Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Sweater Rompi

Dikirim: October 12th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | Belum Ada Komentar »


Ini dia sweater pertama yg sebenarnya Bunli rajut untuk Agha. Dirajut waktu Agha masih diperut Bunli. Sayangnya benangnya kurang jadinya rompi aja deh, gak pakai lengan. Dan ternyata kebesaran untuk Agha waktu baru lahir, masuk lemari dulu deh. 

Tadi pagi Agha kekeuh minta pakai baju mobil lalu Bunli inget sweaternya, ternyata sudah ok tuh dipakai oleh Agha. Bergaya dulu deh sebelum berangkat sekolah, lengkap pakai sendal Mickey-nya. 

Keren kan 😉

Sent from my AghaBerry®


Agha Jalan Sendiri

Dikirim: October 12th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | Tags: , | Belum Ada Komentar »

Catatan perkembangan Agha yg harusnya sudah sejak lama di posting.

Saat ini Agha sudah sangat jago berjalan… bahkan sesekali seperti setengah berlari. Ah, waktu cepat sekali berlalu sejak Agha resmi berjalan sendiri tanpa bantuan tgl 24 Mei 2010 jam 21.05. Sejak itu seluruh penjuru rumah dan rumah nenek  jadi daerah jelajahan Agha 🙂

Progres Agha berjalan sebisa mungkin Bunli dokumentasikan di Plurk, twitter, maupun Facebook. Berikut catatannya:

  • 16 Mei 2010 :Hore! Agha giat latihan jalan sendiri. Dan barusan dia jalan 7 langkah ke Bunli 🙂 cc:@riyogartaD
  • 24 Mei 201021.05:Agha merangkak ke kamar nenek trus jln sendiri ke Bunli, tanpa dijaga, 2x Officially his first walk. *Hadiah tgl 24* #fb cc:@riyogarta.
  • 30 Mei 2010 : Barusan Agha jalan sendiri lebih dr 3meter (R.tengah ke kamar Yahyo waktu kecil) krn merasa dikejar Bunli … Horee! Hebat #rumahEyang #fb.
  • 1 Juni 2010 : Kmrn Agha jalan 5meter lbh dr kamar – r.tengah – dapur dgn semangat. Selamat hari Selasa, Semangat! ^_^ #fb.

Rubik: Agha vs Yahyo

Dikirim: July 27th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | Tags: , | 4 Komentar »

Agha yang umurnya 16 bulan ternyata SANGAT suka main Rubik Cubes, dan seperti yang sudah diduga Yahyo-nya juga SUKA main Rubik. Saya yang juga penasaran dengan magic cubes ukuran 3x3x3 itu kebetulan sudah pernah membelinya. Jadilah Rubik Cubes jadi mainan Agha, setiap hari pasti dia serius, asyik memutar2 Rubik Cube dengan cepat layaknya pemenang Speed-Cubing.

Agha, 16 mo toddler, loves playing Rubik Cube. Monopolize by himself, forcing Yahyo, his father play the Rubik Snake –which he offered to Agha– so he can play without being distracted

Waktu minggu lalu mengunjungi Eyang Ti, kami membeli Snake Rubik. Agha pun langsung serius ikut membongkar komposisi dan memutar-mutarnya. Bahkan Rubik 3x3x1 yang kami juga beli, juga menarik perhatian Agha, sayangnya mutu buatannya kurang bagus, keras dan sulit untuk diputar.

Nah Wiken kemarin, Yahyo membeli Rubik Cube yang lebih baik mutunya karena Rubik yang lama pecah. Karena memang mutunya bagus, enak putarannya, Agha makin suka memainkannya. Jadilah Yahyo-nya yang sedang penasaran main Rubik harus mengalah dengan Agha. Demi memonopoli Rubik Cube baru, Agha “mengultimatum” Yahyo untuk main Rubik Snake saja 😀


Batik17 saat Agha 1 tahun

Dikirim: July 7th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | 1 Komentar »

Ini dia Agha, akhirnya kesampaian juga difoto memakai batik 17-tahunnya di usia 1 tahun. Inginnya sih difoto pas tepat Agha ulang tahun ke-1. Tapi karena kurang sehat pas ultah, trus ada satu dan lain hal mundur terus deh jadwal fotonya. Akhirnya baru difoto tanggal 9 Juni 2010 pagi, tepat saat Agha ulang bulan ke-15. Karena Agha sudah bisa jalan, jadi terpaksa berfoto ditemani Bunli, soalnya dia maunya ngejar Bunli terus.

Anak ganteng, sehat selalu dan tambah pinter ya!


