Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Galaxy Note 10.1 untuk Homeschooling-nya Agha

Dikirim: September 12th, 2012 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi, Special, Teknoblogia | Belum Ada Komentar »

Akhir Agustus 2012 kemarin, saya dan suami menghadiri acara Workshop Blogger dengan Galaxy Note 10.1 di Main Atrium Grand Indonesia. Acara yang membuat saya akhirnya kopdar lagi dengan rekan-rekan blogger ini menyajikan ulasan tentang produk Samsung yang memiliki banyak fitur yang menggoda. Yang paling menarik adalah Multiscreen Real MultitaskingEmbedded S Pen dan S Note . Begitu melihat demo-demo yang ada kepala langsung berdenyut-denyut membayangkan Agha anak kami… Lho? Yaaaaa, karena selama ini kami sering rebutan Samsung Galaxy Tab dengan Agha *baca sharing pakai :D*

Agha serius main Triple Town di Gtab Bunli

Jagoan kecil kami yang berusia 3,5 tahun ini sudah familiar dengan gadget dari Samsung termasuk Galaxy Ace yang mendampingi si Gtab. Aneka permainan, aplikasi edukatif, buku anak-anak, browsing video di YouTube  bahkan memotret pun jadi santapannya setiap ada kesempatan. Bahkan tidak jarang dia “membantu” solving the puzzles dari permainan “asah-otak-aman-untuk-anak” yang sedang saya ataupun Yahyo-nya mainkan. Tentu seringkali beda cara sehingga hasilnya jauh dari skor tertinggi, tapi tidak jarang pula Agha sanggup mendapatkan 3 bintang yang membuat kami terbelalak kagum melihatnya, hihihi. Jadi pasti dia lebih cinta kalau melakukan aktifitas2 kegemarannya itu di Galaxy Note yang layarnya sangat legaaa dan lebih canggih ini.

 

Balik lagi ke masalah gadget, Galaxy Note 10.1 bisa jadi sarana yang pas untuk Agha menjalani homeschooling yang kami rencanakan. Dengan layarnya yang lebih besar dari tablet yang dikenalnya pastinya akan jauh lebih mudah bagi Agha untuk belajar. Apalagi fitur Multiscreen Real Multitasking, pasti akan makin mendukungnya meningkatkan kreativitas dan daya tangkapnya dalam memahami berbagai hal yang akan dipelajarinya. Seru membayangkan ekspresinya Agha saat serius atau tertarik akan sesuatu… I’ve excited dreaming of it!Yang paling melegakan adalah S-Pen yang jadi solusi untuk Agha nanti belajar menulis. Saya gak kebayang bagaimana belajar menulis (apalagi tulis sambung) jika hanya menggunakan jari di tablet. Gak mungkin kan anakku cuma bisa mengetik dengan keyboard, gak bisa menulis dengan pena/pensil, gak mungkin kaaan? Sedangkan fitur-fitur lainnya akan bermanfaat untuk Agha belajar seiring dengan bertambah usianya.

Buat Agha ya Galaxy Note 10.1 nyaaa

Oh ya, Agha juga suka menggambar, selama ini kami membelikan kertas dan crayon karena dia tertib hanya menggambar di kertas atau di whiteboard. Setiap selesai menggambar pasti dia kumpulkan dan disimpan, hingga saya membelikan tas document keeper khusus buat menyimpan gambar-gambarnya yang tiap saat makin bertambah banyak. Tidak jarang kertas gambarnya sudah terlipat-lipat saking seringnya dia lihat, ditambah gambar baru bahkan digulung jadi peta yang di”update” gambarnya berkali-kali. Jika menggunakan S-Pen di Galaxy Note 10.1 pasti kegiatan menggambar Agha jauh lebih realistis dibandingkan menggambar dengan jari di tablet 7.0 yang selama ini dia pakai. Gambar-gambarnya juga akan lebih aman tersimpan secara digital, sehingga dia bisa melihat kembali hasil karyanya kapanpun dia mau saat sudah besar nanti.

