Dikirim: October 24th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Handcraft, Special | 22 Komentar »

In my DC group, there a self-written booties pattern by one of our member as the exam of reading pattern class. And as the member I got the pattern too. This spike booties result a cute booties accent by a spike pattern with different colour of yarn. This pattern is easy to follow and to make, actually I’ve already finish this booties last week. But just have time to take the picture and post it today.
I made this booties using light grey baby wool yarn rom DC combine by dark brown soft cotton yarn. Using hook no. 4/0 it seem that I made a little bit bigger than the pattern size. After washing this booties it became more tighten than before… more steady I think.
So here my first booties for my Junior. Can’t hardly wait until the delivery time. Your shoes is ready my Junior
Dikirim: October 21st, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | Tags: 18 month pregnancy | 21 Komentar »
Ini sebenarnya cerita minggu lalu, hanya berhubung pas mau posting mati lampu *alesyan* akhirnya baru sekarang diceritain.
Juniorku sayang minggu lalu sudah 18 minggu usianya, pas USG detak jantungnya langsung terdengar dug-dug-dug-dug dalam range normal. Besarnya sudah sangat kentara kenaikannya dibanding pemeriksaan sebelum lebaran kemarin… badannya aja makin ndut. Beratnya sekarang 156gr, tambah 56gr dari berat di minggu 13! Hmmm, mungkin akibat makan enak selama Lebaran ya Nak
*ingat ketupat opor, steak, jagung bakar, kaastangle, dll* Siluet kepalanya juga sudah sempurna…, kalau yang lalu masih mirip Casper kali ya *susah menggambarkannya… paling gampang ya mirip casper* Tulang belakang bagus… Sayangnya karena Yahyo dan Bunli terjebak macet, jadi dapat antrian yang hampir buntut dan gak bisa berlama-lama lihat Junior termasuk lihat USG 4D dan ngeprint “best pose”-nya.
Yang pasti waktu Dokter menggerakkan alat USG untuk memberitahukan kalau jari2 tangan Junior sudah lengkap sempurna (dilayar kursornya muter2 pas jari) eh Junior langsung mengghentakkan tangannya seolah-olah bilang “Yes!” hehehe…, tahu ya Nak lagi topiknya tangan. Putar-putar lagi memperhatikan kaki eh Junior langsung in action lagi… Seperti nendang-nendang bola atau jalan pelan-pelan… hihihi kata Yahyo kamu pengen jalan-jalan di Mall ya…. Abis itu Junior selonjoran, ngulet-ngulet kayak orang abis olahraga lari lalu cooling down melemaskan kaki. Wah anak Bunli dan Yahyo emang aktif deh.
Hmmm… jadi gak sabar pengen tahu tambah pintar apa lagi Junior bulan depan… sekarang siy sudah mulai berasa gerakan-gerakan Junior di perut walau masih samar-samar. Ayo nak, yang sehat ya…
Dikirim: October 16th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | 16 Komentar »
Wew…, mau diposting sejak tanggal ditetapkan apa daya baru terposting sekarang. Yup!, ini kosa kata baru untuk nama panggilan saya dan suami di keluarga kecil kami ini ditetapkan 11 Oktober 2008 dini hari sambil makan nasi goreng Ndut di Gandaria
Bermula sejak menikah…, mungkin sebelum menikah kali ya, kami sudah memutuskan sebutan yang akan dipakai di keluarga kami. Sebutan untuk saya dan suami yang akan digunakan oleh anak-anak kami. Apadaya, Junior pertama kami hanya bertahan 8 minggu dikandungan… lalu penantian yang panjang membuat sebutan tersebut sudah dipakai oleh adik saya dan istrinya. Hehehe… panggilannya umum siy, Bapak dan Ibu. Sebutan ini terus dipakai selama 8 tahun kami menikah.
Lalu, terpikir untuk membuat nama panggilan baru yang berbeda dari yang umum digunakan. Terlebih mengingat keluarga orang tua kami adalah keluarga besar dan mengingat kesuksesan kami membuat nama sebutan kami untuk ponakan-ponakan dari pihak saya
Nah hal ini makin dipercepat setelah saya baca buku “Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan” karangan F Rene Van de Carr, M.D. Dalam buku ini diantaranya perlu membiasakan menggunakan nama panggilan orang tua untuk anak sejak masa pralahir.
