Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Reuni SMP XI Angkatan 90

Dikirim: February 16th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi | 7 Komentar »

Plurking in the crowd, reporting the eventHari Minggu kemarin akhirnya saya ketemu lagi dengan teman-teman SMP saya, termasuk salah satu sohib saya dan Dani Dharyani yang lama jadi anak hilang *hihihi*. Karena hujan dan lain-lain akhirnya kami berdua (saya dan Dani) sampai di Resto Lokananta, Jl Panglima Polim pukul 16.00 WIB. Cukup ramai, mayoritas adalah teman-teman SMP yang juga jadi teman SMA, malah ada yang sebenarnya sudah jadi teman saya sejak TK hahaha.

Suasana makin ramai setiap ada yang baru datang…, ada yang berubah wajahnya, postur tubuhnya, ada yang inget banget, agak-agak lupa bahkan yang sama sekali blank, lupa euy dulu pas SMP kayak gimana begitu melihatnya sekarang. Parah deh, maklum ya… 1 angkatanku itu ada 16 kelas (eh apa 17 kelas ya?).

Dari yang pulang duluan dan yang datang mungkin setelah saya pulang totalnya ada 48 orang yang hadir.  Sip lah… buat yang gak bisa datang ini sebagian foto-fotonya… Foto lainnya ada di Facebook anak-anak *cari sendiri ya* hihihi.

Sebagian yang hadirSebagian yang lainFoto sebelum pulang


Kopdar Merajut 3

Dikirim: February 4th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary, Handcraft, Serba-serbi | 11 Komentar »

Akhirnya kopdar merajut lagi hari Jum’at 30 Januari 2008 di wetiga. Pulang dari obgyn saya dan Yahyo meluncur ke Wetiga. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore cukup membuat kopdar mulur dari waktunya. Tapi walau begitu tetap tidak menyurutkan semangat untuk bermain benang dan hook. Chic yang datang lebih dulu lengkap dengan Joey dan Vio…, belakangan Luki dan Bambam bergabung. Sayangnya Kania tidak bisa hadir, rasanya masih terjerat dengan kesibukannya seputar scripting.

Mulai merajut, Chic yang sudah mencoba sendiri tusuk sc dengan benang wool bulky (tebal) bingung harus dilanjutkan jadi apa. Akhirnya saya sarankan saja untuk dilipat, disatukan dibuat menjadi dompet, nanti tinggal pasang resleting. Saking bingung harus melanjutkannya, Chic buat rajutan baru dengan motif setengah kerang yang bertumpuk. Wah wah senangnya… ch, sc dan dc sudah lancar ditangan Chic. (applause)

Sedangkan Luki bikin kejutan!, setelah semalam (29 Januari 2009) sempat ketemu dan membahas rajutannya untuk dijadikan tas HP, malam itu kantong HP-nya sudah disambung, diisi sisa benang dan diberi pita darurat untuk menampilkan rencana bentuk akhirnya (applause). Wah, tinggal dikasih rajutan tali sekitar 20-25cm, jadi deh tas HP. Senang deh. Luki hanya saya paksa untuk membongkar sambungannya sedikit supaya lebih mudah untuk merapikannya :d

Luki dan rajutan pertamanyaChic dan rajutan pertamanya

Tas HP buatan LukiMotif rajutan ke-2 Chic

Lagi-lagi kopdar merajut ini diselingi dengan ketemu teman-teman baru dan sesi menghasut. Hihihi, menghasut teman-teman yang selalu ada saat kopdar di wetiga untuk ikutan merajut. Ternyata saya kenalan dengan Cya yang memang ingin merajut… lalu Zamroni dikipas-kipas untuk ikutan, gak lupa ndorokakung dikeroyok untuk ikut jadi angkatan ke-3, terlebih karena ada momon (Herman Saksono) yang juga tertarik pengen merajut. Oh ya ada Chika yang sebelum pulangpun sempat cerita dulu pernah belajar merajut dan rasanya tertarik lagi saat ini. Seru abis deh, gak berasa yang tadinya jam 21.00 bubar eh bertahan sampai 23.00.