Ah, seandainya kami mempunyai Galaxy Note 10.1, pasti kami peruntukkan buat Agha untuk belajar secara Homeschooling, meng-explorasi bersama untuk mengajarkan berbagai hal yang berguna bagi dirinya kelak, mengembangkan bakatnya, mendokumentasikan hasil kreatifitasnya… Bahagianya kalau  kami memiliki Galaxy Note 10.1


Install Ubuntu 8.10

Dikirim: December 4th, 2008 | Oleh: | Kategori: Teknoblogia | Tags: | 20 Komentar »

Bulan November yang lalu akhirnya saya mengikuti suami untuk upgrade Hardy Heron ke Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex. Kali ini persiapan upgrade-nya sangat mudah, tidak sebanyak persiapan waktu install 8.04 Hardy Heron, saya dan suami sama-sama menginstall menggunakan USB flash disk.

Enaknya instalasi Ubuntu 8.10 ini, kami tidak perlu susah payah membuat USB Flash Disk startup secara manual, karena sudah tersedia fasilitas tersebut di menu Administration. Tentu saja jangan lupa untuk memformat flash disk yang akan digunakan menjadi FAT 32 menggunakan Gparted sebelum membuat  flash disk startup. Pastikan iso image dari installer Ubuntu 8.10 sudah tersedia.

Setelah USB flash disk startup siap, pindahkan urutan boot-up dari HDD ke USB flask disk melalui setup BIOS. Restart agar startup dilakukan dari flash disk lalu pilih menu installasi yang tersedia. Ikuti langkahnya, tentukan space harddisk yang akan dipergunakan untuk Linux ext3 dan untuk Linux-swap, isikan data user lalu tunggu installasi selesai. Benar gampang kan :d

Senangnya dengan Intrepid Ibex ini, si kambing gunung ini lebih cepat dibandingkan si bangau. Starting up, running apps, shutdown semuanya cepat wuzz, wuzz wuzz. Asyiknya lagi kendala connection di Ubuntu 8.04 yang agak sulit menangkap dan terhubung dengan koneksi WIFI hilang lenyap di Ubuntu 8.10. Pakai modem USB langsung nyambung, ada WIFI yang aktif juga langsung terhubung.

Nah tinggal mendandani si Ubuntu deh. Yang baru dari 8.10 ini paket gimp yang disertakan sudah GIMP versi 2.6.1. Sedangkan untuk OpenOffice masih versi 2 sehingga saya remove versi 2 dan install OpenOffice 3. Tidak lupa menginstal compizsetting manager dari repository dan avant window navigator yang lebih bagus langsung dari launchpad.

Setelah mengembalikan backup email thunderbird dan data-data lainnya, sampai saat ini saya masih menginstal yang perlu-perlu. Untuk cara instalasi aplikasi atau program lainnya nanti diposting terpisah saja ya. Yang penting makin cinta deh pakai Ubuntu :secretsmile:


Mio C230 and Its Tunisian Pouch

Dikirim: August 3rd, 2008 | Oleh: | Kategori: Handcraft, Serba-serbi, Teknoblogia | 29 Komentar »

Riyo's Mio C230 in action

My Dear husband just have a new gadget named Mio DigiWalker C230. A portable pocket-size GPS to assist and accompany him go to many places. He loves it’s adjustable features to show him a bunch of alternative route to go.  As leaving Mio inside the car when parking (especially in an open area) is not recommended (actually I don’t allow it too :p ), so he has to bring it inside his pocket. Considering keys, coins and other thing inside that would scratch its beautiful body, my husband request a “simple” pouch to keep it safe.

Tunisians Stitch: simple stitch & knit stitchSimple, just like a sock

Because the requirement is to safe it from scratch, so I make the pouch with tunisian technique. Use tunisian simple stitch to make it a solid and masculine pattern with grey wool thread. I only add 3 rows tunisian knit stitch as an accent. Even it just a simple pouch, I finish it in a few days due to my high activities.

Just slide it inMio in its pouch

Why I said a simple pouch? because my husband doesn’t want any zipper, or button or rope to close the pouch. I think the pouch must have any safety item to prevent its content from slip down when put upside down in his pocket. He just wants to slide in his Mio into the pouch just like a sock.

