17 Oktober 2010 Agha akhirnya kesampaian juga berenang lagi di kolam renang umum Setelah beberapa kali rencana berenang gagal total karena cuaca yang tidak bersahabat. Padahal Agha sudah punya baju renang dan ban renang baru. Dan acara berenangnya sukses, karena Agha kemangingen… gak mau berhenti berenang Baca Selengkapnya »
Ini dia sweater pertama yg sebenarnya Bunli rajut untuk Agha. Dirajut waktu Agha masih diperut Bunli. Sayangnya benangnya kurang jadinya rompi aja deh, gak pakai lengan. Dan ternyata kebesaran untuk Agha waktu baru lahir, masuk lemari dulu deh.
Tadi pagi Agha kekeuh minta pakai baju mobil lalu Bunli inget sweaternya, ternyata sudah ok tuh dipakai oleh Agha. Bergaya dulu deh sebelum berangkat sekolah, lengkap pakai sendal Mickey-nya.
Keren kan
Sent from my AghaBerry®
Catatan perkembangan Agha yg harusnya sudah sejak lama di posting.
Saat ini Agha sudah sangat jago berjalan… bahkan sesekali seperti setengah berlari. Ah, waktu cepat sekali berlalu sejak Agha resmi berjalan sendiri tanpa bantuan tgl 24 Mei 2010 jam 21.05. Sejak itu seluruh penjuru rumah dan rumah nenek jadi daerah jelajahan Agha
Progres Agha berjalan sebisa mungkin Bunli dokumentasikan di Plurk, twitter, maupun Facebook. Berikut catatannya:
16 Mei 2010 :Hore! Agha giat latihan jalan sendiri. Dan barusan dia jalan 7 langkah ke Bunli cc:@riyogartaD
24 Mei 2010 : 21.05:Agha merangkak ke kamar nenek trus jln sendiri ke Bunli, tanpa dijaga, 2x Officially his first walk. *Hadiah tgl 24* #fb cc:@riyogarta.
30 Mei 2010 : Barusan Agha jalan sendiri lebih dr 3meter (R.tengah ke kamar Yahyo waktu kecil) krn merasa dikejar Bunli … Horee! Hebat #rumahEyang #fb.
1 Juni 2010 : Kmrn Agha jalan 5meter lbh dr kamar – r.tengah – dapur dgn semangat. Selamat hari Selasa, Semangat! ^_^ #fb.
Agha yang umurnya 16 bulan ternyata SANGAT suka main Rubik Cubes, dan seperti yang sudah diduga Yahyo-nya juga SUKA main Rubik. Saya yang juga penasaran dengan magic cubes ukuran 3x3x3 itu kebetulan sudah pernah membelinya. Jadilah Rubik Cubes jadi mainan Agha, setiap hari pasti dia serius, asyik memutar2 Rubik Cube dengan cepat layaknya pemenang Speed-Cubing.
Agha, 16 mo toddler, loves playing Rubik Cube. Monopolize by himself, forcing Yahyo, his father play the Rubik Snake –which he offered to Agha– so he can play without being distracted
Waktu minggu lalu mengunjungi Eyang Ti, kami membeli Snake Rubik. Agha pun langsung serius ikut membongkar komposisi dan memutar-mutarnya. Bahkan Rubik 3x3x1 yang kami juga beli, juga menarik perhatian Agha, sayangnya mutu buatannya kurang bagus, keras dan sulit untuk diputar.
Nah Wiken kemarin, Yahyo membeli Rubik Cube yang lebih baik mutunya karena Rubik yang lama pecah. Karena memang mutunya bagus, enak putarannya, Agha makin suka memainkannya. Jadilah Yahyo-nya yang sedang penasaran main Rubik harus mengalah dengan Agha. Demi memonopoli Rubik Cube baru, Agha “mengultimatum” Yahyo untuk main Rubik Snake saja :D
Ini dia Agha, akhirnya kesampaian juga difoto memakai batik 17-tahunnya di usia 1 tahun. Inginnya sih difoto pas tepat Agha ulang tahun ke-1. Tapi karena kurang sehat pas ultah, trus ada satu dan lain hal mundur terus deh jadwal fotonya. Akhirnya baru difoto tanggal 9 Juni 2010 pagi, tepat saat Agha ulang bulan ke-15. Karena Agha sudah bisa jalan, jadi terpaksa berfoto ditemani Bunli, soalnya dia maunya ngejar Bunli terus.
Agha (15 months) exploring the geometry-shaped wood-puzzle in his own way. Unchallenged by only putting the puzzle on the right track, he arrange the item to stand up in his own composition included the circle-shape.
Put them side by side near and far from his body…, repeat it again and again when they fall.