PS: Oh ya, tadi Chic datang bersama teman kantornya yang jadi teman plurker saya juga, Tata … bla-bla belakangan baru ketahuan kalau Tata itu keponakannya teman SMA saya. Hayyah, dunia benar-benar sempit.


Diliput Kompas

Dikirim: January 29th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary, Handcraft, Serba-serbi | 8 Komentar »

Yang muncul di KompasSudah lewat seminggu lebih, gak papa lah diposting 🙂

Bermula dari antusiasme teman-teman plurker saya untuk belajar merajut dan kegiatan di kopdar selanjutnya yang diposting oleh wetiga. Pihak Koran Kompas ingin meliput kegiatan merajut ini. Liputan dan wawancaranya diadakan pada Kamis 12 Januari 2009 di Wetiga.

Pulang dari kampus, saya dan suami langsung meluncur ke Wetiga sesuai janji. Sampai disana sudah ada Chic (Chichi) bersama Joey, Linda Nicegreen dan Aida Mandaka . Masih menunggu Mas Budi dari Kompas dan teman2 lainnya, Amanda akhirnya tiba dilokasi setelah menelpon untuk dipandu. Tak lama Kania tiba bersama Ibn, dan ternyata waktu belanja di Micky Mocko kemarin, ada Amanda disana menyaksikan adegan benang pinky, hihihi.

Yang lain serius dengar arahan mas Budi untuk foto, yang satu...pilih rajutan untuk difotobreak untuk foto hasil rajutanknit vs crochet, pilih mana yang disuka

Sepatu Jihan jadi POI, sepatu Junior yg abu2 coklat jadi BGBambam dan Luki segera bergabung dengan kami, sementara mas Budi Suwarna masih menunggu fotografernya untuk memulai wawancara. Wawancara dimulai dengan sesi foto terlebih dulu…, foto rajutan yang sudah jadi (display) juga foto kami memegang rajutan yang sudah dan sedang dikerjakan. Setelah itu wawancara dilakukan bergiliran. Sambil wawancara, sambil mengajarkan dan sharing merajut dengan peserta yang hadir. Tentunya dijelaskan teknik dan alat merajut yang ada (crochet, knitting, tunisian, tapestry), pengalaman dan hasil yang didapatkan dari merajut. Wawancara selesai sekitar jam 21.30 tapi masih ada beberapa yg bertahan, merajut, ngobrol dll.

Walau sedikit mundur dari jadwal wawancara semalam berlangsung lancar dan cukup heboh, karena mas Budi belakangan ikut mencoba dan akhirnya penasaran… Mencoba sebentar pas wawancara tentunya masih kaku tangannya… abis wawancara tp masih ngobrol2 nyoba lagi bikin rantai (chain) dgn lebih luwes… Selesai acara kami masih kongkow2 dgn tamu2 yg lain eh beliau masih penasaran dan coba lagi bikin rantai… wah tambah canggih bahkan berani menambah speed bikin rantai. Seru deh karena komunitas lain yg hadir disitu ikut menyaksikan , mengomentari dan menyemangati.  bahkan mas Budi tertarik untuk mengajak istrinya jika kami mengadakan kopdar lagi.

Kurang lebih begitu acara malam itu. Alhamdulillah Jakarta yg diguyur hujan sepanjang siang & malam di hari Rabu sebelumnya cerah selama kopdar… hujan baru turun setelah jam 22.00 jadi kopdar dan wawancara tidak tergangu.

Liputan di Kompas:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/18/01524287/merajut.bukan.monopoli.nenek

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/18/01514391/yang.berewok.yang.merajut


Kopdar sama Pakdhe AndyMSE

Dikirim: January 28th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi | 5 Komentar »

Kopdar sama Pakdhe Andy dan Kyai SlametSalah satu teman blogger plus akhirnya plurker kami adalah pakdhe AndyMSE dari Solo. Pakdhe ini seru banget karena sekeluarga adalah blogger. Bu Noor, Diki dan Nanin juga blogger walau mungkin tak semaniak pakdhe saat posting hehehe. Yang jelas, pakdhe ini sering blogwalking dan meninggalkan jejak-jejak di yuliazmi.com dan riyogarta.com . Kadangkala borongan mampir 1 kompi dengan Bu Noor dan Nanin (Diki agak jarang, mungkin karena ABG jadi punya dunia yang lain)

Nah saat plurking makin mewabah, Pakdhe ini akhirnya ikutan… menurut beliau sih sebenarnya sudah jadi plurker sejak lama, cuma sempat terlupakan. Jadilah obrolan, sapaan dan cela-celaan terjadi lewat plurk… Termasuk Junior bikin pakdhe selalu ngiler setiap Bunli posting tret makanan di plurk. Juga akhirnya kami janjian kopdar di wetiga melalui plurk.

