Akhir Agustus 2012 kemarin, saya dan suami menghadiri acara Workshop Blogger dengan Galaxy Note 10.1 di Main Atrium Grand Indonesia. Acara yang membuat saya akhirnya kopdar lagi dengan rekan-rekan blogger ini menyajikan ulasan tentang produk Samsung yang memiliki banyak fitur yang menggoda. Yang paling menarik adalah Multiscreen Real Multitasking, Embedded S Pen dan S Note . Begitu melihat demo-demo yang ada kepala langsung berdenyut-denyut membayangkan Agha anak kami… Lho? Yaaaaa, karena selama ini kami sering rebutan Samsung Galaxy Tab dengan Agha *baca sharing pakai :D*
Agha serius main Triple Town di Gtab Bunli
Jagoan kecil kami yang berusia 3,5 tahun ini sudah familiar dengan gadget dari Samsung termasuk Galaxy Ace yang mendampingi si Gtab. Aneka permainan, aplikasi edukatif, buku anak-anak, browsing video di YouTube bahkan memotret pun jadi santapannya setiap ada kesempatan. Bahkan tidak jarang dia “membantu” solving the puzzles dari permainan “asah-otak-aman-untuk-anak” yang sedang saya ataupun Yahyo-nya mainkan. Tentu seringkali beda cara sehingga hasilnya jauh dari skor tertinggi, tapi tidak jarang pula Agha sanggup mendapatkan 3 bintang yang membuat kami terbelalak kagum melihatnya, hihihi. Jadi pasti dia lebih cinta kalau melakukan aktifitas2 kegemarannya itu di Galaxy Note yang layarnya sangat legaaa dan lebih canggih ini.
Balik lagi ke masalah gadget, Galaxy Note 10.1 bisa jadi sarana yang pas untuk Agha menjalani homeschooling yang kami rencanakan. Dengan layarnya yang lebih besar dari tablet yang dikenalnya pastinya akan jauh lebih mudah bagi Agha untuk belajar. Apalagi fitur Multiscreen Real Multitasking, pasti akan makin mendukungnya meningkatkan kreativitas dan daya tangkapnya dalam memahami berbagai hal yang akan dipelajarinya. Seru membayangkan ekspresinya Agha saat serius atau tertarik akan sesuatu… I’ve excited dreaming of it!Yang paling melegakan adalah S-Pen yang jadi solusi untuk Agha nanti belajar menulis. Saya gak kebayang bagaimana belajar menulis (apalagi tulis sambung) jika hanya menggunakan jari di tablet. Gak mungkin kan anakku cuma bisa mengetik dengan keyboard, gak bisa menulis dengan pena/pensil, gak mungkin kaaan? Sedangkan fitur-fitur lainnya akan bermanfaat untuk Agha belajar seiring dengan bertambah usianya.
Buat Agha ya Galaxy Note 10.1 nyaaa
Oh ya, Agha juga suka menggambar, selama ini kami membelikan kertas dan crayon karena dia tertib hanya menggambar di kertas atau di whiteboard. Setiap selesai menggambar pasti dia kumpulkan dan disimpan, hingga saya membelikan tas document keeper khusus buat menyimpan gambar-gambarnya yang tiap saat makin bertambah banyak. Tidak jarang kertas gambarnya sudah terlipat-lipat saking seringnya dia lihat, ditambah gambar baru bahkan digulung jadi peta yang di”update” gambarnya berkali-kali. Jika menggunakan S-Pen di Galaxy Note 10.1 pasti kegiatan menggambar Agha jauh lebih realistis dibandingkan menggambar dengan jari di tablet 7.0 yang selama ini dia pakai. Gambar-gambarnya juga akan lebih aman tersimpan secara digital, sehingga dia bisa melihat kembali hasil karyanya kapanpun dia mau saat sudah besar nanti.