Agha (15 months) exploring the geometry-shaped wood-puzzle in his own way. Unchallenged by only putting the puzzle on the right track, he arrange the item to stand up in his own composition included the circle-shape.
Put them side by side near and far from his body…, repeat it again and again when they fall.
June 22nd, 2010 @Nenek’s house
Senang & takjub, lihat Agha serius & sukses berulang2 mendirikan berbagai bentuk puzzle kayu termasuk yang bentuk lingkaran. Walau gagal atau jatuh lagi tersenggol olehnya, Agha tetap asyik sendiri, gak nangis, gak bosen dan gak kesel. Bahkan senyum2 gemes waktu merasa komposisi susunan puzzle yg berdiri sesuai dengan yang ada dibenaknya
Yaay! Finally my boy Agha (1 year and 1 month years-old) able to drinking with straw! Coincidentally, when Agha saw me drinking from my sippy bottle, I gave him a try. He nibbled and sipped it, and suddenly the water flew up trough the straw! I saw his amazed face when find out that he can do it! Then, he sipped the straw repeatedly, enjoying the
phenomenon of sipping the straw, drinking the cool water. Congrat Dear!
Akhirnya Agha bisa minum pakai sedotan waktu coba gigit2 sip-bottle nya Bunli waktu main ke kampus tanggal 14 April 2010 kemarin. Sebelumnya dia cuma gigit-gigit sedotan MagMag-nya, eh gak diduga pas coba sip bottle Rubbermaid yang kaku (kalau MagMag kan fleksibel) ternyata sukses dia nyedotnya. Senangnya! Apalagi lihat tampangnya yang seperti “tercerahkan” hehehehe. Gak rugi deh hari itu anak Bunli gak sekolah di rumah Nenek tapi ngampus .
Tidak terasa, pagi itu saya bangun ditemani adik bungsu saya Yessi… hanya berdua, karena suami tercinta masih berpacu dengan waktu dan kantuk menjemput ibundanya di Bandung. Tidak lama sayapun sudah berangkat ke RS Yadika Ciputat bersiap menjalani sectio yang disarankan dosg. Menjalani beberapa test sambil mengupdate status di plurk, sementara Mama, Papa, ipar, sahabat dan kerabat lainnya mulai datang menemani sampai lengkap suami dan mertua.
Menjelang siang, sedikit lewat dari jadwal sebelumnya sayapun masuk ruang operasi. Dingin, dokter dan perawat sudah siap dengan peralatan operasi. Bius lokal, dan operasi dimulai. Sedetik, semenit, 5 menit … tiba-tiba dokter berseru, “Alhamdulillah, laki-laki bu” … Ah Agha sudah lahir (pukul 11.40), tapi mana tangisnya? sedetik, semenit, … dan menggemalah tangis keras bayi laki-lakiku … tangis yang khas, “nggaaaa…nggaaaa” bukan tangis biasa seorang bayi yang Oooaaa Oooeee.
Setelah menunggu lagi, baru bayi mungil bersuara keras itu diletakkan didada. Seolah hafal dengan namanya, tak lama Agha mulai tenang mendengar saya memanggil-manggil namanya. “tenangkan dengar detak jantung bundanya…Lho, kok malah tidur ” seru dsa yang memantau proses inisiasi dini sambil mengangkat Agha, lalu meletakkannya kembali. Menangis lagi… tenang lagi, … dan tidur lagi! Ah anakku, terpengaruh bius lokal jugakah?
Terimakasih ya Allah, setelah 8 tahun lebih kami menunggu Kau berikan kami Agha. Hilang semua penat penantian… Tak terasa sudah setahun kami bersamanya, melalui waktu-waktu indah menyaksikan perkembangannya. Jagalah dia, lindungilah ia, agar kami dapat selalu mensyukuri tahun-tahun berikutnya, menyaksikannya besar dan dewasa. Amin
Akhirnya bertemu Agha lagi yang sudah bersih dan berbalut selimut di ruang recovery. Mungil, chubby, seluruh mukanya pipi semua sampai matanya terbenam sipit, sedang hidung dan mulut mungilnya saling berlomba siapa yang lebih tinggi. Hanya sekejap karena Agha akan menunggu saya di ruang bayi. Baru menjelang sore, saat saya sudah dikamar perawatan Agha diantar untuk room-in dengan saya, lalu saya memeluknya, menciumnya, menyusuinya.
Lalu waktu berlalu dengan cepat…, kadang terasa lambat tapi tak lama melesat secepat kilat.
Tadi pagi saya terbangun, bertiga. Bayi mungil itu sudah terlihat lebih besar dan tinggi, walau tetap mungil. Tak lama ia terbangun juga… matanya tampak bulat berbinar, mulut mungilnya berceloteh bahasa bayi. Dan saya memeluknya, menciumnya, memeluknya, menyusuinya.
Recent Comments