Mas Riyo punya GPS untuk jadi penunjuk jalan, biasalah gadget mania. Nah karena si Mio C230-nya itu bisa dan perlu dibawa kemana-mana dan dilarang keras ditinggal di mobil kalau lagi parkir. Maka dia minta dibuatkan kantong supaya aman dari gores kalau masuk kanton pantalonnya. Karena mas Riyo mintanya kantong “biasa” yang gak pakai embel-embel apapun jadilah saya bikin kantong rajutan pakai teknik tunisian.

So, here it is… his grey-mio tunisian pouch.  :-$ Pssst, actually I plan to add an elastic rode/ribbon at the top of the pouch

Mio C230 and its tunisian pouch


DVD-RW si Axioo Sembuh

Dikirim: June 9th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary, Serba-serbi, Teknoblogia | 68 Komentar »

:happy: Senangnya… DVD-RW drive notebook saya akhirnya bisa berfungsi seperti sediakala. Seperti yang ditulis suami di posting yang ini, Sabtu kemarin kami ke Service Center Axioo di Mangga Dua Mall. Tujuan utama mengganti batere notebook suami yang sudah drop dengan memanfaatkan garansi yang masih berlaku. Tujuan sampingan men-service DVD-RW notebook saya yang soak gara-gara kecelakaan tahun lalu.

Mencari IT Clinic, Service Center-nya Axioo, ternyata agak sulit karena kami masuk dari gedung parkir. Sulit karena beberapa kios penomorannya tidak berurut, juga karena orang yang kami tanyai memberi petunjuk yang kurang tepat. Setelah ketemu saya baru menyadari bahwa tempat yang dicari adalah tempat saya mengambil si mungil waktu pertama kali saya membeli notebook. Halah.

Singkat cerita baik batere maupun DVD-RW sudah diganti dengan yang baru… tanpa biaya pula. Senangnya :money: Jadi gak was-was lagi gagal  membaca CD/DVD …, gak was-was lagi mendengar suara “menyeramkan” saat mencoba membaca CD/DVD. gak was-was lagi karena gagal melakukan burning. Horeee! DVD-RW si Axioo Sembuh. Terima kasih Axioo! :huray:


Del.icio.us and Firefox 3

Dikirim: May 22nd, 2008 | Oleh: | Kategori: Teknoblogia | 13 Komentar »

New del.icio.us feature now on Firefox 3Yippi! del.icio.us  is available for Firefox 3 :huray:

Today, when I’m browsing on the internet suddenly I remember that my Firefox 3 bundled with Ubuntu has not get the del.icio.us extension installed. Bearing that not all my favourite extension are already compatible with FF3, so I check the mozilla add-ons site wether the update are available or not. Unfortunately the extension I want was uncompatible with Firefox 3.  :frawn:

good news  when loginEager to check my del.icio.us account that was forgotten for a while, I log in on del.icio.us site and find an exciting new on the upper right spot :kiss:

Yup a good news that bring me to delicious blog find out thing that I need :money: Now, I’ve got del.icio.us extension installed on my Firefox 3. Stayed logon and access my bundled of precious link easily. Thanks for the announcement Nick Nguyen! Thanks del.icio.us team! :happy:


Ubuntu Hardy VS Sony Memory Stick Duo

Dikirim: May 11th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary, Teknoblogia | 7 Komentar »

:scom: I have a Sony Memory Stick Duo which hold the photos of my new FOB of CAL project in our mailing list. I want to post about my new crochet bag ASAP. But… I can’t download my photos to Ubuntu Hardy Heron running on my notebook. Run

lspci

on console and get this:


04:07.2 Mass storage controller: Texas Instruments 5-in-1 Multimedia Card Reader (SD/MMC/MS/MS PRO/xD)
04:07.3 SD Host controller: Texas Instruments PCIxx12 SDA Standard Compliant SD Host Controller
04:0b.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL-8169 Gigabit Ethernet (rev 10)

Run this to solve it:

sudo modprobe tifm_7xx1

sudo modprobe tifm_core

sudo modprobe tifm_sd

And still got nothing.