Baca Selengkapnya »


Kopdar Penganti Tahun Baruan

Dikirim: January 27th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi | 2 Komentar »

di Secret RecipeApa acara tahun baruan kami? Hihihi, gak jelas. Karena gak punya ide mau kemana lalu sudah terlambat untuk makan malam akhirnya diputuskan jadi ke tempatnya Kania, teman plurker yang juga blogger. Karena sudah kemalaman plus macet, kami pergi seadanya, mengandalkan plurk.com untuk komunikasi. Sayangnya si Plurk sedang rewel sehingga kami tidak dapat menghubungi Kania saat tiba di tempatnya. Anehnya kok sepi? sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan. Mungkin acaranya sudah selesai lalu pada jalan keluar menghabiskan malam.

Akhirnya kami mendamparkan diri di WETIGA…, sudah sepi juga, hanya ada Edo dan beberapa teman lainnya yang asyik gitaran sambil WIFI-an. Kebetulan gitarnya Yahyo masih di mobil, so 2 gitar meramaikan malam (bukan Yahyo yang main, tangannya masih kaku). Habis nyanyi-nyanyi sambil ngobrol, kami pamit pulang. Penasaran dengan malam Tahun Baru di Ibukota, akhirnya menghabiskan bensin mengukur Sudirman-Thamrin plus tol JORR sampai ke Bintaro.

1 Januari 2009, barulah plurking sana sini seputar sepinya tempat Kania. Akhirnya kami putuskan mau nonton di Citos 21, mau nonton Autralia sambil kopdar sebentar dengan Bambam & Luki. Sayangnya teaternya penuh, plus tangga yang dari biskop tidak seluruhnya eskalator, cuma tangga biasa, gagal deh nontonnya. Karena gagal nonton kopdarnya jadi extend deh.

Baca Selengkapnya »


Waktu Pesta Blogger 2008

Dikirim: November 30th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi | Tags: , | 7 Komentar »

Weleh, hampir basi kali ya posting tentang Pesta Blogger 2008. Bukan apa-apa yang lainnya mungkin sudah posting untuk yang kesekian kalinya, saya baru mau posting.

Sabtu kemarin 22 November 2008, Pesta Blogger digelar di lt.3 Gedung BPPT 2. Walau acara dimulai sejak pagi dan para blogger sudah bergegas sejak dari pagi bahkan sejak dini hari, kami baru berangkat menjelang siang. Kesibukan para blogger ini jelas termonitor lewat mainan baru blogger… http://plurk.com (goodluck). Diperjalananpun saya masih mengikuti update-update di ruang auditorium dari bloggerplusplurker yang sudah ada di lokasi sambil meningkatkan karma :d

Baca Selengkapnya »


Waduh … prelude sebelum posting

Dikirim: November 26th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi | 10 Komentar »

:confused: Sudah hari Rabu, belum juga posting tentang Pesta Blogger yang digelar Sabtu kemarin. Mau posting migrasi ke Ubuntu 8.10 juga belum. Belum diposting eh si Intrepid Ibex sudah rewel tak bersuara entah salah dimana saat mendandaninya, install lagi deh. Sampai hari ini masih lanjut mendandani si Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex.

Junior juga belum diposting… ada yang lucu tentang Junior, nanti deh diposting terpisah, kata kuncinya : josang, Yahyo, telpon *biar Bunli gak lupa*

Jadi minimal Bunli utang 3 posting ya. Pesta Blogger, Ubuntu dan Junior. Tunggu updatenya

:huray:


String Necklace

Dikirim: September 10th, 2008 | Oleh: | Kategori: Serba-serbi | 9 Komentar »

My new handmade necklace

Oh my! It seem that I spent 3 weeks for making this necklace 😮 I started this project on my 10th week with junior in my womb and it just finished yesterday. Actually it can be finished in 2 days (with my full speed crafting) starting from measuring thread, combining color, plaiting until finishing. Hohoho, crocheting and knitting project are stopped for a while.