Namanya kosa kata perlu dilengkapi dengan cara bacanya… kayak kamus gitu. Nah ini kamus untuk panggilan kami berdua
Yahyo [ya-yo] : Panggilan untuk bapaknya anak-anak diambil dari singkatan Ayah Riyo
Bunli [bu-nii] : Panggilan untuk ibunya anak-anak diambil dari singkatan Bunda Yuli
So, sejak dini hari itu *** (panggilan rahasia kami untuk Junior) dan adik-adiknya nanti akan memangggil kami dengan sebutan Yahyo dan Bunli. Panggilan yang berbeda dengan yang digunakan sepupu-sepupunya terhadap orang tua masing-masing
Dikirim: September 23rd, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | Tags: baby boy | 17 Komentar »
Sepertinya berawal dari makan malam yang kurang sukses karena gak dapet sate ayam yang enak hari Minggu malam kemarin, saya mures-mures sepanjang hari Senin. Senin, pas sahur kebetulan air kelapa ijo, mangga dan jus apel sepertinya enak banget, so tancap deh semuanya. Tapiii, pas bangun lagi setelah subuh kok ini perut mulai keterlaluan mules-nya. Biasanya sih panggilan alam yang normal, tapi kok feses-nya menunjukkan gejala masuk angin atau diare. Waduh.
Biasanya lagi kalau sudah “setor” segala gejala masuk angin atau diare lenyap seketika. Sayangnya sepanjang perjalanan ke kampus nih perut masih agak-agak sakit. Masak sih karena merem melek pas minum jus apel yang tanpa tambahan gula lambungnya jadi rewel? Abis “setor” lagi, langsung telepon obgyn saya, dr. Ismail Yahya, saya disuruh istirahat dan makan dulu atau langsung ke Yadika karena kebetulan ada jadwal prakteknya. Cuma ya, gimana kesananya? Sebentar lagi saya ngajar lalu Bapaknya Junior sudah melanjutkan rute-nya ke kantor.
Alhasil setelah mengisi lambung supaya gak kosong lagi, saya mengajar dulu sambil “menikmati” serangan sakit diperut yang kadang datang kadang pergi. Gak tahan sakitnya ditambah halusinasi kok perutnya agak kempes, saya telepon Bapaknya Junior minta dijemput dan ke dokter sore itu juga. Untungnya obgyn saya ada jadwal sorenya di hari Senin, Bapaknya bisa cepet sampai kampus dan jalanan ke Yadika bebas dari macet. Pfff!
Sampai Yadika, huhuhu… “setor” lagi, gak salah deh timbangan tetap setia di 47kg… gak naik, tekanan darah juga 90/60 weleh. Antrian terasa cukup panjang bagi ibu hamil yang diare ini… untung bisa nge-plurk buat sejenak mengalihkan rasa sakit, halah!
Begitu giliran periksa, langsung USG lagi… Alhamdulillah Junior baik-baik aja bahkan seminggu ini pertumbuhannya sangat pesat, sampai layar monitor gak cukup untuk mendisplay Junior full version. “Separuh2 lihatnya ya Bu”, kata pak dokter. “Wah kamu kesempitan ya Nak?”, soalnya rongga amniotiknya sudah sesak sama Junior dan perut Ibu belum tambah besar lagi. Kata dokter sih Junior baik-baik aja, gak kesempitan kok, cairan ketubannya cukup, tangan dan kaki ok, tulang belakang bagus, detak jantung normal, beratnya sekarang 100gr. Hebat, seminggu nambah lebih dari 35gr kamu Nak
Dan…, tiba-tiba pak dokter ngasih lihat kalau… Junior is baby boy. Jelas banget deh penampakannya, berhubung ibu kan adeknya banyak laki-laki jadi langsung tahu pas dilihatin, kalau Bapak masih penasaran yang mana soalnya melihatnya agak jauh dari monitor
Oke Junior baik-baik aja, ibu udah dikasih obat, tinggal nyari salak buat obat alaminya. Bapak laporan ke pakde, Eyang dan Nenek-Kakeknya Junior habis itu kami buka puasa bareng deh di rumah Nenek-Kakek. 13 minggu 3 hari perkiraan lahir sekarang 19 Maret2008. Yang sehat ya Nak
PS: Semalam masih beberapa kali sena serangan, sekarang masih sisa sakit perutnya dikit…, obat dokter dan salak mulai menunjukkan khasiatnya
Dikirim: September 15th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | Tags: 12 week baby, fetus | 27 Komentar »
Senangnya, si baby Junior ternyata tumbuh pesat dalam 2 minggu ini
Dibanding pemeriksaan ke-2, sekarang ini Junior sudah hampir memenuhi kantung amniotik tempat dia berenang.