And now  May 11, 2008 at 2:00 am, I’m so sleepy… give up to keep browsing. My Sony MS Duo still not recognized on my Hardy Heron. Bah! :bah:

Anyone can help me?  :crying:


Akhirnya Ubuntu 8.04 berkat USB Flash Disk

Dikirim: April 27th, 2008 | Oleh: | Kategori: Teknoblogia | 27 Komentar »

Sebelum rilis versi Ubuntu Hardy Heron, pemilik Catatan sudah berhasil “merayu” saya untuk serius pakai Ubuntu. Nah waktu tanggal 24 April kemarin, ybs sudah mulai mendownload upgrade-nya dan resmi pakai Hardy Heron Sebagai istri yang setia :p saya juga mulai meng-upgrade, tentu saja ditinggal tidur karena estimasi download sekitar 4 jam! Tapi apa daya, timer stop kontak listrik untuk notebook saya ternyata aktif sehingga saat bangun laptop sudah dalam kondisi mati. Awalnya saya pikir suami tercinta yang tidur belakangan sudah mengurus segalanya, ternyata dia ketiduran juga. Alhasil Ubuntu saya tidak berjalan dengan normal karena notebook saya mati kehabisan daya batere saat instalasi berlangsung :((

Baca Selengkapnya »


Catatan Dialog Terbuka dari seorang Istri

Dikirim: April 13th, 2008 | Oleh: | Kategori: Special, Teknoblogia | 12 Komentar »

Alhamdulillah, Dialog Terbuka yang diprakarsai Riyogarta akhirnya terselenggara pada waktu yang akhirnya fix :d Jum’at 11 April 2008, jam 09.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 11.45 WIB.

Saya rasa tidak perlu lagi mengulas acara tersebut dari sisi yang sama dengan yang sudah dilaporkan oleh banyak teman. Lagi pula ini sudah lewat 2 hari dari acara…, hehehe saya rada ambrug karena sibuk ikut terlibat dalam kepanitiaan wisuda tanggal 12 April 2008. Juga tentunya “sok sibuk” mendukung persiapan suami tercinta termasuk do his haircut jam 9 malam karena pulang malam terus… hasilnya ganteng kan suami saya ;)

Sebagai seorang istri mungkin orang akan berpendapat bahwa saya tidak akan obyektif…, seorang istri memang harus mendukung suaminya tho? Apalagi jika yang dilakukan suaminya bukan sesuatu yang salah. Tapi saya tetap punya kritik untuk suami saya…, serius :)

Saya sangat menyayangkan mas Riyo berbicara dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Bukan Riyo banget, tapi kenapa selalu memegang mike dengan posisi yang menutupi mulut dan wajahnya? Duduknya juga gak santai, seperti orang yang kehabisan tempat duduk diangkot yang sudah sesak. Saat selesai acara saya tanya, ternyata kursi yang didudukinya agak jeblos sehingga sulit untuk menyesuaikan posisi duduk dengan tinggi meja. Tentu saja saya cecar lagi kenapa kursinya gak ditarik saja lebih maju? Ups! saya lupa kalau kursi itu berat dan tangannya tidak akan kuat menarik maju kursi tersebut.

Bicara soal tangan, saya sendiri menyesal karena saya lupa memfasilitasi mas Riyo. Saat Dialog sudah berjalan, sempat Mas Riyo agak terbatuk lalu saya lihat Roy Suryo mulai menuangkan minum. OMG! Saya tidak ingat untuk membukakan segel dan tutup botol air minum kemasan yang sudah tersedia untuknya :(( Acara masih panjang dan mas Riyo perlu minum, pastinya gak mungkin saya maju ke meja pembicara untuk membukakan botol airnya…, pasti “siapa loe?” yang akan muncul dibenak peserta dialog. Untunglah seorang asisten lab yang menjadi panitia bersedia mengantarkan air-minum-kemasan-gelas yang sudah-siap-diminum kepada mas Riyo. Jadi bukan karena Mas Riyo sombong gak mau buka botol sendiri, tapi karena tangannya memang belum sembuh total dari kecelakaan tahun lalu. Buat yang hadir jangan merasa aneh atas kejadian itu ya ;)