Ah, seandainya kami mempunyai Galaxy Note 10.1, pasti kami peruntukkan buat Agha untuk belajar secara Homeschooling, meng-explorasi bersama untuk mengajarkan berbagai hal yang berguna bagi dirinya kelak, mengembangkan bakatnya, mendokumentasikan hasil kreatifitasnya… Bahagianya kalau kami memiliki Galaxy Note 10.1
Agha sangat suka bernyanyi, lagu yang dia suka pasti dinyanyikan berulang-ulang dengan kata-katanya yang kadang masih tidak tepat. Belakangan dia suka berdendang lagu karangannya sendiri, entah beberapa lagu dicampur jadi satu atau improvisasi dari lagu yang dikenalnya.
Pagi itu 12 Juli 2012, saat siap-siap sebelum saya berangkat kerja, Agha asyik bernyanyi ditemani Yahyo. Ternyata dia menyanyikan lagu sendiri berkali-kali dan berhasil direkam Yahyo… Anakku sudah bisa mengarang lagu sendiri di usia 40 bulan! Dan lagunya menurut kami adalah lagu yang penuh makna
Pohon di langit Kalau disiram Dia jadi tumbuh
Dia jadi … jadi tinggi Dan dia jadi gede Diantara pohon
*Suara peluit itu suara ketel air yang saya pakai untuk menjerang air mandi Agha, mau direkam ulang tapi Agha tidak mau, ya sudahlah*
Foto yang belum dipload sejak berhasil memotret Agha kembali dengan baju batik kebesarannya. Fotonyapun tidak jadi diambil saat Agha tepat berusia 2 tahun. Baru bulan Agustus momen ini berhasil diabadikan.
Gak mudah mendapatkan foto Agha dengan pose tenang seperti ini… My adorable-boy ini aktif sekali sih.
Sudah dua bulan terakhir ini Agha senang pakai topi. Di rumah nenek pakai topi haji kecil, kadang pakai pecinya Kakek, kalau di rumah pakai peci Yahyo. Saking senengnya pakai topi kadang dirumah pakai topi renangnya sambil bilang “aaphiii” (maksudnya topi)
Akhirnya, waktu 12 Rabiul Awal kmrn (15 Feb 2011) pas ultah 2 th Hijriyah Agha dapat Topi Pet Crocodile bahan Jeans warna biru. Pertamanya gak mau, belakangan setelah diajak coba topi sambil berkaca di ruang ganti jadi kemaningen deh. Pakai buka topi sambil bergaya dan joget-joget depan kaca, hehehe.
Sttt, sebenarnya Agha memilih topi warna hijau yang matching sama baju hijaunya yang dipakai di foto. Hanya ternyata modelnya beda, lebih bagus yang jeans ini dan lebih netral untuk baju warna apapun. Akhirnya Agha setuju beli topi yang ini, bawa sendiri ke kasir *dia ngikutin tante SPG yg nunjukin lokasi kasir* Bersabar nunggu pembayaran lalu bilang Achyiiii (terimakasih)
Belakangan topinya dia buka dan dipakai terbalik. Ini dia sendiri yg gaya, pakai topinya dibalik :D
Wiken akhir tahun 2010, tanggal 25 Desember 2010 kesampaian juga Agha naik kuda Habis makan siang dengan Yahyo, Bunli dan Eyang di Mi Jowo, Kopdar singkat di Paris Pan Java dengan pasukannya Bundadako (Tante Nana, Teteh Ainun dan Kakak Aisha) Agha akhirnya naik kuda beneran.
Waktu Bunli mampir ke Lavie cari baju untuk Agha, ada kuda-kuda yang bisa disewa untuk ditunggangi. Langsung Agha heboh, gak sabaran untuk bisa naik kuda. Untung akhirnya ada kuda yang cukup besar untuk dinaiki Agha bersama Yahyo, karena gak mungkin Agha naik sendirian kan?
Keliling satu blok, setengah jalan kata Yahyo Agha mulai gak tenang teriak-teriak minta turun, mungkin karena guncangan yang lebih keras dibanding naik kuda-kudaan di mall :D. Jadi sisa perjalanan, Agha naik kudanya sambil digendong Yahyo. Walau gak full menunggangi kudanya, tapi Agha senang, dan akan cerita gimana waktu dia naik kuda sambil mulutnya ber-tak-tik-tuk-tik-tuk.