Exploring geometry puzzle ala Agha

Dikirim: June 25th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | 3 Komentar »

Agha (15 months) exploring the geometry-shaped wood-puzzle in his own way. Unchallenged by only putting the puzzle on the right track, he arrange the item to stand up in his own composition included the circle-shape.
Put them side by side near and far from his body…, repeat it again and again when  they fall.

Agha (15 months) exploring the geometry-shaped wood-puzzle in his own way. Unchallenged by only putting the puzzle on the right track, he arrange the item to stand up in his own composition included the circle-shape.
Put them side by side near and far from his body…, repeat it again and again when  they fall.

June 22nd, 2010 @Nenek’s house

Senang & takjub, lihat Agha serius & sukses berulang2 mendirikan berbagai bentuk puzzle kayu termasuk yang bentuk lingkaran. Walau gagal atau jatuh lagi tersenggol olehnya, Agha tetap asyik sendiri, gak nangis, gak bosen dan gak kesel. Bahkan senyum2 gemes waktu merasa komposisi susunan puzzle yg berdiri sesuai dengan yang ada dibenaknya


Agha first drinking with straw

Dikirim: April 16th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary | 3 Komentar »

Curiously sip and sip from the straw

Yaay! Finally my boy Agha (1 year and 1 month years-old) able to drinking with straw! Coincidentally, when Agha saw me drinking from my sippy bottle, I gave him a try. He nibbled and sipped it, and suddenly the water flew up trough the straw! I saw his amazed face when find out that he can do it! Then, he sipped the straw repeatedly, enjoying the
phenomenon of sipping the straw, drinking the cool water. Congrat Dear!

Akhirnya Agha bisa minum pakai sedotan waktu coba gigit2 sip-bottle nya Bunli waktu main ke kampus tanggal 14 April 2010 kemarin. Sebelumnya dia cuma gigit-gigit sedotan MagMag-nya, eh gak diduga pas coba sip bottle Rubbermaid yang kaku (kalau MagMag kan fleksibel) ternyata sukses dia nyedotnya. Senangnya! Apalagi lihat tampangnya yang seperti “tercerahkan” hehehehe.  Gak rugi deh hari itu anak Bunli gak sekolah di rumah Nenek tapi ngampus .


Setahun sudah… Agha ultah pertama!

Dikirim: March 9th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | 5 Komentar »


Tidak terasa, pagi itu saya bangun ditemani adik bungsu saya Yessi… hanya berdua, karena suami tercinta masih berpacu dengan waktu dan kantuk menjemput ibundanya di Bandung. Tidak lama sayapun sudah berangkat ke RS Yadika Ciputat bersiap menjalani sectio yang disarankan dosg. Menjalani beberapa test sambil mengupdate status di plurk, sementara Mama, Papa, ipar, sahabat dan kerabat lainnya mulai datang menemani sampai lengkap suami dan mertua.

Menjelang siang, sedikit lewat dari jadwal sebelumnya sayapun masuk ruang operasi. Dingin, dokter dan perawat sudah siap dengan peralatan operasi. Bius lokal, dan operasi dimulai. Sedetik, semenit, 5 menit … tiba-tiba dokter berseru, “Alhamdulillah, laki-laki bu” … Ah Agha sudah lahir (pukul 11.40), tapi mana tangisnya? sedetik, semenit, … dan menggemalah tangis keras bayi laki-lakiku … tangis yang khas, “nggaaaa…nggaaaa” bukan tangis biasa seorang bayi yang Oooaaa Oooeee.

Setelah menunggu lagi, baru bayi mungil bersuara keras itu diletakkan didada. Seolah hafal dengan namanya, tak lama Agha mulai tenang mendengar saya memanggil-manggil namanya. “tenangkan dengar detak jantung bundanya…Lho, kok malah tidur ” seru dsa yang memantau proses inisiasi dini sambil mengangkat Agha, lalu meletakkannya kembali. Menangis lagi… tenang lagi, … dan tidur lagi! Ah anakku, terpengaruh bius lokal jugakah?

Terimakasih ya Allah, setelah 8 tahun lebih kami menunggu Kau berikan kami Agha. Hilang semua penat penantian… Tak terasa sudah setahun kami bersamanya, melalui waktu-waktu indah menyaksikan perkembangannya. Jagalah dia, lindungilah ia, agar kami dapat selalu mensyukuri tahun-tahun berikutnya, menyaksikannya besar dan dewasa. Amin

Akhirnya bertemu Agha lagi yang sudah bersih dan berbalut selimut di ruang recovery. Mungil, chubby, seluruh mukanya pipi semua sampai matanya terbenam sipit, sedang hidung dan mulut mungilnya saling berlomba siapa yang lebih tinggi. Hanya sekejap karena Agha akan menunggu saya di ruang bayi. Baru menjelang sore, saat saya sudah dikamar perawatan Agha diantar untuk room-in dengan saya, lalu saya memeluknya, menciumnya, menyusuinya.