Sesuai janji dengan dokter, Jum’at kemarin kami ke RSIA Yadika di Ciputat Raya untuk USG 4D. Setelah dokter Ismail Yahya berbuka puasa sejenak… kami “bertemu muka” lagi dengan Junior. Begitu mulai pemeriksaan, langsung terdengar dug-dug dug-dug yang cepat sekali. Ternyata itu detak jantung Junior yang berdetak 158 kali perdetik dan masih dalam range normal (jantung janin berdetak 2 kali lebih cepat dibanding orang dewasa).
Enaknya pemeriksaan USG kali ini saya bisa ikut langsung melihat dilayar monitor yang sama dengan yang dilihat dokter dan suami. Lebih jelas dari pada visualisasi yang saya lihat di layar bantu di Jombang. Junior terlihat sudah jauh lebih besar, walau bentuk wajah dan detil lainnya belum jelas. Kali ini Junior juga bergerak lebih aktif, entah karena tahu sedang dilihat Ibu dan Bapaknya… atau karena lapar
hehehe, iya Ibu dan kamu lagi lapar pas periksa ya nak
Mungkin lapar siy soalnya gak lama Junior terlihat sedang “ngempong” (menghisap jari)
Menurut dokter Junior sudah berusia 12 minggu 3 hari. Beratnya 64gr dan perkiraan lahir 18 Maret 2009, wah gak jadi lahir pas Bapak ultah deh
Oh ya kali ini tali pusatnya juga terlihat jelas. Bahkan waktu dilihat dari sudut lainnya malah terlihat si Junior seperti sedang memegang tali pusatnya dengan kedua tangannya seolah sedang berayun. “Lagi kayak Tarzan” kata Bapak, hehehe… lagi show off ya Nak, kalau main-main sama tali pusat hati-hati jangan sampai terbelit di leher ya
Sayangnya saking si Bapak takjub melihat si Junior sampai lupa untuk merekam kegiatan pemeriksaan USG tadi…, padahal Pak De nya Junior sudah request dan si Bapak pengen banget mengabadikan si Junior lagi main tarzan-tarzanan… Alhasil Ibu dan Bapak cuma dapat print USG yang ini deh.
Oke Nak, yang sehat ya, nanti kita periksa lagi habis lebaran. Yang pinter didalam rahim Ibu ya
Dikirim: August 31st, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | Tags: 10w USG | 19 Komentar »
Sabtu kemarin Bapak anterin ibu untuk periksa dan lihat perkembangan si Junior. Alhamdulillah, sudah lebih besar dari minggu lalu…, bakal tangan dan kakinya juga sudah terlihat. Cuma kata dokter si Junior, lagi bobo… geraknya cuma sebentar aja: “Kalau kenyang dia tidur” …, hehehe, kekenyangan makan ikan mujair yang digorengin khusus sama adik bungsu saya kali.
Nah, saking senengnya Bapak minta print USG-nya… dan saat ini sudah diposting di sebelah
nduluin ibu posting
Ini nih hasil scan USG-nya, menurut besarnya janin sekarang si Junior umurnya 10 minggu 6 hari (plus/minus 4) … 2 minggu lagi periksa lagi di RS lain tempat dokternya praktek juga karena mau USG yang 4 dimensi. Oh ya, kata dokter plasenta-nya di atas, sip artinya posisi plasenta memungkinkan untuk lahiran secara normal. Alhamdulillah

Dikirim: August 17th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | 48 Komentar »
Alhamdulillah, kemarin pagi setelah 8 tahun penantian akhirnya saya bisa memberikan kejutan buat suami tercinta.