Ini kalung terbaru yang saya buat karena dapat batu kalung putih dari kakak ipar. Saya buat menggunakan Kumihimo Disk hasil berburu alat-alat crafting beberapa tahun lalu. Ceritanya dibikin waktu istirahat seminggu setelah pertama periksa ke obgin biar gak bengong di rumah. Eyalah selesainya 3 minggu kemudian karena ada aja yang bikin project ini gak kepegang.

kumihimo disk, the tool Necklace detailUsing 3 color embroidery threads pale green, forest green and brown I combine it differently from the pattern that gives me a different Z motif. I used large Kumihimo Disk I bought several years ago, one of my craft treasuries 😉 It’s easy to used this disk. Skill to mix color and composition is the challange.

I got the white stone from my brother in law’s wife a few month ago. Since I receive the stone the idea making string necklace dancing in my mind. I still have a group beads from her, waiting to be transform to anything I want. Just figure it out later, and here’s my new handmade necklace. 🙂


Magic Power Pan, Back To Cook Ma’am!

Dikirim: August 12th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi, Special | 12 Komentar »

Due to his overtime works,  we almost spend the time outside rather than having dinner at home. This situation was resulted me as a cook have a long-time vacancy :d What a life 😉 Nop!, I don’t quit cook but have a pause :d …, the recipes and any experimental dishes still dancing in my mind waiting to be cooked.

Last week, when I picked him up at Plangi, we finally get a pan package at Innovation Store. Yup 1 set of Magic Power Pan was my b-day present from him  😡 Consist of 4 type of pan: omelet pan, 1 deep pan, 1 grill pan, 1 square pan with 1 glass cover and spatula plus extra scissor and knife, it drills me to back to kitchen :d Ok, back to cook Ma’am! Thanks Honey  :-*

Ulang tahun kali ini dapat hadiah 1 set Magic Power Pan… asyik. Harus rajin masak-masak lagi niy, hihihi. Masak apa yaaaa??

Makasih ya Yang  :-*


Mio C230 and Its Tunisian Pouch

Dikirim: August 3rd, 2008 | Oleh: | Kategori: Handcraft, Serba-serbi, Teknoblogia | 29 Komentar »

Riyo's Mio C230 in action

My Dear husband just have a new gadget named Mio DigiWalker C230. A portable pocket-size GPS to assist and accompany him go to many places. He loves it’s adjustable features to show him a bunch of alternative route to go.  As leaving Mio inside the car when parking (especially in an open area) is not recommended (actually I don’t allow it too :p ), so he has to bring it inside his pocket. Considering keys, coins and other thing inside that would scratch its beautiful body, my husband request a “simple” pouch to keep it safe.

Tunisians Stitch: simple stitch & knit stitchSimple, just like a sock

Because the requirement is to safe it from scratch, so I make the pouch with tunisian technique. Use tunisian simple stitch to make it a solid and masculine pattern with grey wool thread. I only add 3 rows tunisian knit stitch as an accent. Even it just a simple pouch, I finish it in a few days due to my high activities.

Just slide it inMio in its pouch

Why I said a simple pouch? because my husband doesn’t want any zipper, or button or rope to close the pouch. I think the pouch must have any safety item to prevent its content from slip down when put upside down in his pocket. He just wants to slide in his Mio into the pouch just like a sock.

Mas Riyo punya GPS untuk jadi penunjuk jalan, biasalah gadget mania. Nah karena si Mio C230-nya itu bisa dan perlu dibawa kemana-mana dan dilarang keras ditinggal di mobil kalau lagi parkir. Maka dia minta dibuatkan kantong supaya aman dari gores kalau masuk kanton pantalonnya. Karena mas Riyo mintanya kantong “biasa” yang gak pakai embel-embel apapun jadilah saya bikin kantong rajutan pakai teknik tunisian.

So, here it is… his grey-mio tunisian pouch.  :-$ Pssst, actually I plan to add an elastic rode/ribbon at the top of the pouch

Mio C230 and its tunisian pouch