuan itu sendiri.</strong> </p>
<p>Sebagai seorang perempuan, saya <big><big>sebisa mungkin untuk selalu menjaga martabat kaum ini</big></big>. Berusaha untuk dapat setegar, semandiri dan segigih mungkin dalam porsi yang dapat dilakukan oleh perempuan. Saya <font color="blue"><big>tidak berusaha melawan kodrat</big></font>, bahwa kaum perempuan memang masih memerlukan perlindungan dan uluran tangan dari kaum laki-laki, katakanlah dari para Ayah dan Suami maupun saudara laki-laki. Selagi mampu untuk melakukan ataupun membuktikan sesuatu sendiri, mengapa harus mengiba-iba sebagai kaum lemah yang tak punya daya? </p>
<p>Menurut saya <big><strong>martabat suatu kaum ditentukan oleh kaum itu sendiri</strong></big>, <u>barulah</u> anggapan, pandangan dan penerimaan kaum lainnya turut menguatkannya. Menurut saya <strong><big><font color="orange"><em>bagaimana masyarakat bisa menghargai perempuan kalau perempuannya sendiri merendahkan martabat mereka</em></font></big></strong> dengan cara seperti ini&#8230;.., seperti yang saya alami tadi siang: </p>
<ul>Seorang mahasiswi yang menjadi bimbingan KKP saya datang untuk penilaian hasil pengamatannya dalam bentuk demo program sesuai topik pilihannya. Bimbingan itu sendiri hanya mencakupi kegiatan analisis topik dan persiapan rancangan sistem yang diangkat serta penulisan pelaporan (diluar pembuatan program). </ul>
<ul>Ternyata dia tidak menguasai program buatan tersebut! Memang dimungkinkan seorang mahasiswa tidak sepenuhnya membuat program sendiri dengan catatan ybs memahami algoritma/kerangka pikir dan penggunaan program tersebut. Tapi kenyataannya ybs bahkan tidak menguasai hal-hal dasar saat bekerja dengan komputer! Oh nak, kemana saja kamu selama kuliah? kemana saja kamu selama kegiatan praktek di lab. komputer??? Seketika kepala saya berdenyut-denyut, terhenyak. </ul>
<ul>Selama bimbingan kilat yang sedikit &#8220;dipaksakan&#8221; olehnya (karena ybs baru menghadap sekitar sebulan yang lalu) nampaknya mahasiswi ini cukup memahami langkah-langkah yang harus dilakukannya. Mengapa saya sebut dipaksakan? Karena ybs selalu memaksa saya untuk senantiasa ada setiap dia ingin bimbingan dengan alasan ingin mengejar jadwal Bimbingan Tugas Akhir di bulan ini, padahal kadang jadwal mengajar saya penuh (duh! <img src='http://yuliazmi.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_doh.gif' alt='#-o' class='wp-smiley' /> ). </ul>
<ul>Dan sedihnya, mahasiswi tersebut akhirnya menyatakan bahwa ia kuliah ilmu komputer atas kehendak orang tuanya yang tak sanggup ia tolak. <em>Oh nak, inikah yang disebut berbakti</em> kepada orang tua dengan mengikuti kehendak mereka tapi menjalaninya setengah hati dan tidak konsekuen? Bukankah orang tua adalah sosok bijaksana yang akan mengerti pendapat putrinya, anak-anaknya, jika disampaikan dengan baik? <em>Apakah disebut berbakti</em> dengan membiarkan orang tua membanting tulang untuk biaya kuliah, tetapi anaknya menjalani kuliah dengan &#8220;belang-blentong&#8221;? </ul>
<ul>Apakah karena saya perempuan kemudian ybs memilih saya sebagai pembimbing dengan harapan saya akan memaklumi kelakuannya? Apakah saya harus memberikan rasa iba untuk kondisinya? Tidak. Saya justru iba dengan kelakuannya, dengan tindak tanduknya yang justru tidak memberikan kontribusi apapun untuk menaikkan bahkan untuk sekedar menjaga martabat perempuan.</ul>
<p>Oh,&#8230; dan saya tidak tahu harus berkata apa lagi&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliazmi.com/2006/03/09/hmon-martabat-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
