Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Hari ini resmi jadi anggota “BlogFam” senangnya, bakal dapat teman baru 🙂
Selayaknya anak baru, saya perlu untuk memperkenalkan diri… Eh pas lagi nulis salam perkenalan tiba-tiba muncul ide untuk nulis tentang namaku ini… thank’s BlogFam 😀

Jadi gini, nama saya Yuliazmi, itu yang diberikan mama papa waktu saya lahir 30 tahun yang lalu (hiks, dah kepala 3 gitu lho). Gak lebih dan gak kurang. Sejak kecil sih dipanggil Yuli, plus embel-embel Uni, Kak, Mbak, Dek, sampai akhirnya sah pake embel-embel Bu. Nah waktu SMA dan kuliah agak-agak sadar bahwa nama panggilan saya pasaran sekali, so muncul-lah panggilan “Ami” atau “Mi” dari teman-teman, yang rajin sih manggilnya Yuliazmi 😀

Tapi sebenarnya boleh bangga lho, karena saya sangat yakin bahwa sayalah satu-satu-nya Yuliazmi di bumi ini. Sayangnya kebanggaan tersebut sempat tercoreng ( *ceileeeh muka kali tercoreng) waktu suatu hari saya menemukan potongan koran tua yang mengiklankan berita kelahiran seorang Yuliazmi sekitar sepuluh tahun sebelum saya dilahirkan. UNTUNG Yuliazmi tersebut adalah seorang laki-laki ( *emang bisa cocok jadi nama laki-laki yah ??? ) so, I’m still the one and only female who named Yuliazmi! Horeeeee!!!! 😀

Nah sejalan dengan durasi hidup saya, maka mulailah saya sadar bahwa banyak sekali orang-orang yang salah menyebut atau menulis nama saya. Doooh, itu nama dah cakep-cakep pake diganti.

Salah seorang dosen saya di S-1 manggil saya Zulhasmi, waktu saya sudah jadi dosen, saya demo supaya diralat, untung beliau sukses diralat. Tapi sampai sekarang dia suka iseng kadang-kadang masih manggil Zulhasmi, iiiiyih

Waktu pertama ngajar di Bunda Mulia, ikut rapat dosen dan menjalani kelas, nama saya dengan semena-mena ditulis Yuliamisih sama bagian administrasinya, waaaak pacar saya sampai guling-guling ngetawain. Sebel. x(

Trus beberapa pegawai di kampus tempat saya mengajar saat ini juga hobi ganti-ganti nama saya, jadi Yulhasmi, jadi Yuliasmi … uuugh :((

Nah, mahasiswa saya juga pada hobi nulis sama saya dengan salah. Pasti nulis-nya “Yuliasmi ” tuh kan!! Karena gak pada kapok-kapok, akhirnya saya bilang gini setiap perkenalan di hari pertama perkuliahan :

Nama saya “Yuliazmi”, inget yah pakai ZED, jangan dikasih ES, bisa kedinginan saya 😛 Trus saya juga males ganti nama, repot harus nyedia-in bubur merah-putih

Oh ya satu lagi tentang nama saya, ini sih bukan salah penulisan tapi karena saya gak punya nama belakang. Tahu kan, secara era dunia maya ( * soalnya untuk ke luar negeri masih jadi mimpi) beberapa situs selalu menitahkan untuk mencantumkan nama belakang sebagai keharusan. Nah saya kan gak punya nama belakang, kalau mengisinya asal, pasti repot kalau urus administrasi accountnya, wadoooh. Untung pacar eh mantan pacar saya berhasil ditodong untuk merelakan namanya menjadi nama belakang saya saat dibutuhkan…hi..hi… Mungkin secara dia yakin bahwa saya akan jadi nyonyanya 😉

Yah, mudah-mudahan gak ada lagi deh yang hobi mengganti nama saya …