Selebihnya, Mas Riyo terlihat seolah bersembunyi dibalik layar notebook yang dia pergunakan untuk menampilkan screenshoot dari berita-berita yang terkait dengan ucapan Roy Suryo saat dialog. Berbeda dengan Roy Suryo yang tampil terbuka dan menggerakkan tangannya dengan penuh semangat berapi-api sampai sempat mengenai kepala mas Abimanyu yang menjadi moderator :p Agaknya Roy Suryo memahami betul apa yang disampaikan senior saya waktu latihan operet untuk inagurasi SMA di panggung JHCC. “Gerakan tangan dan tubuh harus berlebihan agar terlihat oleh penonton paling belakang, jika tidak kita hanya akan terlihat seperti titik yang diam” Wah untuk urusan ini saya akui deh Roy Suryo lebih ahli… ;)) Waktu saya tanya ternyata karena dia kesulitan mengatur posisi duduk karena kondisi saat itu.

Selebihnya mas Riyo bersikap sebagaimana Riyo yang saya kenal selama ini, selalu dapat berpikir cepat dan tepat sasaran. Bisa menemukan kata-kata yang tepat dan “mengena” saat berdialog dengan siapa saja. Saya juga berhasil mengabadikan ekspresi Roy Suryo saat Mas Riyo menyela dengan singkat penjelasan panjang lebar Roy Suryo yang jelas sering menyela pembicaraan Riyo maupun moderator. Dia juga tetap gak lupa membuat istrinya tersipu dengan berkata “terimakasih ya, sayangku” waktu saya mengantarkan amplop hadiah yang sudah kami persiapkan untuk Roy Suryo. Sudahlah pujian saya untuk suami biar saya sampaikan langsung pada orangnya ;)

Selain itu saya sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk:

  • Bapak Broery TS yang sudah sigap menanggapi surat terbuka sehingga acara dialog ini dapat terselenggara di Universitas Budi Luhur. Telat sedikit mungkin akan terlaksana dikampus lain ;) Juga terimakasih atas kesigapannya menyesuaikan diri dengan jadwal yang selalu berubah-ubah sampai detik-detik terakhir. Bapak Broery ini yang ada difoto berempat dengan pembicara dan moderator lho.
  • Bapak Hestya Patrie yang telah memberikan masukan yang sangat bermanfaat sebelum persiapan dialog ini akan dilaksanakan.
  • Bapak Prof. Dr. Ronny R. Nitibaskara atas sambutan pembukaan dan komentarnya yang cukup menohok Roy Suryo.
  • Universitas Budi Luhur dan rekan-rekan panitia yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.
  • Bapak Abimanyu yang sudah dengan sukarela menjadi moderator. Saya tahu Anda cukup kewalahan menyela Roy Suryo yang gemar-menyela-pembicaraan-tapi-anti-disela-balik sampai2 kepalanya kena tangan Roy Suryo.
  • Rekan-rekan blogger yang mendukung terealisasinya dialog ini.
  • Okezone sebagai media partner.
  • Universitas Bina Nusantara yang menyediakan fasiltas live streaming.
  • Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang langsung maupun tidak langsung membantu terselenggaranya acara dialog terbuka ini.