20 bulan lalu Agha lahir sebagai bayi mungil berpipi chubby dengan tangis khas “nggaaaa, nggaaa”. Hari ini, bayi kecil itu sudah menjadi batita yang aktif, penuh imajinasi dengan banyak kebisaan yang membuatnya makin menggemaskan. Selamat ulang bulan sayang, sebentar lagi Agha 2 tahun usianya, semoga sukses jadi S3 ASI. Semoga jadi anak shaleh yang cerdas, sehat dan kuat, qurrata ayyun Bunli & Yahyo
24 Okt 2010: Setelah beberapa kali latihan, Agha bisa muter cincin donat2 dari mainan menara hanoy-nya :D Bahkan cincin bentuk bintang dan bola sudah bisa dia putar juga Sent from my AghaBerry®
Ini dia sweater pertama yg sebenarnya Bunli rajut untuk Agha. Dirajut waktu Agha masih diperut Bunli. Sayangnya benangnya kurang jadinya rompi aja deh, gak pakai lengan. Dan ternyata kebesaran untuk Agha waktu baru lahir, masuk lemari dulu deh.
Tadi pagi Agha kekeuh minta pakai baju mobil lalu Bunli inget sweaternya, ternyata sudah ok tuh dipakai oleh Agha. Bergaya dulu deh sebelum berangkat sekolah, lengkap pakai sendal Mickey-nya.
Keren kan
Sent from my AghaBerry®
Catatan perkembangan Agha yg harusnya sudah sejak lama di posting.
Saat ini Agha sudah sangat jago berjalan… bahkan sesekali seperti setengah berlari. Ah, waktu cepat sekali berlalu sejak Agha resmi berjalan sendiri tanpa bantuan tgl 24 Mei 2010 jam 21.05. Sejak itu seluruh penjuru rumah dan rumah nenek jadi daerah jelajahan Agha
Progres Agha berjalan sebisa mungkin Bunli dokumentasikan di Plurk, twitter, maupun Facebook. Berikut catatannya:
16 Mei 2010 :Hore! Agha giat latihan jalan sendiri. Dan barusan dia jalan 7 langkah ke Bunli cc:@riyogartaD
24 Mei 2010 : 21.05:Agha merangkak ke kamar nenek trus jln sendiri ke Bunli, tanpa dijaga, 2x Officially his first walk. *Hadiah tgl 24* #fb cc:@riyogarta.
30 Mei 2010 : Barusan Agha jalan sendiri lebih dr 3meter (R.tengah ke kamar Yahyo waktu kecil) krn merasa dikejar Bunli … Horee! Hebat #rumahEyang #fb.
1 Juni 2010 : Kmrn Agha jalan 5meter lbh dr kamar – r.tengah – dapur dgn semangat. Selamat hari Selasa, Semangat! ^_^ #fb.
Agha yang umurnya 16 bulan ternyata SANGAT suka main Rubik Cubes, dan seperti yang sudah diduga Yahyo-nya juga SUKA main Rubik. Saya yang juga penasaran dengan magic cubes ukuran 3x3x3 itu kebetulan sudah pernah membelinya. Jadilah Rubik Cubes jadi mainan Agha, setiap hari pasti dia serius, asyik memutar2 Rubik Cube dengan cepat layaknya pemenang Speed-Cubing.
Agha, 16 mo toddler, loves playing Rubik Cube. Monopolize by himself, forcing Yahyo, his father play the Rubik Snake –which he offered to Agha– so he can play without being distracted
Waktu minggu lalu mengunjungi Eyang Ti, kami membeli Snake Rubik. Agha pun langsung serius ikut membongkar komposisi dan memutar-mutarnya. Bahkan Rubik 3x3x1 yang kami juga beli, juga menarik perhatian Agha, sayangnya mutu buatannya kurang bagus, keras dan sulit untuk diputar.
Nah Wiken kemarin, Yahyo membeli Rubik Cube yang lebih baik mutunya karena Rubik yang lama pecah. Karena memang mutunya bagus, enak putarannya, Agha makin suka memainkannya. Jadilah Yahyo-nya yang sedang penasaran main Rubik harus mengalah dengan Agha. Demi memonopoli Rubik Cube baru, Agha “mengultimatum” Yahyo untuk main Rubik Snake saja :D
Recent Comments