Ya!, hasil test pack saya ternyata positif. Berarti pusing, mual, lemes dan drop tekanan darah yang saya alami akhir-akhir ini kemungkinan besar karena datangnya calon bayi mungil kami. Mohon doanya supaya saya, calon bayi dan tentu calon bapaknya sehat selalu
Juga nanti lancar sampai persalinannya.
Amin.
Mudah-mudahan 8 atau mungkin 7 bulan lagi saya dan suami sudah menimang bayi mungil kami yang sehat dan cerdas. kok pakai mungkin? soalnya saking lamanya menanti saya sampai gak inget kapan saya terakhir de-pe-te
jadi ya mungkin sudah 2 bulan atau mungkin 1 bulan. Yang penting tidak lama lagi saya jadi ibu
OOt: kenapa saya baru posting kabar gembira ini sekarang?
- Karena internet di rumah baru dapat jadwal maintenance malam ini (ada perubahan dr kamis euy)
- Saya masih kadang pusing kadang mual euy, sampai-sampai si Bapak udah duluan posting
- Kemarin sekalian laporan…, laporang langsung sama Mama-Papa (Jkt) dan Ibu mertua (Bdg) jadi gak sempat berburu koneksi
Dikirim: August 12th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Serba-serbi, Special | 12 Komentar »

Due to his overtime works, we almost spend the time outside rather than having dinner at home. This situation was resulted me as a cook have a long-time vacancy
What a life
Nop!, I don’t quit cook but have a pause
…, the recipes and any experimental dishes still dancing in my mind waiting to be cooked.
Last week, when I picked him up at Plangi, we finally get a pan package at Innovation Store. Yup 1 set of Magic Power Pan was my b-day present from him
Consist of 4 type of pan: omelet pan, 1 deep pan, 1 grill pan, 1 square pan with 1 glass cover and spatula plus extra scissor and knife, it drills me to back to kitchen
Ok, back to cook Ma’am! Thanks Honey
Ulang tahun kali ini dapat hadiah 1 set Magic Power Pan… asyik. Harus rajin masak-masak lagi niy, hihihi. Masak apa yaaaa??
Makasih ya Yang
Dikirim: July 9th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Diary, Special | 26 Komentar »
Waktu itu kita putus pacaran
Karena hari itu juga kita lalui akad nikah
Terimakasih untuk segala yang sudah kita lewati
Juga untuk segala yang akan kita lalui kemudian
Sekarang waktu sudah berputar kembali
Sampai di titik waktu yang sama
Terimakasih Yang.
Selamat ulang tahun
Happy Anniversary
Happy Delapan
I love you!
Dikirim: April 13th, 2008 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Special, Teknoblogia | 12 Komentar »
Alhamdulillah, Dialog Terbuka yang diprakarsai Riyogarta akhirnya terselenggara pada waktu yang akhirnya fix
Jum’at 11 April 2008, jam 09.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 11.45 WIB.
Saya rasa tidak perlu lagi mengulas acara tersebut dari sisi yang sama dengan yang sudah dilaporkan oleh banyak teman. Lagi pula ini sudah lewat 2 hari dari acara…, hehehe saya rada ambrug karena sibuk ikut terlibat dalam kepanitiaan wisuda tanggal 12 April 2008. Juga tentunya “sok sibuk” mendukung persiapan suami tercinta termasuk do his haircut jam 9 malam karena pulang malam terus… hasilnya ganteng kan suami saya
Sebagai seorang istri mungkin orang akan berpendapat bahwa saya tidak akan obyektif…, seorang istri memang harus mendukung suaminya tho? Apalagi jika yang dilakukan suaminya bukan sesuatu yang salah. Tapi saya tetap punya kritik untuk suami saya…, serius
Saya sangat menyayangkan mas Riyo berbicara dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Bukan Riyo banget, tapi kenapa selalu memegang mike dengan posisi yang menutupi mulut dan wajahnya? Duduknya juga gak santai, seperti orang yang kehabisan tempat duduk diangkot yang sudah sesak. Saat selesai acara saya tanya, ternyata kursi yang didudukinya agak jeblos sehingga sulit untuk menyesuaikan posisi duduk dengan tinggi meja. Tentu saja saya cecar lagi kenapa kursinya gak ditarik saja lebih maju? Ups! saya lupa kalau kursi itu berat dan tangannya tidak akan kuat menarik maju kursi tersebut.