Cuplikan dialog yang sempat saya rekam bisa dilihat di layartancap.com


Akhirnya Dialog Terbuka dengan Roy Suryo Akan Dilaksanakan

Dikirim: April 2nd, 2008 | Oleh: | Kategori: Special, Teknoblogia | Tags: | 10 Komentar »

Bermula dari ke-tidak-habis-pikir-an seorang Riyogarta (Riyo) tentang statement-statement Sdr. Roy Suryo (RS) di media akhirnya Riyo melayangkan surat terbuka untuk RS melalui blog-nya. Surat terbuka yang diposting tanggal 29 Maret 2008 siang itu ternyata mendapatkan tanggapan luar biasa dari rekan blogger maupun pengunjung lainnya. Selain diposting di berbagai blog, surat terbuka tersebut juga disebarluaskan di berbagai forum dan situs media. Dukungan lainpun juga masuk melalui telepon, sms, email maupun obrolan via YM ;) **bahkan obrolan via YM pun sampai di”sadap” dan disebarkan di forum kaskus :))

Setelah ada sinyal bahwa RS menerima ajakan tersebut di okezone.com maka persiapan lebih lanjut mulai dilaksanakan. Selasa, 1 April 2008 pihak Universitas Budi Luhur menyatakan siap dan bersedia menyediakan tempat dan fasilitas yang diinginkan RS. Pembicaraan lebih lanjut dengan pihak Universitas Budi Luhur dilanjutkan hari ini dan menghasilkan waktu yang dianggap tepat untuk melaksanakan dialog tersebut.

Akhirnya baru saja Riyo menyiapkan undangan Dialog Terbuka untuk Sdr. Roy Suryo dan seperti biasa diposting di blognya. Selain itu Riyo juga mengirimkan info mengenai undangan tersebut kepada RS melalui email, juga mengirimkan email yang sama ke berbagai redaksi media. Semoga email tersebut dapat diterima baik oleh RS maupun media…, tentu saja dengan diterimanya info ini oleh media diharapkan makin banyak pihak yang meliput Dialog tersebut seperti yang disyaratkan RS ;;)

Oke, undangannya turut saya sebarkan, dapat dilihat maupun didownload disini.


Publikasi Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo

Dikirim: March 31st, 2008 | Oleh: | Kategori: Special, Teknoblogia | 8 Komentar »

Saya ikut publikasikan surat yang surat terbuka yang sudah dibuat suami di Sabtu siang 29 Maret 2008 :) Ternyata belum jadi saya publikasikan siang itu :-?

Kepada Yth. Sdr. Roy Suryo
ditempat
Perihal: Ajakan Dialog Terbuka Mengenai Perkembangan dan Isu Blogger Indonesia.

Mengingat

Banyaknya aspirasi para blogger yang tertuang dalam blognya masing-masing mengenai ketidaksetujuan atas komentar-komentar Sdr. Roy Suryo di media massa yang cenderung selalu memojokkan blogger.

Menimbang

Perlunya tindakan untuk meluruskan informasi-informasi yang diberikan Sdr. Roy Suryo kepada media massa, khususnya mengenai pandangan negatif Sdr. Roy Suryo kepada blogger.

Memutuskan & Menetapkan

Perlu dilakukannya dialog terbuka dengan Sdr. Roy Suryo mengenai isu-isu yang berkembang saat ini, khususnya isu-isu yang selalu menyudutkan blogger serta informasi-informasi lain yang secara umum cenderung membodohi masyarakat.

Saya mengajak kepada Sdr. Roy Suryo, untuk melakukan dialog terbuka dengan semangat sportifitas untuk saling menerima masukan guna kemajuan perkembangan teknologi informasi Indonesia khususnya perkembangan blogger di Indonesia.

Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk menerima ajakan dialog terbuka ini.

Catatan:

Saya yakin Sdr. Roy Suryo tidak akan mengatakan “tidak tahu” mengenai adanya ajakan dialog terbuka ini. Ajakan dialog terbuka  saya posting melalui blog dan insya Allah akan tersebar dengan baik melalui search engine maupun dengan bantuan dari teman-teman melalui blog, milis dan media lainnya. Dengan demikian, saya yang tidak tahu cara menghubungi Anda bisa berharap Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan mudah dan cepat. Bukankah ini salah satu keahlian Anda? Mencari informasi mengenai diri Anda atau informasi lainnya di internet.

Salam,

Riyogarta
Website: www.riyogarta.com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut membantu saya menyebarluaskan surat ini dengan cara:

  • Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
  • Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
  • Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.

Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.

Dowload Surat Terbuka: Ajakan DialogTerbuka Kepada Sdr. Roy Suryo