Lalu waktu berlalu dengan cepat…, kadang terasa lambat tapi tak lama melesat secepat kilat.

Tadi pagi saya terbangun, bertiga. Bayi mungil itu sudah terlihat lebih besar dan tinggi, walau tetap mungil. Tak lama ia terbangun juga… matanya tampak bulat berbinar, mulut mungilnya berceloteh bahasa bayi. Dan saya memeluknya, menciumnya, memeluknya, menyusuinya.

Selamat ulang tahun pertama Agha sayang, semoga jadi anak shaleh yg sehat, cerdas, kuat, rajin dan murah rejekinya. Bunli & Yahyo sayang kamu.


Agha loves ice cream

Dikirim: January 5th, 2010 | Oleh: | Kategori: Agha, Special | 5 Komentar »

Here’s a last year video of Agha taken on October 27, 2009 when we went home from his immunization schedule and blogger gathering at Wetiga. The hot air on that night made an ice cream as a good choice for dessert. Agha, who has already tasted ice cream before was enthusiastically grabbing the ice cream cone from my hand. Chomp it over and over again that makes Yahyo, his father worried that he might have cold. But just watch the video, you will see how Agha crazy of it. 😀


Agha Jadi Supir Baru Bunli

Dikirim: November 28th, 2009 | Oleh: | Kategori: Agha, Serba-serbi | 3 Komentar »

Bulan Oktober 2009 kemarin, Bunli punya supir baru lho… ganteng deh. Namanya Agha ! 😀

Yup! Agha sudah latihan nyetir dengan Yahyo setiap hari kami mau berangkat dari rumah. Agha sudah tahu gaya pegang stir, sudah tahu kalau persneling itu bisa digerak-gerakkan, juga sudah punya objek favorit di pintu… kenop kunci pintu! hehehehe kayaknya Agha suka karena mirip *****

Nah pulang dari imunisasi 27 Okt 2009, Agha ceritanya mau antar Bunli ke Wetiga. Sebelum berangkat gaya dulu deh pas difoto sama Yahyo

Mau ajak Bunli kemana ya?

Daaagh, Agha mau nyetir dulu

Gaya dulu deh, kan difoto Yahyo

Ayo Yahyo, Agha sudah siap nih


MPASI Pertama Agha

Dikirim: October 28th, 2009 | Oleh: | Kategori: Agha, Diary, Special | 9 Komentar »
1st-mpasi-1

Apa sih ni? bubur susu rasa sayur mayur Gha

Tanggal 11 September 2009 akhirnya Agha diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk pertama kalinya setelah pulang dari dokter, rencananya mau imunisasi tapi gak jadi krn masih panas. Jadi sebelumnya Agha panas, batuk dan pilek bikin Agha agak-agak enteng dan lemes badannya.

Demi suksesnya MPASI, Bunli dan Yahyo ajak Agha beli biskuit bayi Farley, bubur susu SUN dan buah-buahan. Habis belanja mampir lagi ke rumah Nenek, biar Nenek dan Kakek ikutan lihat Agha makan MPASI untuk pertama kalinya.

Eh enak ternyata, Agha mau lagi Bunli

Eh enak, Agha mau lagi Bunli

Enak lho... tambah lagi

Enak lho... tambah lagi

Bunli cobain 1 sendok teh bubur susu rasa sayur mayur, pertama dikasih Agha masih cuek karena masih lemas. Gak lama Agha mulai antusias, mulai duduk tegak gak sabar menunggu suapan berikutnya. Asyik!

Ternyata pisang juga enak... Agha doyan Bun

Ternyata pisang juga enak... Agha doyan Bun

Habis bubur susunya, sepertinya Agha masih pengen tambah. Ya sudah Bunli kasih coba makan pisang aja. Eh doyan! Satu buah pisang ambon ukuran kecil yang dikerok halus pakai sendok habis dilahap Agha. Senangnya…, habis itu Agha mulai aktif lagi. Waaaa! Kata Nenek, Agha kemaren lemes karena belum dikasih MPASI sama Bunli nih, padahal Agha sudah lulus jadi sarjana ASIX. Hehehehe, gitu ya Nak, besok2 makannya yang pinter lagi ya!