Bicara soal tangan, saya sendiri menyesal karena saya lupa memfasilitasi mas Riyo. Saat Dialog sudah berjalan, sempat Mas Riyo agak terbatuk lalu saya lihat Roy Suryo mulai menuangkan minum. OMG! Saya tidak ingat untuk membukakan segel dan tutup botol air minum kemasan yang sudah tersedia untuknya
Acara masih panjang dan mas Riyo perlu minum, pastinya gak mungkin saya maju ke meja pembicara untuk membukakan botol airnya…, pasti “siapa loe?” yang akan muncul dibenak peserta dialog. Untunglah seorang asisten lab yang menjadi panitia bersedia mengantarkan air-minum-kemasan-gelas yang sudah-siap-diminum kepada mas Riyo. Jadi bukan karena Mas Riyo sombong gak mau buka botol sendiri, tapi karena tangannya memang belum sembuh total dari kecelakaan tahun lalu. Buat yang hadir jangan merasa aneh atas kejadian itu ya
Selebihnya, Mas Riyo terlihat seolah bersembunyi dibalik layar notebook yang dia pergunakan untuk menampilkan screenshoot dari berita-berita yang terkait dengan ucapan Roy Suryo saat dialog. Berbeda dengan Roy Suryo yang tampil terbuka dan menggerakkan tangannya dengan penuh semangat berapi-api sampai sempat mengenai kepala mas Abimanyu yang menjadi moderator
Agaknya Roy Suryo memahami betul apa yang disampaikan senior saya waktu latihan operet untuk inagurasi SMA di panggung JHCC. “Gerakan tangan dan tubuh harus berlebihan agar terlihat oleh penonton paling belakang, jika tidak kita hanya akan terlihat seperti titik yang diam” Wah untuk urusan ini saya akui deh Roy Suryo lebih ahli…
Waktu saya tanya ternyata karena dia kesulitan mengatur posisi duduk karena kondisi saat itu.
Selebihnya mas Riyo bersikap sebagaimana Riyo yang saya kenal selama ini, selalu dapat berpikir cepat dan tepat sasaran. Bisa menemukan kata-kata yang tepat dan “mengena” saat berdialog dengan siapa saja. Saya juga berhasil mengabadikan ekspresi Roy Suryo saat Mas Riyo menyela dengan singkat penjelasan panjang lebar Roy Suryo yang jelas sering menyela pembicaraan Riyo maupun moderator. Dia juga tetap gak lupa membuat istrinya tersipu dengan berkata “terimakasih ya, sayangku” waktu saya mengantarkan amplop hadiah yang sudah kami persiapkan untuk Roy Suryo. Sudahlah pujian saya untuk suami biar saya sampaikan langsung pada orangnya
Selain itu saya sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk:
- Bapak Broery TS yang sudah sigap menanggapi surat terbuka sehingga acara dialog ini dapat terselenggara di Universitas Budi Luhur. Telat sedikit mungkin akan terlaksana dikampus lain
Juga terimakasih atas kesigapannya menyesuaikan diri dengan jadwal yang selalu berubah-ubah sampai detik-detik terakhir. Bapak Broery ini yang ada difoto berempat dengan pembicara dan moderator lho.
- Bapak Hestya Patrie yang telah memberikan masukan yang sangat bermanfaat sebelum persiapan dialog ini akan dilaksanakan.
- Bapak Prof. Dr. Ronny R. Nitibaskara atas sambutan pembukaan dan komentarnya yang cukup menohok Roy Suryo.
- Universitas Budi Luhur dan rekan-rekan panitia yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.
- Bapak Abimanyu yang sudah dengan sukarela menjadi moderator. Saya tahu Anda cukup kewalahan menyela Roy Suryo yang gemar-menyela-pembicaraan-tapi-anti-disela-balik sampai2 kepalanya kena tangan Roy Suryo.
- Rekan-rekan blogger yang mendukung terealisasinya dialog ini.
- Okezone sebagai media partner.
- Universitas Bina Nusantara yang menyediakan fasiltas live streaming.
- Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang langsung maupun tidak langsung membantu terselenggaranya acara dialog terbuka ini.
Cuplikan dialog yang sempat saya rekam bisa dilihat di layartancap.com
Recent Comments